SATELITNEWS.COM, TANGERANG — Upaya meningkatkan pelayanan kesehatan darurat di Kabupaten Tangerang terus dilakukan. RSUD Balaraja kini memperluas Instalasi Gawat Darurat (IGD), dari semula 25 tempat tidur menjadi 51 tempat tidur, dengan daya tampung hingga 100 pasien setiap harinya, Rabu (18/2).
Peresmian ruang IGD yang telah diperluas itu dihadiri langsung oleh Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, bersama para kepala OPD, inspektur, asisten daerah, staf ahli, serta camat.
“Alhamdulillah hari ini kami bersama para Kepala OPD, Inspektur, para asisten, staf ahli, dan camat menghadiri undangan Direktur RSUD Balaraja untuk meresmikan IGD. Di mana sebelumnya ruang IGD hanya memiliki 25 tempat tidur, kini menjadi 51 tempat tidur untuk mengakomodir sekitar 100 pasien IGD setiap harinya,” kata Maesyal kepada Satelit News, Rabu (18/2).
Menurutnya, peningkatan kapasitas IGD tersebut merupakan jawaban atas lonjakan kunjungan pasien di RSUD Balaraja yang mencapai sekitar 700 kunjungan per hari. Pertumbuhan jumlah penduduk dan meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan, lanjut dia, harus diimbangi dengan penyediaan fasilitas yang memadai.
Ia pun menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Tangerang agar pelayanan kesehatan tetap menjadi prioritas utama tanpa membedakan status jaminan kesehatan pasien.
“Kalau ada pasien, tangani dulu. Jangan ditanya BPJS atau tidak. Yang penting jiwanya diselamatkan. Setelah itu baru administrasinya diselesaikan. Pemerintah daerah juga masih menganggarkan program Jamkesda untuk membantu masyarakat yang belum terdaftar BPJS,” tegasnya.
Baca Juga: Bupati Tangerang Dorong Bahasa Sunda, Jawa, dan Betawi Jadi Warisan Generasi Muda
Pria yang akrab disapa Rudi Maesyal itu menambahkan, selain meresmikan gedung baru IGD, RSUD Balaraja juga membangun musala baru bernama Al-Taubah. Pembangunan musala tersebut dimaksudkan untuk menyediakan fasilitas ibadah yang lebih representatif bagi pasien, keluarga pasien, maupun pengunjung rumah sakit.
Musala Al-Taubah dibangun di area yang mudah dijangkau dan memiliki kapasitas lebih besar dibandingkan musala sebelumnya.
“Peresmian fasilitas ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan sekaligus memberikan kenyamanan bagi pasien dan keluarga yang berkunjung ke RSUD Balaraja,” jelasnya.
Di tempat yang sama, Direktur RSUD Balaraja, Corah Usman, menjelaskan penambahan kapasitas IGD dilakukan karena tingginya kunjungan pasien darurat, sementara kapasitas sebelumnya terbatas.
“Setiap hari sekitar 100 kunjungan pasien IGD, sedangkan kapasitas yang ada hanya 25 tempat tidur. Penambahan ini juga untuk mengantisipasi antrean pasien rawat inap yang sementara harus ditangani di IGD,” jelasnya.
Ia menambahkan, musala baru tersebut mampu menampung sekitar 100 jemaah dan diperuntukkan bagi pasien rawat jalan, keluarga pasien, serta pengunjung rumah sakit. Pembangunan musala dan renovasi IGD itu didanai dari anggaran BLUD RSUD Balaraja. (alfian/aditya)
Baca Juga: Polsek Pagedangan Ungkap Kasus Kepemilikan Senjata Tajam Untuk Tawuran




















