SATELITNEWS.COM, TANGERANG — Pemerintah Kabupaten Tangerang berencana mempercepat pemasangan penerangan jalan umum (PJU) di seluruh ruas jalan pada tahun 2026. Program ini mencakup jalan tingkat kabupaten, kecamatan, hingga kelurahan dan desa.
Untuk mewujudkan percepatan tersebut, Pemkab Tangerang akan menggandeng pihak ketiga dengan estimasi anggaran sekitar Rp20 miliar per tahun. Skema kerja sama itu dirancang untuk jangka waktu pembayaran bertahap selama lima hingga sepuluh tahun ke depan.
Langkah tersebut diambil untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan mobilitas warga, sekaligus menekan angka kriminalitas di wilayah Kabupaten Tangerang.
Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, mengatakan pemasangan PJU akan dilakukan melalui skema pembiayaan bersama pihak ketiga agar pembangunan dapat dipercepat tanpa membebani kas daerah secara besar dalam satu waktu.
“Nanti seluruh jalan, mulai dari jalan kabupaten, kecamatan, hingga desa, akan kita terangi dengan PJU. Kami akan bekerja sama dengan pihak ketiga, dengan skema pembayaran yang disesuaikan, apakah dalam jangka waktu lima tahun atau sepuluh tahun,” kata Maesyal kepada Satelit News, Kamis (12/3/2026).
Meski demikian, ia menegaskan nilai proyek tersebut tetap akan disesuaikan dengan kemampuan fiskal daerah. Melalui skema ini, pembangunan fisik PJU ditargetkan rampung hanya dalam satu tahun, sementara pembayarannya dilakukan secara bertahap oleh pemerintah daerah sesuai kesepakatan jangka panjang.
Baca Juga: Dandim 0510/Tigaraksa Pimpin Upacara HUT ke-81 TNI, Tekankan Prajurit Berjiwa PRIMA
“Kita lihat kemampuan daerah. Misalnya setahun bayar berapa, apakah Rp20 miliar atau lebih. Pihak ketiga yang membangun dulu semuanya dalam satu tahun agar langsung terang, baru kita bayar secara bertahap selama lima hingga sepuluh tahun ke depan,” tambahnya.
Maesyal menegaskan, orientasi utama program ini bukan sekadar pembangunan infrastruktur, tetapi juga memberikan dampak sosial bagi masyarakat. Penerangan jalan dinilai penting untuk menekan potensi tindak kriminal seperti begal serta meminimalkan risiko kecelakaan lalu lintas.
“Yang paling penting adalah warga bisa menikmati kenyamanan. Kalau terang, keselamatan terjaga dan potensi kriminalitas seperti begal bisa kita tekan. Ini bagian dari upaya kami mewujudkan kesejahteraan bagi rakyat,” tegasnya.
Menurut Maesyal, Kabupaten Tangerang bukan menjadi pionir tunggal dalam skema kerja sama tersebut. Ia menyebut model serupa telah sukses diterapkan di beberapa daerah seperti Madiun dan Bandung. Dengan metode ini, ia berharap seluruh jalan di Kabupaten Tangerang hingga pelosok desa dapat segera diterangi.
“Kabupaten Tangerang optimistis dapat segera mewujudkan wilayah yang lebih aman dan terang di malam hari,” tandasnya.
Di tempat terpisah, salah satu warga Kampung Kutruk, Desa Kutruk, Kecamatan Jambe, Arsita, mengaku hingga saat ini jalan di wilayahnya masih gelap karena banyak PJU yang rusak dan belum diperbaiki.
Baca Juga: Bupati Tangerang: Pergantian Kepsek Harus Bawa Semangat dan Gagasan Baru
“Apabila hal itu benar terjadi, tentunya lebih baik. Jadi seluruh jalan di Kabupaten Tangerang bisa terang benderang. Tidak seperti sekarang, ada yang terang ada yang gelap. Di kampung saya masih gelap karena belum diperbaiki,” ujarnya. (alfian/aditya)




















