SATELITNEWS.COM, TANGERANG – Sebuah video singkat berdurasi 39 detik viral di media sosial, menampilkan seorang pelajar SMAN 6 Kabupaten Tangerang mengeluhkan sepeda motornya yang kuncinya dirusak maling. Tak hanya itu, dua motor milik temannya, yakni Honda Beat dan Honda Scoopy, raib digondol pencuri di lokasi yang sama pada Sabtu (7/2) lalu.
Dalam video itu, pelajar yang berada di halaman SMAN 6 di Jalan Raya Aria Jaya Sentika, Kampung Kedong-dong, Desa Pasirnangka, Kecamatan Tigaraksa, menceritakan bahwa motornya dibobol padahal diparkir di lingkungan sekolah. Ia juga menyoroti dua motor temannya yang hilang dicuri.
“Assalamualaikum Pak, maaf mengganggu waktunya. Saya mau kasih info kalau motor saya dibobol orang, tidak tahu siapa itu, padahal ini di lingkungan sekolah loh, Pak. Motor saya tidak bisa dimasukkan kuncinya,” ujar pelajar itu dalam video.
Salah satu guru SMAN 6 Kabupaten Tangerang, Agung, membenarkan peristiwa pencurian sepeda motor tersebut. Menurutnya, terdapat dua motor yang hilang dicuri orang tidak dikenal pada Sabtu (7/2) sore.
“Iya, betul. Peristiwa itu terjadi pada Sabtu sore,” kata Agung kepada Satelit News, Senin (9/2).
Agung menjelaskan, saat kejadian, sekolah tengah menggelar latihan ekstrakurikuler gabungan antara pelajar SMAN 6 dan MAN 1 Kabupaten Tangerang. Sejumlah orang dari luar SMAN 6 hadir dengan mengenakan pakaian bebas, sehingga sulit dikenali.
Baca Juga: Dandim 0510/Tigaraksa Pimpin Upacara HUT ke-81 TNI, Tekankan Prajurit Berjiwa PRIMA
Korban kehilangan motor berasal dari kedua sekolah tersebut. Pihak MAN 1 telah melaporkan peristiwa itu ke Polsek Tigaraksa, sementara korban dari SMAN 6 hanya meminta surat keterangan dari sekolah untuk mengklaim asuransi.
“Kalau pihak korban dari MAN 1 sudah lapor polisi, sedangkan dari SMAN 6 hanya minta surat keterangan untuk klaim asuransi,” jelas Agung.
Agung menambahkan, ini bukan kali pertama sepeda motor pelajar hilang di SMAN 6 Kabupaten Tangerang. Kejadian serupa pernah terjadi pada 2025. Ia pun mengimbau pelajar lebih berhati-hati.
“Ini kedua kalinya, dulu pernah juga tahun 2025,” ujarnya.
Untuk mencegah kejadian serupa, Agung meminta agar ke depan pelajar tidak lagi membawa motor ke sekolah. Menurutnya, SMAN 6 tidak memiliki lahan parkir memadai, dan sebagian besar pelajar belum cukup usia, serta belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM).
“Harapan kami, pelajar tidak membawa sepeda motor ke sekolah. Anak-anak belum memiliki SIM, dan sekolah bukan tempat penitipan kendaraan. Sebaiknya gunakan transportasi umum khusus sekolah, atau diantar oleh keluarga jika menggunakan kendaraan pribadi,” pungkas Agung.
Baca Juga: Bupati Tangerang: Pergantian Kepsek Harus Bawa Semangat dan Gagasan Baru
Sementara itu, Kapolsek Tigaraksa, AKP I Made Arta, menyatakan pihaknya belum menerima laporan terkait kasus tersebut. Ia meminta korban segera melapor agar kasus dapat ditindaklanjuti.
“Sejauh ini kami belum menerima laporan, kami meminta agar pihak korban segera melapor,” katanya. (alfian/aditya)




















