SATELITNEWS.COM, SERANG – Pemprov Banten mulai mencairkan dana Bantuan Provinsi (Banprov), untuk ribuan desa di Provinsi Banten.
Besaran uang yang diterima setiap desa sebesar Rp120 juta, dari pos Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemprov Banten tahun anggaran 2026.
Gubernur Banten Andra Soni mengatakan, Banprov tersebut sepenuhnya diberikan untuk membangun desa, sebagaimana diamanatkan Presiden Prabowo Subianto, yaitu gerak pembangunan dimulai dari perdesaan. Adapun besaran anggaran yang diberikan, yaitu sebesar Rp120 juta untuk satu desa.
“Pembangunan desa sebagai strategi utama untuk pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan. Langkah ini sekaligus menjadi wujud implementasi poin keenam Asta Cita Presiden Prabowo Subianto,” katanya, Rabu (11/3/2026).
Andra meyakini, penyertaan bantuan keuangan untuk semua pemerintahan desa di Provinsi Banten, bisa menjadi jalan keluar menyelesaikan persoalan disparitas.
Oleh karena itu, dia meminta kepada para Kades agar menggunakan dana tersebut sesuai peruntukannya.
Baca Juga: Ratusan Guru Ngaji Dapat Insentif, Andra: Mengaji Wajib, Bukan Ekskul
”Kepedulian terhadap pemerintah desa adalah hal utama. Fokus saya adalah membangun desa untuk mengikis disparitas antara desa dan kota,” tambahnya.
Andra menjelaskan, intervensi pembangunan desa sejalan dengan kewenangan gubernur sebagai wakil pemerintah pusat di daerah.
Beberapa program unggulan yang menyentuh langsung masyarakat desa meliputi, Bangun Jalan Desa Sejahtera (Bang Andra), Pos Pelayanan Desa Sejahtera (Posyandra), peningkatan Bantuan Keuangan Desa, hingga program sekolah gratis untuk SMA, SMK dan SKh swasta serta program Satu Desa Satu Sarjana.
”Selama ini, Pemerintah Desa selalu kesulitan berkembang karena lebih fokus pada urusan administratif dan menghadapi masalah keterbatasan anggaran, sehingga berdampak pada tingginya angka urbanisasi serta tidak terurusnya infrastruktur dasar salah satunya jalan dan saluran irigasi,” paparnya.
Andra menargetkan, semua desa di Banten dapat terkoneksi dengan infrastruktur yang memadai, agar pelayanan kepada masyarakat dapat dimaksimalkan.
Hingga saat ini, lanjutnya, Pemprov Banten telah menerima sebanyak 2.000 usulan pembangunan jalan desa melalui program Bangun Jalan Desa Sejahtera (Bang Andra).
Baca Juga: Dua Mantan Kapolda Banten Berturut-turut Jadi Kapolri, Andra Soni Turut Bangga
”Desa patut diperjuangkan karena memiliki banyak potensi, mulai dari pariwisata hingga pendidikan. Kami juga akan memberikan penghargaan (reward) bagi desa-desa yang memiliki kelebihan atau inovasi khusus,” tukasnya.
Kepala Desa Rancateureup, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, Tati Mulyati mengatakan, ada beberapa program Pemprov Banten yang menjadi terobosan baru. Yaitu program pendidikan satu deda satu sarjana yang digagas Gubernur Banten Andra Soni.
”Program Satu Desa Satu Sarjana dan Program Sekolah Gratis, sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat kami. Program ini membantu warga tidak mampu untuk menempuh pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,” pungkasnya.
Kepala Desa Bayah Timur, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak Rafik Rahmat Taufik mengucapkan terima kasih atas kebijakan Pemprov yang menaikkan Bantuan Keuangan Desa dari Rp100 juta menjadi Rp120 juta.
”Kami berharap program yang berfokus di desa seperti bangun jalan desa sejahtera (Bang Andra), Posyandra, dan Penanganan Sarana Umum (PSU) mampu mempercepat pemerataan dan mengurangi ketimpangan,” tandasnya.
Kepala Desa Bojong Menteng, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Ajat Sudrajat mengatakan, bantuan keuangan provinsi sangat menunjang pengembangan desanya yang berada di dekat Terminal Ciboleger, kawasan transit pariwisata Suku Baduy.
”Alhamdulillah, bantuan ini sangat membantu memajukan infrastruktur serta memfasilitasi pembinaan UMKM dan pemandu wisata,” imbuhnya.(adib)




















