SATELITNEWS.COM, TANGERANG — Hari pertama masuk sekolah tahun ajaran 2026 menjadi momen istimewa bagi para pelajar di Kabupaten Tangerang. Pemerintah Kabupaten Tangerang secara resmi meresmikan tujuh halte bus sekolah gratis, Senin (5/1), sebagai bentuk penguatan layanan pendidikan dan transportasi publik.
Peresmian dilakukan secara simbolis di halte yang berlokasi di Jalan Raya Pemda (Jalan Baru), Desa Matagara, Kecamatan Tigaraksa, tepat di depan SMAN 18 Kabupaten Tangerang. Hadir langsung Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid bersama Wakil Bupati Intan Nurul Hikmah dan Sekretaris Daerah Soma Atmaja.
Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, mengatakan pembangunan halte ini merupakan bagian dari dukungan sarana program bus sekolah gratis yang telah diluncurkan Pemerintah Kabupaten Tangerang. Program tersebut menjadi wujud nyata komitmen pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, khususnya di sektor pendidikan dan transportasi.
“Peresmian halte bus sekolah ini kami lakukan bertepatan dengan hari pertama masuk sekolah tahun ajaran 2026. Hari ini kami bersama Wakil Bupati, Pak Sekda, dan seluruh OPD melihat langsung anak-anak kita kembali bersekolah dan menggunakan bus sekolah gratis. Alhamdulillah, mereka merasa senang,” ujar Maesyal Rasyid kepada Satelit News, Senin (5/1).
Pria yang akrab disapa Rudi Maesyal itu menegaskan, Pemerintah Kabupaten Tangerang akan terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan publik. Saat ini, tercatat 15 armada bus sekolah gratis telah resmi beroperasi dan didukung oleh tujuh halte yang siap digunakan sebagai titik penjemputan dan pengantaran pelajar setiap hari tanpa dipungut biaya.
“Saat ini ada tujuh halte bus sekolah yang disiapkan dan peresmian kita pusatkan di Jalan Pemda. Bus sekolah gratis ini diharapkan dapat membantu dari sisi ekonomi, keselamatan, kenyamanan, sekaligus memudahkan pengawasan terhadap anak-anak kita,” jelasnya.
Baca Juga: Sempat Diamuk Warga, Dua Terduga Pelaku Curanmor di Cikupa Diamankan Polisi
Tak hanya soal fasilitas, aspek keselamatan juga menjadi perhatian utama. Seluruh armada bus sekolah telah dilengkapi sistem aplikasi pemantauan berbasis teknologi untuk mengontrol kecepatan kendaraan dan perilaku pengemudi.
“Kecepatan bus dibatasi maksimal 60 kilometer per jam, ada sanksi bagi pengemudi yang melanggar, dan sopir juga dilarang merokok saat mengemudi. Semua ini demi keselamatan dan kenyamanan para pelajar,” tegasnya.
Ke depan, Pemerintah Kabupaten Tangerang berharap program bus sekolah gratis ini terus dikembangkan, baik dari sisi jumlah armada maupun perluasan rute, agar seluruh peserta didik di Kabupaten Tangerang dapat merasakan manfaatnya.
“Mudah-mudahan di tahun 2026 dan seterusnya program ini bisa terus kita tambah sesuai kebutuhan wilayah. Mohon doa dan dukungannya agar pelayanan kepada masyarakat, khususnya di bidang pendidikan dan transportasi, dapat terus kita optimalkan secara bertahap,” pungkasnya.
Sementara itu, salah satu siswa SMAN 18 Kabupaten Tangerang, M. Azzam, mengaku sangat terbantu dengan adanya bus sekolah gratis dan halte yang disediakan pemerintah daerah. Menurutnya, fasilitas tersebut membuat perjalanan ke sekolah menjadi lebih aman dan nyaman.
“Sekarang kami tidak perlu berdesak-desakan dengan pegawai di angkutan umum. Menunggu bus juga lebih nyaman karena sudah ada halte khusus. Alhamdulillah, kami semua senang. Semoga ke depannya jalurnya bisa ditambah dan pelayanannya semakin baik,” ungkapnya. (alfian/aditya)
Baca Juga: Dandim 0510/Tigaraksa Pimpin Upacara HUT ke-81 TNI, Tekankan Prajurit Berjiwa PRIMA




















