SATELITNEWS.COM, SERANG – Pemprov Banten, menaruh perhatian terhadap sektor usaha yang ditekuni para perempuan di Banten. Harapannya, agar bisa menjadi salah satu sektor pendorong kemandirian perekonomian masyarakat.
Wakil Gubernur (Wagub) Banten Achmad Dimyati Natakusumah mengatakan, keterlibatan Pemprov Banten dalam kemandirian usaha perempuan yaitu, dengan mendukung pembentukan federasi Bisnis Profesional Wanita Indonesia (BPWI) wilayah Banten.
Organisasi itu, kata dia, bisa menjadi wadah bagi perempuan yang ingin membuka usaha atau sedang menjalankan usaha diberbagai bidang.
“Jaringan BPWI ini, tidak hanya skala nasional, tapi juga sudah internasional dan diakui oleh PBB. Artinya, peran BPWI sangat besar dalam membantu pemerintah dalam mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat, terutama kaum perempuan,” katanya, Selasa (7/4/2026).
Dimyati mengatakan, ditengah kemajuan teknologi dan digitalisasi saat ini, berbagai pintu usaha terbuka lebar dengan peluang bisnis yang sana tanpa membedakan gender. Oleh karena itu, perempuan di Banten bisa memulai atau menjalankan usaha dari skala rumahan terlebih dahulu.
“Bagi perempuan dan ibu rumah tangga bisa memulai usaha dari lingkup terkecil atau home industry seperti kerajian, menjahit sampai kuliner sehingga mereka bisa menjadi lebih produktif. Apalagi perempuan itu biasanya lebih aktif di medsos. Ini bisa menjadi modal awal mereka untuk bisa memulai usaha dari rumah,” tambahnya.
Baca Juga: DPRD Banten Pertanyakan Kekosongan Kepsek Hingga Plt Dirut RSUD
Dimyati juga menilai, ada beberapa kelebihan yang bisa dimanfaatkan oleh perempuan untuk mengembangkan usahanya, salah satunya mudah mendapatkan kepercayaan dari konsumen.
“Berbeda dari laki-laki, makanya kalau usaha diserahkan kepada perempuan, Insya Allah mereka amanah dan profesional,” ujarnya.
Terkait keterlibatan Pemprov Banten, Dimyati mengakui bahwa pihaknya terus memberikan perhatian terhadap kegiatan usaha, terutama kalangan perempuan.
Buktinya, mulai dari memberikan pelatihan sampai memberikan stimulan bantuan peralatan usaha.
“Termasuk mempermudah akses permodalan di perbankan,” tutupnya.
Presiden BPWI wilayah Banten periode 2025-2028, Irna Narulita mengatakan, tujuan utama dibentuknya organisasi ini agar bisa menjadi wadah bagi perempuan di Banten yang ingin menjalankan kemandirian berusaha.
Baca Juga: Pemprov Banten Janji Segera Isi Kekosongan Jabatan Kepsek
“Semakin banyaknya organisasi kewanitaan, maka akan mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat. Apalagi organisasi BPWI ini, sudah berdiri sejak 1930 an. Maka dari itu, saya tertarik untuk mengikutinya,” tuturnya.
Irna meyakini, organisasi tersebut bisa menjadi salah satu gerbong kemandirian usaha bagi perempuan di Banten. Dengan catatan, semua anggota dan instansi terkait saling menjaga komitmen, khususnya dalam hal kemandirian ekonomi.
“Saya yakin di Banten ini banyak perempuan yang produktif berwirausaha, tinggal kita mengoptimalkannya agar bisa lebih besar kebermanfaatannya bagi perempuan lainnya di Banten,” tukasnya.
Presiden BPWI Giwo Rubianto Wiyogo meyakini, BPWI Klub Banten bisa maju dengan berbagai program unggulannya dalam pemberdayaan wirausaha perempuan dalam berbagai sektor. Terlebih, Ketua BPWI Wilayah Banten Irna Narulita, kaya akan jam terbang dalam memimpin berbagai organisasi.
“Sebelumnya ibu Irna juga sudah menuntun ibu-ibu BPWI Banten, mengikuti pelatihan AI bersama ICT Watch, sebuah organisasi masyarakat sipil yang fokus pada peningkatan literasi digital,” imbuhnya. (adib)



















