SATELITNEWS.COM, TANGERANG — Diduga akibat korsleting listrik pada mesin, sebuah industri penyuplai bahan bakar diesel milik PT Sanmaru Indo Energi di Kawasan Industri Suka Asih, Kecamatan Pasar Kemis, hangus terbakar, Senin (13/4) malam sekitar pukul 23.03 WIB. Akibat kebakaran tersebut, pemilik mengalami kerugian material mencapai Rp150 juta.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik, membenarkan peristiwa kebakaran yang menimpa industri penyuplai bahan bakar diesel di wilayah Kecamatan Pasar Kemis tersebut. Beruntung, dalam kejadian itu tidak ada korban jiwa maupun luka.
“Betul, terjadi kebakaran. Namun, tidak ada korban jiwa ataupun luka,” kata Achmad Taufik kepada Satelit News, Selasa (14/4/2026).
Taufik menjelaskan, pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 23.03 WIB. Setelah menerima laporan, petugas langsung meluncur ke lokasi dengan mengerahkan sebanyak 30 personel untuk memadamkan api yang menyelimuti area industri tersebut.
“Kami tiba di lokasi sekitar pukul 23.22 WIB dengan mengerahkan 30 personel Damkar dari Mako Curug, Balaraja, Pasar Kemis, dan Rajeg,” ujarnya.
Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan upaya pemadaman. Namun, proses pemadaman sempat mengalami kendala karena api sulit dikendalikan, mengingat banyaknya bahan bakar diesel di dalam lokasi industri.
Baca Juga: Dandim 0510/Tigaraksa Pimpin Upacara HUT ke-81 TNI, Tekankan Prajurit Berjiwa PRIMA
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa atau luka. Hanya saja api sulit dipadamkan karena di dalam terdapat banyak bahan bakar diesel,” ungkapnya.
Setelah berjibaku selama berjam-jam, petugas akhirnya berhasil memadamkan api. Meski demikian, kerugian material yang dialami pemilik cukup besar.
“Kerugian material akibat kebakaran mencapai Rp150 juta,” katanya.
Di tempat yang sama, Komandan Regu Damkar, Suprianto, menambahkan bahwa kebakaran diduga dipicu korsleting listrik pada mesin. Percikan dari kabel kemudian menyambar bahan yang mudah terbakar hingga memicu kobaran api besar yang melanda industri tersebut.
“Dugaan sementara akibat terjadinya korsleting listrik,” katanya. (alfian/aditya)




















