SATELITNEWS.COM, TANGERANG – Hubungan ekonomi Indonesia dan Jepang terus menunjukkan penguatan. Di tengah realisasi investasi asing langsung (Foreign Direct Investment/FDI) Jepang di Indonesia yang mencapai USD3,12 miliar atau sekitar Rp50 triliun sepanjang 2025, Living Lab Ventures (LLV) mengambil langkah strategis dengan menggandeng PT Nihon M&A Center Indonesia (NMAI) untuk memperluas konektivitas investasi dan membuka peluang bisnis lintas negara.
Kemitraan tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) oleh Partner Living Lab Ventures, Bayu Seto, dan President Director PT Nihon M&A Center Indonesia, Kosuke Kawata, pada Jumat (31/7) di Marketing Office Sinar Mas Land, BSD City.
Living Lab Ventures merupakan corporate venture capital (CVC) milik Sinar Mas Land, sedangkan NMAI merupakan bagian dari Nihon M&A Center Holdings Inc., perusahaan penasihat merger dan akuisisi (M&A) asal Jepang yang telah berpengalaman lebih dari tiga dekade. Perusahaan tersebut memiliki rekam jejak memfasilitasi berbagai transaksi domestik maupun internasional, didukung jaringan yang luas di kawasan ASEAN serta hubungan dengan perusahaan Jepang, institusi keuangan, dan mitra investasi.
Melalui kemitraan ini, kedua pihak akan memperkuat konektivitas investasi, membuka lebih banyak peluang pertumbuhan, serta mendorong ekspansi bisnis antara Indonesia dan Jepang.
Kolaborasi tersebut sejalan dengan semakin eratnya hubungan investasi kedua negara. Berdasarkan data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, sepanjang 2025 realisasi FDI Jepang di Indonesia mencapai USD3,12 miliar atau sekitar Rp50 triliun. Capaian tersebut mencerminkan tingginya minat investor Jepang terhadap potensi pasar Indonesia sekaligus membuka peluang lebih besar bagi perusahaan dan startup nasional untuk menjalin kolaborasi strategis dengan mitra asal Jepang.
Menjawab momentum tersebut, Living Lab Ventures menggandeng NMAI yang didukung pengalaman grupnya dalam memfasilitasi lebih dari 10.000 transaksi merger dan akuisisi. Melalui kerja sama ini, LLV akan memanfaatkan jaringan korporasi, investor, dan ekosistem bisnis NMAI untuk mengidentifikasi peluang investasi sekaligus memperluas akses perusahaan dan startup Indonesia ke pasar Jepang.
Baca Juga: Bupati Tangerang: Pergantian Kepsek Harus Bawa Semangat dan Gagasan Baru
Partner Living Lab Ventures, Bayu Seto, mengatakan Jepang selama ini menjadi salah satu mitra strategis terpenting Indonesia dalam investasi dan pengembangan bisnis.
“Jepang telah lama menjadi salah satu mitra strategis terpenting Indonesia dalam bidang investasi dan pengembangan bisnis. Melalui kolaborasi dengan PT Nihon M&A Center Indonesia, kami memperoleh akses ke salah satu jaringan M&A terbesar di Jepang yang memungkinkan kami menghubungkan perusahaan dan startup Indonesia dengan korporasi serta investor strategis Jepang secara lebih efektif,” ujar Bayu Seto dalam keterangan tertulisnya kepada Satelit News, Senin (3/8/2026)
Lanjut Bayu, kemitraan ini semakin memperkuat peran LLV sebagai platform investasi lintas negara, sekaligus membuka peluang yang lebih luas bagi kolaborasi, investasi, dan pertumbuhan bisnis jangka panjang antara Indonesia dan Jepang.
“Berbasis di BSD City, salah satu ekosistem inovasi terdepan di Indonesia, LLV secara aktif menghubungkan perusahaan global, investor, dan pelaku usaha dengan berbagai peluang kolaborasi dan ekspansi di salah satu kawasan dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di Asia Tenggara,” imbuh Bayu Seto.
Sementara itu, President Director PT Nihon M&A Center Indonesia, Kosuke Kawata, menyambut baik kolaborasi tersebut sebagai langkah penting dalam memperkuat aktivitas perusahaan di Indonesia.
“Kami merasa terhormat dapat menjalin kemitraan dengan LLV, strategic investment arm dari Sinar Mas Land, salah satu kelompok usaha properti terkemuka di Indonesia. Kolaborasi ini merupakan langkah penting dalam memperkuat aktivitas kami di Indonesia, sekaligus memperluas peluang investasi, serta merger dan akuisisi lintas negara antara Indonesia dan Jepang,” kata Kosuke Kawata.
Baca Juga: Pria di Sepatan Ditemukan Tewas Bersimbah Darah, Polisi Buru Pelaku Pembunuhan
“Dengan menggabungkan kapabilitas investasi dan kekuatan ekosistem LLV di Indonesia dengan jaringan korporasi Jepang serta keahlian advisory yang kami miliki, kami berharap dapat menciptakan nilai jangka panjang dan mendukung pertumbuhan bisnis di kedua negara,” imbuhnya.
Dalam implementasinya, kedua pihak akan memberikan dukungan bagi perusahaan Jepang yang ingin mengembangkan bisnis di Indonesia sekaligus membuka akses yang lebih luas bagi perusahaan Indonesia untuk menjalin kemitraan dengan investor strategis dan korporasi di Jepang.
Kolaborasi tersebut akan diwujudkan melalui diskusi strategis secara berkala, pengembangan proyek bersama, serta penunjukan perwakilan dari masing-masing pihak untuk memastikan setiap inisiatif berjalan efektif. Setiap peluang kerja sama yang tercipta akan ditindaklanjuti melalui perjanjian definitif sesuai kebutuhan dan kepentingan strategis kedua belah pihak.
Kemitraan ini sekaligus memperkuat posisi Living Lab Ventures sebagai platform investasi yang menghubungkan ekosistem inovasi Indonesia dengan jaringan bisnis global. Melalui kekuatan ekosistem bisnis terintegrasi milik Sinar Mas Land yang dipadukan dengan jaringan korporasi Nihon M&A Center, LLV terus memperkuat perannya sebagai penghubung investasi, kolaborasi bisnis, dan inovasi lintas negara antara Indonesia dan Jepang, sekaligus membuka lebih banyak peluang bagi perusahaan di kedua negara untuk tumbuh dan berekspansi ke pasar internasional.
Sejak berdiri pada 2020, Living Lab Ventures terus memperkuat perannya sebagai platform investasi yang mendukung pertumbuhan startup dan perusahaan berpotensi tinggi melalui investasi strategis, akses terhadap ekosistem bisnis, serta jaringan kemitraan global. Hingga kini, LLV telah mengelola pendanaan dan portofolio perusahaan senilai lebih dari USD100 juta yang dialokasikan untuk mendukung berbagai peluang investasi dan pertumbuhan bisnis di beragam sektor.
Berbasis di BSD City, LLV terus memperluas konektivitas antara startup, korporasi, investor, dan mitra global guna mendorong lahirnya inovasi, kolaborasi bisnis, serta membuka peluang pertumbuhan di pasar regional maupun internasional. (aditya)




















