SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Timnas Inggris keok 0-1 dari Timnas Jepang di ajang uji coba. Rekor buruk buat Tim Three Lions, pertama kali kalah dari tim Asia.
Inggris vs Jepang berlangsung di Wembley Stadium pada Rabu (1/4/2026) dini hari WIB. Ini jadi laga uji coba terakhir masing-masing tim jelang Piala Dunia 2026. Jepang mampu menang dengan skor 1-0. Gol tunggal dicetak oleh Kaouro Mitoma di menit ke-23.
Timnas Inggris sedianya mendominasi. Manajer Thomas Tuchel lakukan banyak eksperimen termasuk tiada Harry Kane.
Inggris dominasi dalam penguasaan bola 75 persen berbanding 25 persen. Shots on target Inggris juga lebih banyak dibanding Jepang yakni empat berbanding tiga. Namun, Samurai Biru tampil lebih disiplin. Mereka bertahan rapat dan andalkan serangan balik.
Dilansir dari ESPN, kekalahan Inggris dari Jepang itu jadi rekor buruk buat Tim Tiga Singa. Pertama kalinya, mereka kalah lawan timnas dari Asia.
Inggris sudah jalani 11 laga kontra timnas dari Asia. Sebelum hadapi Jepang, mereka bermain imbang 1-1 kontra Korea Selatan pada 2002.
Baca Juga: Fajar/Fikri Lanjut ke Perempatfinal, Bidik Fokus Lebih Tajam
Kemenangan Jepang itu juga jadi sejarah bagi Negeri Sakura. Sejak pertemuan pertama kontra Inggris di tahun 1955, Jepang belum pernah menang dari tiga pertemuan dengan hasil sekali imbang dan dua kali kalah. Maka Samurai Biru, sepertinya bisa jadi ancaman nyata di Piala Dunia 2026 nanti.
Bersama Tuchel, Inggris belum pernah menang melawan tim di 20 besar. Jepang merupakan tim peringkat 18 dunia. Samurai Biru pun tercatat sebagai tim Asia pertama yang mengalahkan Inggris.
Satu lagi tim 20 besar yang dihadapi Inggris di era Tuchel adalah Senegal. Menghadapi tim peringkat 14 itu pada jeda internasional bulan Juni lalu, Inggris justru kalah 1-3.
Inggris memang superior di Kualifikasi Piala Dunia 2026 dengan menyapu bersih delapan kemenangan plus tanpa kebobolan. Namun, lawan terberat adalah Serbia (peringkat 39) yang Inggris kalahkan dengan skor 5-0 di laga tandang dan 2-0 di Wembley.
Keraguan soal kemampuan Inggris menghadapi tim-tim kuat pun mengemuka. Namun, Tuchel berdalih bahwa Inggris kehilangan banyak pemain karena cedera. “Saya kecewa, semuanya juga. Saya tahu kami punya ujian berat di jendela kali ini karena pemain-pemain kami sudah berat di level klub dan di sepakbola Eropa di liga yang paling berat secara fisik,” ujar Tuchel seperti dilansir BBC.
“Kami main melawan dua tim 20 besar, dilatih dengan baik dan lawan yang sangat bagus yang datang dengan susunan pemain terbaiknya.”
Baca Juga: Jelang Indonesia Super League, Ramalingom Tumpuan Lini Depan Persita
“Kami punya peluang-peluang besar di tengah pemusatan latihan, tiba-tiba setelah pertandingan (melawan Uruguay) ada tujuh atau delapan pemain yang cedera dan harus mundur.”
“Itu bukan alasan, ini cuma penjelasan kenapa semua tidak berjalan mulus dan sempurna di level tertinggi yang kami harapkan,” kata Tuchel. (dm)

















