SATELITNEWS.COM, TANGERANG — Pemerintah Kecamatan Rajeg menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) untuk tahun 2027 dengan fokus pada pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta pembangunan infrastruktur. Kegiatan ini digelar Selasa (20/1/2026) di Kantor Kecamatan Rajeg dengan total anggaran Rp 34,7 miliar.
Camat Rajeg, Oman Apriaman, mengatakan Musrenbang tahun ini menitikberatkan pada dua sektor utama, yakni pengembangan UMKM dan peningkatan kualitas infrastruktur. Saat ini, tercatat sebanyak 230 pelaku UMKM aktif di wilayah Kecamatan Rajeg.
“Dukungan dari Pemerintah Kabupaten Tangerang dan Provinsi Banten kami harapkan dapat mempercepat kemajuan sektor ini,” kata Oman kepada Satelit News.
Dalam Musrenbang, berbagai aspirasi masyarakat juga disampaikan. Selain peningkatan UMKM, pembangunan infrastruktur menjadi perhatian, mulai dari perbaikan jalan, penanganan banjir, hingga pengelolaan sampah. Salah satu isu yang dianggap mendesak adalah kemacetan di sejumlah titik utama, seperti jalur Kukun-Cadas, Kukun-Mauk, Kukun-Daon, dan Kukun-Pasar Kemis.
Masalah sampah juga masih menjadi tantangan, terutama pengelolaan sampah rumah tangga dan usaha yang belum optimal. Masih banyak titik pembuangan liar yang menyebabkan penumpukan sampah di beberapa lokasi.
“Sebanyak 50 usulan diajukan ke Pemerintah Kabupaten Tangerang dan 27 usulan lainnya ke Provinsi Banten,” ungkap Oman.
Baca Juga: Dandim 0510/Tigaraksa Pimpin Upacara HUT ke-81 TNI, Tekankan Prajurit Berjiwa PRIMA
Selain itu, kerusakan jalan akibat tingginya intensitas kendaraan dan genangan air menjadi tantangan lain yang perlu segera diatasi.
“Kerusakan jalan ini menghambat kelancaran lalu lintas dan menurunkan kenyamanan serta keselamatan pengguna jalan,” ujar Camat Oman.
Dengan total anggaran yang diusulkan Rp 34.717.222.812, Oman berharap usulan-usulan tersebut dapat diwujudkan untuk mewujudkan pembangunan merata dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Rajeg.
“Mudah-mudahan usulan-usulan yang diusulkan tahun ini dapat segera direalisasikan pada tahun 2027,” tambahnya.
Musrenbang ini juga dihadiri Anggota DPRD Provinsi Banten, Wawan Suhada. Ia menegaskan, sebagian besar usulan masyarakat berfokus pada kebutuhan dasar, seperti kebersihan, sanitasi, dan perbaikan infrastruktur. Salah satu isu yang paling disorot adalah kemacetan di sekitar Lampu Merah Rajeg.
“Kita akan mencoba solusi penguraian kemacetan, khususnya untuk pemotor yang sering bersinggungan dengan mobil. Kami akan pisahkan jalur motor dan mobil, dan semoga masalah ini bisa teratasi,” ujar Wawan.
Baca Juga: Bupati Tangerang: Pergantian Kepsek Harus Bawa Semangat dan Gagasan Baru
Wawan menambahkan, Musrenbang tidak hanya sebagai ajang menyampaikan aspirasi, tetapi juga mempererat hubungan antara masyarakat dan pemerintah daerah.
“Semakin banyak wadah komunikasi seperti ini, semakin mengurangi kesenjangan antara masyarakat dengan pemerintah. Ini kesempatan bagi anggota legislatif untuk lebih dekat dengan masyarakat,” pungkasnya. (alfian/aditya)




















