SATELITNEWS.COM, TANGERANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang memberikan uang saku atau kadedeuh kepada 2.090 Jemaah Haji di Kabupaten Tangerang sebesar Rp750.000 per orang. Jumlah ini meningkat dibanding tahun lalu yang hanya Rp500.000 per orang.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kabupaten Tangerang, Chaidir, menyampaikan rasa syukurnya atas persiapan pemberangkatan haji tahun 2026, yang berjalan dengan baik hingga kini. Ia menjelaskan, total jemaah haji Kabupaten Tangerang mencapai 2.090 orang yang terbagi dalam tujuh kelompok terbang (kloter).
“Insya Allah akan diberangkatkan dalam dua gelombang. Gelombang pertama terdiri dari tiga kloter, dan gelombang kedua empat kloter. Untuk kloter awal, yakni kloter 5, dijadwalkan berangkat pada Sabtu malam, 25 April 2026, sekitar selepas Magrib. Rencananya akan dilepas langsung oleh Pak Bupati Tangerang,” ujarnya kepada Satelit News, Kamis (23/4/2026)
Selain jadwal keberangkatan, Chaidir juga menegaskan, adanya perhatian dari Pemerintah Kabupaten Tangerang berupa uang saku atau kadedeuh bagi para jemaah.
“Alhamdulillah, Pak Bupati juga memberikan uang saku kadedeuh Rp750 ribu per orang. Mudah-mudahan cukup, yang penting ini bentuk perhatian dari Pemerintah Daerah kepada jemaah haji Kabupaten Tangerang,” katanya.
Ia menjelaskan, pencairan dana tersebut masih menunggu Surat Keputusan (SK) dari Bagian Hukum Sekretariat Daerah Kabupaten Tangerang. Setelah SK terbit, dana akan langsung ditransfer ke rekening masing-masing jemaah.
Baca Juga: Dandim 0510/Tigaraksa Pimpin Upacara HUT ke-81 TNI, Tekankan Prajurit Berjiwa PRIMA
Tak hanya itu, Pemkab Tangerang juga menyiapkan petugas haji daerah sebanyak kurang lebih delapan orang. Petugas ini berasal dari unsur Pemerintah Daerah, serta tenaga kesehatan dari puskesmas atau dinas kesehatan.
“Mereka akan membantu proses kesehatan, baik sejak di Indonesia, dalam perjalanan, maupun selama pelaksanaan ibadah haji di Tanah Suci,” jelasnya.
Menanggapi pertanyaan terkait peran petugas haji daerah, Chaidir menyebut sebagian di antaranya merupakan tim medis. Hal ini penting mengingat mayoritas jemaah haji berusia lanjut dan membutuhkan penanganan kesehatan yang cepat dan tepat.
“Tim medis ini untuk mengantisipasi kondisi jemaah yang rata-rata lanjut usia, sehingga jika terjadi sesuatu bisa segera ditangani,” tambahnya.
Sementara itu, terkait pembiayaan petugas haji daerah, ia mengatakan anggarannya hampir setara dengan biaya haji pada umumnya, karena mereka masuk dalam kategori petugas yang mendampingi jemaah.
Adapun untuk dukungan anggaran pemberangkatan, Pemkab Tangerang telah menghibahkan dana kepada Kementerian Haji dan Umrah. Dana tersebut digunakan untuk kebutuhan teknis seperti transportasi menuju embarkasi hingga ke bandara.
Baca Juga: Bupati Tangerang: Pergantian Kepsek Harus Bawa Semangat dan Gagasan Baru
“Untuk nilai hibahnya, nanti akan kami cek kembali secara rinci. Yang jelas, dana itu sudah diserahkan untuk mendukung proses pemberangkatan jemaah,” pungkasnya. (aditya)




















