SATELITNEWS.COM, TANGERANG — Curah hujan tinggi yang mengguyur Kabupaten Tangerang sejak akhir pekan lalu berdampak pada aktivitas belajar mengajar. Sedikitnya 12 Sekolah Dasar (SD) dilaporkan terdampak banjir, sehingga Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang memberlakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi sekolah-sekolah yang terdampak.
Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang Nomor B/400.3.5.5/035/Dindik/2026 yang dikeluarkan sejak Senin (12/1/2026). Surat edaran itu menginstruksikan penerapan PJJ bagi satuan pendidikan PAUD, SD, dan SMP yang terkena dampak langsung curah hujan tinggi maupun banjir.
Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang, Dilly Windu, mengatakan hujan deras mulai turun sejak Minggu (11/1/2026) dan menyebabkan sejumlah wilayah tergenang air. Untuk menjaga keselamatan peserta didik, Dinas Pendidikan mengambil langkah antisipatif.
“Untuk menjaga anak-anak dari dampak cuaca ekstrem, Dinas Pendidikan menginstruksikan agar sekolah-sekolah yang terdampak banjir, atau ruang belajarnya berpotensi membahayakan, melaksanakan pembelajaran jarak jauh (PJJ),” ujar Dilly Windu kepada Satelitnews, Jumat (23/1/2026).
Menurut Dilly, meskipun surat edaran tersebut diterbitkan pada Senin (12/1/2026), kebijakan PJJ masih tetap berlaku hingga saat ini. Pasalnya, curah hujan di Kabupaten Tangerang masih tinggi dan beberapa wilayah kembali mengalami genangan.
“Saat ini terdapat 12 SD yang terdampak banjir. Sepuluh sekolah mengalami banjir pada akses menuju sekolah, sementara dua sekolah lainnya gedungnya terendam sehingga harus dilakukan evakuasi,” jelasnya.
Baca Juga: Dandim 0510/Tigaraksa Pimpin Upacara HUT ke-81 TNI, Tekankan Prajurit Berjiwa PRIMA
Sebanyak 12 sekolah terdampak tersebut tersebar di wilayah Pakuhaji, Teluknaga, Kosambi, Jayanti, dan Kresek. Dari jumlah tersebut, dua sekolah dilaporkan mengalami kondisi paling parah.
“Dua sekolah yang terendam banjir dan harus dievakuasi adalah SDN Buaran Mangga 5, Desa Buaran Mangga, Kecamatan Pakuhaji, serta SD Lemo, Desa Lemo, Kecamatan Teluknaga,” kata Dilly.
Ia menambahkan, hingga saat ini baru dua sekolah tersebut yang secara resmi melaporkan kondisi bangunan sekolahnya terendam banjir kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang.
“Sejauh ini yang telah melapor sekolahnya terendam hanya SDN 5 Buaran Mangga di Pakuhaji dan SD Lemo di Teluknaga,” ujarnya.
Dilly berharap kondisi cuaca segera membaik agar aktivitas belajar mengajar di seluruh Kabupaten Tangerang dapat kembali berjalan normal.
“Semoga banjir segera surut dan aktivitas anak-anak sekolah bisa kembali normal,” pungkasnya. (alfian/aditya)
Baca Juga: Bupati Tangerang: Pergantian Kepsek Harus Bawa Semangat dan Gagasan Baru




















