SATELITNEWS.COM, TANGERANG – Kerusakan parah Jalan Raya Pakuhaji kembali menjadi keluhan warga. Jalan penghubung Kecamatan Sepatan dan Pakuhaji itu kini dipenuhi lubang dan genangan lumpur, terutama saat musim hujan, sehingga mengganggu kenyamanan dan keselamatan para pengguna jalan.
Warga Desa Kayu Agung, Kecamatan Sepatan, menilai kondisi jalan tersebut sudah lama memprihatinkan. Meski sempat dilakukan perbaikan, kerusakan masih terlihat di sejumlah titik karena penanganannya dilakukan secara bertahap dan belum menyeluruh.
Salah seorang warga, M. Suryadi, mengatakan Jalan Raya Pakuhaji merupakan akses vital yang menghubungkan dua kecamatan. Namun, kondisi jalan yang rusak berat dibiarkan cukup lama tanpa perbaikan menyeluruh.
“Jalan ini sudah lama rusak. Memang pernah diperbaiki, tapi masih banyak yang rusak karena perbaikannya hanya sepotong-sepotong,” kata Suryadi kepada Satelit News, Senin (19/1/2026).
Menurutnya, kondisi jalan semakin memburuk saat musim hujan tiba. Lubang-lubang jalan dipenuhi air dan bercampur lumpur, sehingga membahayakan pengendara.
“Kami berharap Pemerintah Kabupaten Tangerang bisa segera melakukan perbaikan agar masyarakat bisa melintas dengan aman dan nyaman,” harapnya.
Baca Juga: Dandim 0510/Tigaraksa Pimpin Upacara HUT ke-81 TNI, Tekankan Prajurit Berjiwa PRIMA
Keluhan serupa disampaikan Arman, salah satu pengguna jalan. Ia mengaku merasa tidak nyaman setiap kali melintasi Jalan Raya Pakuhaji karena kondisi jalan yang rusak dikhawatirkan merusak kendaraan.
“Sebagian memang sudah diperbaiki, tapi masih banyak yang rusak. Lubangnya besar-besar, kalau lewat sini jadi tidak nyaman,” ujarnya.
Menanggapi keluhan tersebut, Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang sekaligus Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kabupaten Tangerang, Iwan Firmansyah, menjelaskan bahwa total panjang Jalan Raya Pakuhaji mencapai sekitar 8,41 kilometer.
“Dari total panjang tersebut, sekitar 6,41 kilometer sudah dilakukan perbaikan pada tahun lalu. Sisanya, sekitar 2 kilometer yang mengalami kerusakan parah, direncanakan akan diperbaiki pada tahun 2026,” ujar Iwan.
Ia menambahkan, perbaikan sisa ruas jalan tersebut diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp20 miliar yang akan dialokasikan melalui anggaran murni tahun 2026.
“Untuk perbaikan 2 kilometer yang rusak parah itu, estimasi kebutuhan anggarannya kurang lebih Rp20 miliar,” jelasnya.
Baca Juga: Bupati Tangerang: Pergantian Kepsek Harus Bawa Semangat dan Gagasan Baru
Selain Jalan Raya Pakuhaji, pada tahun 2026 Pemerintah Kabupaten Tangerang juga merencanakan perbaikan Jalan Raya Jati Talang di Kecamatan Sukadiri. Jalan tersebut menghubungkan Desa Buaran Jati, Gintung Pulo, dan Pulo Ceger.
“Panjang Jalan Jati Talang sekitar 7,8 kilometer, dan yang mengalami kerusakan kurang lebih 3 kilometer. Insyaallah, di tahun 2026 ini akan kita perbaiki seluruh ruas yang rusak,” katanya.
Iwan juga mengimbau masyarakat serta para pengguna jalan untuk ikut menjaga kondisi jalan agar tidak cepat rusak. Salah satunya dengan tidak melintasi jalan tersebut menggunakan kendaraan dengan muatan melebihi kapasitas.
“Jalan Raya Pakuhaji dan Jati Talang ini hanya diperuntukkan bagi kendaraan maksimal kelas 3 C dengan beban MST 8 ton. Jika dilintasi kendaraan di atas kapasitas, umur jalan akan jauh lebih pendek dan cepat rusak,” tegasnya.
Menurutnya, kepatuhan terhadap aturan tonase kendaraan menjadi kunci agar infrastruktur jalan yang telah dibangun dapat bertahan lebih lama dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. (alfian/aditya)




















