SATELITNEWS.COM, TANGERANG – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Tangerang menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Khotib Profesional Inovatif sebagai bagian dari tanggung jawab moral dalam pembinaan umat. Kegiatan ini digelar di Aula Kantor MUI Kabupaten Tangerang, Selasa (21/4/2026), dengan tujuan meningkatkan kapasitas, kualitas, serta profesionalitas para khotib di wilayah tersebut.
Ketua MUI Kabupaten Tangerang, KH. Moch. Ues Nawawi Gofar, menjelaskan kegiatan ini dimaksudkan untuk menyelenggarakan pembinaan dan peningkatan kapasitas khotib agar memiliki kemampuan dakwah yang profesional, moderat, dan berkualitas. Adapun tujuannya meliputi peningkatan kompetensi dalam menyusun materi khutbah yang sistematis dan relevan, penguatan kemampuan komunikasi dan retorika dakwah, serta penumbuhan pemahaman keislaman yang moderat dan menyejukkan.
Selain itu, lanjut KH Ues, kegiatan ini juga diarahkan untuk membentuk jaringan khotib profesional di Kabupaten Tangerang serta mendukung terciptanya khutbah yang edukatif, inspiratif, dan solutif bagi masyarakat. Mengusung tema “Meningkatkan Profesionalitas Khotib dalam Mewujudkan Dakwah yang Moderat, Mencerahkan, dan Menyejukkan Umat”, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat peran khotib dalam kehidupan umat.
“Sebanyak 101 peserta mengikuti kegiatan ini. Mereka terdiri dari 10 pengurus MUI Kabupaten, 87 pengurus MUI kecamatan se-Kabupaten Tangerang (masing-masing diwakili tiga orang), serta perwakilan organisasi sosial keagamaan seperti Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, FSPP, dan DMI tingkat kabupaten, masing-masing satu orang. Seluruh peserta berasal dari berbagai kecamatan di Kabupaten Tangerang,” ungkapnya kepada Satelit News usai acara, Selasa (21/4/2026).
Dalam konteks ini, lanjut KH Ues, peran ulama, dai, dan khotib sangat strategis sebagai agen perubahan sosial yang mampu memberikan pencerahan, membangun kesadaran kolektif umat, serta memperkuat nilai-nilai keislaman yang rahmatan lil‘alamin di tengah dinamika kehidupan masyarakat modern.

Kata dia, Khutbah Jumat merupakan salah satu sarana dakwah yang sangat strategis dalam membina umat Islam. Melalui khutbah, khotib memiliki peran penting dalam menyampaikan pesan-pesan keagamaan, membangun akhlak umat, serta memberikan pencerahan terhadap berbagai persoalan sosial kemasyarakatan.
Baca Juga: Dandim 0510/Tigaraksa Pimpin Upacara HUT ke-81 TNI, Tekankan Prajurit Berjiwa PRIMA
“Seiring dengan perkembangan zaman, serta tantangan kehidupan masyarakat yang semakin kompleks, diperlukan khotib yang tidak hanya memiliki pemahaman keagamaan yang baik, tetapi juga mampu menyampaikan khutbah secara komunikatif, moderat, serta relevan dengan kondisi masyarakat,” jelasnya.
“Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Tangerang sebagai lembaga yang memiliki tanggung jawab moral dalam pembinaan umat, memandang perlu menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Khotib Profesional guna meningkatkan kapasitas, kualitas, serta profesionalitas para khotib di wilayah Kabupaten Tangerang,” imbuhnya.
Dalam Bimtek ini, sejumlah materi disampaikan, di antaranya peran strategis khotib dalam pembinaan umat, fiqih khutbah Jumat, teknik penyusunan materi khutbah yang aktual, retorika dan teknik komunikasi dakwah, dakwah moderasi beragama, hingga praktik penyampaian khutbah melalui simulasi.
“Melalui berbagai peran dan fungsinya, MUI diharapkan terus menjadi lembaga yang memberikan kontribusi nyata dalam pembinaan umat, penguatan nilai-nilai keislaman yang moderat, serta menjaga harmoni kehidupan beragama di Indonesia,” katanya.
Di akhir, KH Ues mengungkapkan bahwa kegiatan ini berlandaskan Al-Qur’an dan As-Sunnah, program kerja MUI Kabupaten Tangerang masa khidmat 2022–2027, serta keputusan Rapat Dewan Pimpinan MUI Kabupaten Tangerang.

Sementara itu, Narasumber Bimtek Khotib Profesional Inovatif, KH.E. Syibli Syarjaya selaku Ketua Dewan Pertimbangan MUI Provinsi Banten berpesan, seorang khotib harus mempunyai pemahaman yang menyeluruh tentang materi yang akan disampaikannya.
Baca Juga: Bupati Tangerang: Pergantian Kepsek Harus Bawa Semangat dan Gagasan Baru
“Seorang khotib harus mempunyai integritas, ketika dia menyampaikan tentang kebaikan, maka apa yang dia sampaikan adalah merupakan amaliah kesehariannya. Ketika menyampaikan ayat, maka harus di baca secara menyeluruh tidak hanya artinya dalam Bahasa Indonesia saja,” pungkasnya. (aditya)




















