SATELITNEWS.COM, TANGERANG – Di tengah memanasnya situasi kawasan Timur Tengah akibat konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel sejak Sabtu (27/2) lalu, sebanyak 264 jemaah umrah asal Kabupaten Tangerang dipastikan tetap dapat kembali ke Tanah Air sesuai jadwal.
Kepala Kementerian Jemaah Haji dan Umrah Kabupaten Tangerang, Hasyim, memastikan seluruh jemaah dalam kondisi aman. Saat ini, 264 warga Kabupaten Tangerang tengah menjalankan ibadah umrah di Arab Saudi.
Menurut Hasyim, meskipun ketegangan regional terjadi di kawasan Teluk, kondisi tersebut tidak berdampak signifikan terhadap jadwal kepulangan para jemaah. “Alhamdulillah aman dan tetap sesuai jadwal kepulangan masing-masing jemaah,” kata Hasyim kepada Satelit News, Selasa (3/3/2026).
Ia menjelaskan, berdasarkan laporan dari sejumlah Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU), penerbangan langsung dari Bandara Jeddah maupun Madinah tidak mengalami penundaan. Sementara itu, penundaan terjadi pada sejumlah penerbangan yang transit melalui Doha (Qatar), Oman, dan Kuwait.
“Berdasarkan laporan dari beberapa PPIU, untuk penerbangan langsung dari Bandara Jeddah atau Madinah tidak ada penundaan. Namun yang transit melalui Doha, Qatar, Oman, dan Kuwait ditunda sampai kondisi kembali kondusif,” ujarnya.
Hasyim juga menyampaikan, berdasarkan imbauan resmi dari Kementerian Haji dan Umrah RI, para jemaah umrah asal Indonesia diminta tetap tenang dan mengikuti arahan resmi dari maskapai penerbangan, PPIU, maupun otoritas terkait. Kementerian Haji perwakilan Indonesia di Arab Saudi bersama otoritas setempat terus berupaya memastikan jemaah tetap aman dan terlayani dengan baik.
Baca Juga: Dandim 0510/Tigaraksa Pimpin Upacara HUT ke-81 TNI, Tekankan Prajurit Berjiwa PRIMA
“PPIU tetap menjalin komunikasi aktif dengan Kantor Urusan Haji, KJRI Jeddah ataupun KBRI Riyadh,” tambahnya.
Meski demikian, ia mengingatkan adanya potensi penjadwalan ulang, penundaan, bahkan pembatalan penerbangan menuju dan dari Arab Saudi. “Pastikan status penerbangan secara berkala sebelum berangkat ke bandara,” pesannya.
Hasyim juga meminta keluarga jemaah, baik haji maupun umrah, agar tidak panik. Komunikasi terus dilakukan melalui PPIU masing-masing sehingga setiap perkembangan diperoleh dari saluran resmi dan dapat dipertanggungjawabkan. “Kami mengimbau pihak keluarga agar tetap tenang,” tandasnya. (alfian/aditya)




















