SATELITNEWS.COM, TANGERANG – Duka menyelimuti warga Perumahan Villa Tomang Baru, Desa Gelam Jaya, Kecamatan Pasar Kemis. Seorang remaja bernama Nicholas Jason (18) meninggal dunia diduga akibat tersengat arus listrik saat banjir merendam rumahnya, Minggu (8/3/2026) malam.
Tragedi maut itu terjadi ketika korban berusaha menyelamatkan barang-barang elektronik miliknya dari genangan air yang masuk ke dalam rumah.
Kepala Unit Reserse Kriminal (Kanit Reskrim) Polsek Pasar Kemis, IPDA Ahmad Dasuki, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menjelaskan, kejadian bermula saat korban bersama keluarganya berupaya mengevakuasi sejumlah barang dari rumah yang mulai terendam banjir.
“Pada saat itu korban mencabut perangkat komputer yang terkoneksi dengan arus listrik, kemudian korban tersengat,” kata IPDA Ahmad Dasuki kepada Satelit News, Senin (9/3/2026).
Dasuki mengungkapkan, korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Bunda Sejahtera untuk mendapatkan penanganan medis. Namun setibanya di rumah sakit, tim medis menyatakan korban telah meninggal dunia.
“Kemudian orang tua korban membawa jenazah untuk disemayamkan secara keagamaan,” tuturnya.
Baca Juga: Dandim 0510/Tigaraksa Pimpin Upacara HUT ke-81 TNI, Tekankan Prajurit Berjiwa PRIMA
Sementara itu, hingga saat ini kondisi Perumahan Villa Tomang Baru, Desa Gelam Jaya, Kecamatan Pasar Kemis masih terendam banjir. Ketinggian air dilaporkan mencapai sekitar 1,5 meter. Meski demikian, debit air pada Senin (9/3) terpantau mulai surut dibandingkan sehari sebelumnya yang sempat mencapai 2 meter.
Kendati air mulai menyusut, sebagian besar warga masih bertahan di sejumlah posko pengungsian yang didirikan di musala, balai warga, serta rumah kerabat. Sebagian warga lainnya tampak sibuk mengevakuasi harta benda dari rumah mereka.
Camat Pasar Kemis, Nurhanudin, mengatakan banjir tersebut merendam sedikitnya sembilan rukun warga (RW) di Perumahan Villa Tomang Baru. Tercatat sebanyak 1.820 kepala keluarga (KK) terdampak akibat tingginya curah hujan serta meluapnya aliran Kali Cirarab.
“Untuk pengungsi, sementara yang rumahnya masih terendam dengan ketinggian air di atas satu meter masih berada di tempat pengungsian, belum pulang,” ujar Nurhanudin.
Ia memastikan kebutuhan logistik bagi para korban banjir masih mencukupi untuk beberapa hari ke depan. Meski ketinggian air mulai surut, penurunannya dinilai belum signifikan karena debit air Kali Cirarab masih tinggi, sekitar 170 sentimeter. Kondisi tersebut membuat upaya pompanisasi belum berjalan maksimal.
“Antara Kali Cirarab dengan tanggul airnya sudah melimpah. Selain itu banyak panel pompa yang kondisinya terendam, sehingga dikhawatirkan membahayakan,” jelasnya.
Baca Juga: Bupati Tangerang: Pergantian Kepsek Harus Bawa Semangat dan Gagasan Baru
Nurhanudin mengakui, Perumahan Villa Tomang Baru merupakan salah satu kawasan rawan banjir. Selain dipengaruhi faktor cuaca, kondisi itu juga diperparah oleh sedimentasi aliran sungai serta banyaknya bangunan liar yang berdiri di bantaran Kali Cirarab.
“Pemerintah daerah, baik tingkat kabupaten, provinsi hingga pusat, akan melaksanakan beberapa upaya dalam rangka penanganan banjir di sini,” tegasnya. (alfian)




















