SATELITNEWS.COM, TANGERANG – Polresta Tangerang merespons berbagai informasi yang beredar di tengah masyarakat, terkait penyebab tenggelamnya seorang pria bernama Ahyar (28) di Sungai Cirarab. Peristiwa itu terjadi di depan TPA Jatiwaringin, Desa Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang.
Sejak kabar orang tenggelam diterima, aparat kepolisian langsung memusatkan perhatian pada upaya pencarian dan penyelamatan korban. Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah menegaskan, keselamatan korban menjadi prioritas utama sejak awal kejadian.
“Prioritas kami adalah penyelamatan dan pencarian korban. Tim gabungan langsung diterjunkan ke lokasi,” ujar Indra Waspada, Minggu (3/1/2026).
Upaya pencarian tersebut akhirnya membuahkan hasil. Pada Jumat (2/1/2025) sekitar pukul 12.10 WIB, tim gabungan yang terdiri dari personel Polsek Mauk, BPBD, Damkar, petugas TPA, serta anggota Polair Polresta Tangerang menemukan korban. Namun, Ahyar ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Jenazah korban kemudian dievakuasi dan dibawa ke RSUD Kabupaten Tangerang untuk menjalani pemeriksaan visum et repertum. Berdasarkan hasil visum sementara, petugas medis tidak menemukan adanya tanda-tanda luka maupun kekerasan akibat benda tumpul pada tubuh korban.
Indra Waspada menjelaskan, pihak keluarga korban juga telah menyatakan tidak bersedia dilakukan autopsi dan menerima kejadian tersebut sebagai musibah.
Baca Juga: Dandim 0510/Tigaraksa Pimpin Upacara HUT ke-81 TNI, Tekankan Prajurit Berjiwa PRIMA
“Keluarga korban menganggap peristiwa ini sebagai musibah. Korban kemudian dibawa oleh pihak keluarga untuk dimakamkan,” jelasnya.
Di sisi lain, kepolisian turut menanggapi informasi yang beredar di masyarakat mengenai dugaan korban tenggelam karena ketakutan setelah didatangi oknum organisasi kemasyarakatan (ormas), terkait dugaan penjualan obat keras daftar G tanpa izin. Menurut Indra Waspada, informasi tersebut masih dalam tahap pendalaman.
“Informasi-informasi yang beredar tentu kami tampung dan kami dalami. Saat ini kami masih mengumpulkan keterangan saksi-saksi serta fakta di lapangan untuk memastikan kronologi kejadian secara utuh,” katanya.
Ia menambahkan, dari keterangan sejumlah saksi yang telah diperiksa, korban memang diketahui tenggelam di Sungai Cirarab. Namun, kepolisian belum dapat menarik kesimpulan lebih jauh mengenai kemungkinan adanya peristiwa lain sebelum korban tercebur ke sungai.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi dan menunggu hasil pendalaman resmi dari kepolisian. Setiap informasi akan kami klarifikasi berdasarkan fakta dan bukti,” pungkasnya. (aditya)




















