SATELITNEWS.COM, TANGERANG – Genangan banjir masih menyelimuti Desa Jenggot, Kecamatan Mekar Baru. Hingga Selasa (3/2), air setinggi betis orang dewasa masih merendam permukiman warga akibat curah hujan tinggi yang diperparah oleh tersumbatnya saluran drainase serta jembatan Kali Ci Jenggot.
Data sementara mencatat, sebanyak 179 kepala keluarga (KK) atau 385 jiwa terdampak banjir tersebut. Menyikapi kondisi itu, Pemerintah Kabupaten Tangerang berencana melakukan normalisasi drainase dan peninggian jembatan guna mencegah banjir serupa terulang.
Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, turun langsung meninjau lokasi banjir di Desa Jenggot bersama sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dan Pemerintah Kecamatan Mekar Baru. Selain memastikan kondisi lapangan, Bupati juga menyerahkan bantuan logistik kepada warga terdampak.
Peninjauan tersebut, kata Maesyal, dilakukan untuk memastikan penanganan darurat bencana berjalan optimal, sekaligus memetakan kondisi infrastruktur dan kebutuhan masyarakat.
“Pemerintah Kabupaten Tangerang hadir untuk memastikan penanganan banjir dilakukan secara cepat dan terkoordinasi. Keselamatan serta kebutuhan dasar masyarakat menjadi prioritas utama,” ujar Maesyal kepada Satelit News, Selasa (3/2).
Pria yang akrab disapa Rudi Maesyal itu menjelaskan, banjir di Desa Jenggot disebabkan oleh tingginya curah hujan yang memicu meluapnya Sungai Cidurian. Kondisi tersebut diperparah oleh tersumbatnya aliran drainase dan anak Sungai Cidurian, yakni Kali Ci Jenggot, akibat sedimentasi lumpur dan tumpukan sampah.
Baca Juga: Bupati Tangerang Dorong Bahasa Sunda, Jawa, dan Betawi Jadi Warisan Generasi Muda
“Agar banjir cepat surut, perlu segera dilakukan pembersihan gorong-gorong dan area jembatan di Sungai Ci Jenggot,” katanya.
Menurutnya, jembatan di Kali Ci Jenggot yang tersumbat membuat aliran air terhambat sehingga genangan bertahan lebih lama. Apalagi, sungai tersebut merupakan anak Sungai Cidurian yang mengalir langsung menuju pantai.
Untuk mencegah kejadian serupa, Pemkab Tangerang berencana melakukan perbaikan sekaligus meninggikan jembatan agar tidak lagi menghambat aliran air saat hujan deras.
“Kami akan melakukan kajian teknis untuk peninggian jembatan agar aliran air tetap lancar saat curah hujan tinggi,” jelasnya.
Bupati juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dan segera melaporkan kondisi darurat kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
“Saya mohon masyarakat terus waspada dan siap siaga. Segera laporkan jika terjadi kondisi darurat di lingkungan masing-masing,” imbaunya.
Baca Juga: Polsek Pagedangan Ungkap Kasus Kepemilikan Senjata Tajam Untuk Tawuran
Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kabupaten Tangerang, Iwan Firmansyah, mengatakan rencana peninggian atau perbaikan jembatan Kali Ci Jenggot ditargetkan pada tahun 2026.
“Peninggian jembatan Jalan Desa Jenggot direncanakan akan diusulkan pada APBD Perubahan 2026,” kata Iwan.
Ia menegaskan, penyebab utama banjir bukan semata karena jembatan, melainkan tingginya debit air dari hulu Sungai Cidurian yang meluap hingga ke anak sungainya, Ci Jenggot.
“Perbaikan jembatan bertujuan memperlancar aliran air dari Sungai Cidurian ke Ci Jenggot, lalu ke Kali Cipaeh, hingga bermuara ke laut,” jelasnya.
Di tempat yang sama, Kepala BPBD Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik, menyebutkan banjir di Desa Jenggot merendam 179 KK atau 385 jiwa dengan ketinggian air rata-rata setinggi betis orang dewasa.
“Data sementara, sekitar 179 KK atau 385 jiwa terdampak banjir di Desa Jenggot, Kecamatan Mekar Baru,” katanya. (alfian/aditya)




















