SATELITNEWS.COM, SERANG – Program populis Gubernur Banten Andra Soni, di tahun 2025 dinilai berhasil dan tepat sasaran. Barometernya, karena bisa dirasakan secara langsung oleh masyarakat Banten.
Beberapa kebijakan populis itu yakni, program Bangun Jalan Desa Sejahtera (Bang Andra) dan Sekolah Gratis, yang mulai menunjukkan hasil pada kenaikan angka pertumbuhan pembangunan di Provinsi Banten.
Pengamat kebijakan publik Teguh Aris Munandar mengatakan, eksekusi program oleh Gubernur Banten Andra Soni pada periode setahun ini dinilai tepat sasaran. Program yang dijalankan oleh Pemprov Banten di bawah komandonya, lebih spesifik dan menyentuh akar persoalan di masyarakat.
“Kami melihat ada pergeseran paradigma. Pemprov Banten tahun ini lebih fokus pada pembangunan berbasis kebutuhan, bukan sekadar pembangunan berbasis anggaran,” katanya, Jumat (13/2/2026).
Akademisi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) ini menyebutkan, sejak dilantik tahun 2025 lalu, Program Bang Andra sudah memberikan dampak positif, disektor krusial masyarakat.
“Indikator pembangunan di Provinsi Banten menunjukkan tren positif. Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) sepanjang tahun 2025 mencapai 5,37 persen. Selain itu, angka kemiskinan dan pengangguran mengalami penurunan,” tambahnya.
Baca Juga: Pansel BUMD Provinsi Banten Dituding Kangkangi Aturan, Pengamat Desak Transparansi
Dia menilai, program populis itu menjadi jalan untuk pemerataan infrastruktur di seluruh Banten dan menekan disparitas antara wilayah utara dan selatan. Dalam jangka panjang, kata dia, pemerataan pembangunan di Banten bisa mulai terlihat dan terealisasikan.
“Apalagi, program Bang Andra yang menyasar pembangunan desa mengutamakan akses penghubung untuk mendukung agrikultur. Di Pandeglang dan Lebak, program ini efektif untuk membuka akses pasar, pertanian, termasuk pada layanan dasar masyarakat,” ujarnya.
“Dengan jalan yang layak, hasil bumi seperti kelapa, pisang, padi, sayur-sayuran dan ikan dari Banten selatan dapat sampai ke pasar dalam kondisi segar dengan harga kompetitif, yang secara otomatis meningkatkan ekonomi desa,” sambungnya.
Selain program Bang Andra, kata dia, yaitu keberanian dalam mengintervensi sekolah swasta yang selama ini terkesan diabaikan Pemprov Banten. Buktinya, kata dia, Andra Soni mengambil kebijakan sekolah gratis konvensional yang hanya fokus pada sekolah negeri.
“Andra Soni merangkul 801 SMA, SMK, dan SKh swasta dalam upaya pembangunan manusia. Program ini menjangkau sekitar 60.705 siswa yang tidak tertampung di sekolah negeri,” tuturnya.
“Dampaknya adalah mengurangi beban finansial keluarga kurang mampu yang terpaksa masuk swasta karena kuota negeri yang terbatas,” timpalnya.
Baca Juga: DPRD Banten Pertanyakan Kekosongan Kepsek Hingga Plt Dirut RSUD
Meski demikian, dia mengingatkan agar momentum keberhasilan ini terus dijaga melalui pengawasan yang ketat dan transparan. Keberhasilan program yang tepat sasaran di tahun pertama harus diikuti dengan keberlanjutan agar manfaatnya tidak berhenti di tengah jalan.
“Tahun pertama adalah pembuktian komitmen, tahun kedua adalah tantangan untuk menjaga konsistensi. Banten sudah berada di jalur yang benar,” tukasnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Banten Arlan Marzan mengatakan, alokasi anggaran pembangunan melalui program Bang Andra ditahun 2026 mengalami kenaikan dibanding tahun 2025 kemarin. Artinya, pembangunan ditahun ini akan terus ditingkatkan karena pos anggarannya bertambah.
“Tahun ini ada 31 titik dengan anggaran Rp164 miliar, panjangnya 46 kilometer. Tahun lalu di murni cuma Rp80 miliar dan diperubahan Rp140 miliar, tahun ini di murni sudah Rp164 miliar. Ini pasti akan lebih besar karena biasanya di murni di tambah,” paparnya.
Arlan mengatakan, secara keseluruhan ada sekira seribu kilometer lebih jalan diwilayah perdesaan dan perkotaan yang mengalami kerusakan. Nantinya, pembangunan jalan tersebut akan dikoordinasikan dengan pemerintah daerah setempat agar tidak saling klaim.
“Ruas jalan desa ada Sekitar 1.300 kilometer jalan desa yang rusak, provinsi berapa? kabupaten/kota berapa? Jadi kita berikan stimulan nih buat membangun jalan begitu,” imbuhnya. (adib)



















