SATELITNEWS.COM, TANGERANG — Tumpukan sampah yang menggunung di sebuah lahan kosong di Desa Pasanggrahan, Kecamatan Solear, kian meresahkan warga. Lokasi yang diduga menjadi tempat pembuangan sampah (TPS) ilegal itu tak hanya mengganggu pemandangan, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran akan dampak kesehatan.
Pantauan pada Kamis (2/4), sampah terlihat menumpuk tanpa pengelolaan yang jelas. Bau tak sedap menyebar hingga ke permukiman warga, bahkan masuk ke dalam rumah.
Salah satu warga, Mirza (53), mengatakan kondisi tersebut sudah lama dikeluhkan masyarakat. Namun hingga kini, aktivitas pembuangan sampah di lokasi itu masih terus berlangsung.
“Sudah lama dikeluhkan. Aktivitas pembuangan sampah di lokasi tersebut masih terus berlangsung dan kian meresahkan warga, karena menimbulkan aroma bau tak sedap hingga ke dalam rumah-rumah,” kata Mirza kepada Satelit News, Rabu (2/4/2026).
Ia berharap Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) maupun pihak Kecamatan Solear segera turun tangan untuk menertibkan TPS ilegal tersebut.
Kondisi semakin mengkhawatirkan saat musim hujan tiba. Air lindih atau limbah dari tumpukan sampah kerap mengalir ke permukiman warga, berpotensi membawa berbagai penyakit.
Baca Juga: Dandim 0510/Tigaraksa Pimpin Upacara HUT ke-81 TNI, Tekankan Prajurit Berjiwa PRIMA
Menurut Mirza, meski sudah sering dikeluhkan, aktivitas pembuangan sampah masih berlangsung secara terang-terangan setiap hari. “Setiap hari ada saja mobil yang buang sampah di situ. Pagi sampai siang, tidak pernah sepi. Sampahnya terus bertambah,” ujarnya.
Keluhan serupa disampaikan warga lainnya, Zaenudin. Ia menilai keberadaan TPS liar tersebut tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga membahayakan kesehatan masyarakat.
“Selain bau tidak sedap, keberadaan TPS liar dikhawatirkan dapat mengganggu kesehatan masyarakat, seperti ISPA ataupun diare,” katanya.
Warga pun mendesak pemerintah daerah segera mengambil langkah tegas untuk menghentikan aktivitas pembuangan sampah ilegal tersebut sebelum dampaknya semakin meluas.(alfian/aditya)




















