SATELITNEWS.COM, TANGERANG – Hujan gerimis yang disertai angin kencang membawa petaka bagi Rusdi, warga Kampung Asem RT 03/RW 01, Desa Kubang, Kecamatan Sukamulya. Sebuah pohon besar tiba-tiba tumbang dan menimpa rumahnya, Minggu (8/2/2026) pagi sekitar pukul 10.00 WIB.
Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa tersebut. Namun, rumah korban mengalami kerusakan parah dengan kerugian materiil yang ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.
Ketua RT 03/RW 01 Kampung Asem, Sukron, mengatakan peristiwa pohon tumbang terjadi saat hujan gerimis mengguyur wilayah tersebut, disertai angin kencang yang datang secara tiba-tiba.
“Peristiwa terjadi sekitar pukul 10.00 WIB. Saat itu hujan gerimis, lalu angin bertiup sangat kencang hingga satu pohon besar tumbang dan menimpa rumah milik Pak Rusdi,” ujar Sukron kepada Satelit News, Minggu (8/2).
Mengetahui salah satu warganya tertimpa musibah, Sukron langsung berkoordinasi dengan pemerintah desa, kecamatan, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang untuk melakukan penanganan darurat.
“Langsung kami laporkan ke pihak desa, kecamatan, dan BPBD. Alhamdulillah, tim cepat diterjunkan untuk membantu evakuasi pohon yang menimpa rumah Pak Rusdi,” katanya.
Baca Juga: Dandim 0510/Tigaraksa Pimpin Upacara HUT ke-81 TNI, Tekankan Prajurit Berjiwa PRIMA
Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik, membenarkan pihaknya telah menurunkan personel dari Pos Balaraja ke lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi.
“Alhamdulillah, pohon sudah berhasil dievakuasi. Personel dari Pos Balaraja kami turunkan dengan membawa gergaji mesin untuk memotong dahan dan batang pohon yang menimpa rumah warga,” ujar Taufik.
Menurutnya, dalam kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa maupun luka. Namun, kerusakan rumah korban terbilang cukup berat.
“Korban jiwa nihil. Namun, rumah milik korban mengalami kerusakan parah dengan kerugian materiil yang diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah,” jelasnya.
Di tempat terpisah, pihak keluarga Rusdi yang diwakili Nurohman menyampaikan bahwa kondisi rumah korban nyaris tidak bisa ditempati. Atap rumah disebut hancur total akibat tertimpa pohon besar.
“Kerusakannya cukup berat, atap rumah hampir 100 persen hancur. Alhamdulillah evakuasi sudah selesai, tetapi sampai sekarang belum ada kepastian bantuan untuk perbaikan rumah,” katanya.
Baca Juga: Bupati Tangerang: Pergantian Kepsek Harus Bawa Semangat dan Gagasan Baru
Nurohman berharap Pemerintah Kabupaten Tangerang, serta pemerintah kecamatan dan desa, dapat segera memberikan solusi terkait perbaikan rumah Rusdi. Pasalnya, korban dan keluarganya kini kebingungan mencari tempat berteduh, terlebih di tengah musim penghujan.
“Kasihan Pak Rusdi dan keluarganya. Di musim hujan seperti ini mereka tidak punya tempat berteduh karena rumahnya hancur tertimpa pohon. Kami berharap pemerintah bisa segera memberikan bantuan perbaikan rumah,” pungkasnya. (alfian/aditya)




















