SATELITNEWS.COM, TANGERANG — Angka investasi Kabupaten Tangerang melesat hingga Rp29,04 triliun pada semester I 2026. Capaian itu bukan hanya menempatkan Kabupaten Tangerang di urutan pertama se-Provinsi Banten, tetapi juga menjadi sinyal kuat, masih tingginya kepercayaan dunia usaha di tengah kondisi geopolitik internasional yang belum menentu.
Realisasi investasi tersebut bahkan telah mencapai 74,4 persen dari target sepanjang 2026 yang dipatok sebesar Rp39,03 triliun. Artinya, Pemerintah Kabupaten Tangerang masih memiliki ruang untuk mengejar sisa target investasi pada semester II.
Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Tangerang, Haerudin Setiawan, mengatakan tren investasi di Kabupaten Tangerang pada semester I 2026 menunjukkan perkembangan yang sangat positif.
“Untuk semester I tahun 2026 ini, realisasi nilai investasi di Kabupaten Tangerang menembus angka Rp29,04 triliun, dan tertinggi di Provinsi Banten,” kata Haerudin Setiawan kepada Satelit News, Selasa (11/8).
Dari total investasi tersebut, kontribusi Penanaman Modal Asing (PMA) mencapai Rp10,3 triliun. Sementara Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) menyumbang Rp18,74 triliun.
Investasi itu mengalir ke berbagai sektor, di antaranya perumahan, industri karet dan plastik, perdagangan dan reparasi, transportasi, pergudangan dan telekomunikasi, industri logam dasar dan barang logam, industri barang kulit dan alas kaki, industri kendaraan bermotor, serta jasa lainnya.
Baca Juga: Bupati Tangerang: Pergantian Kepsek Harus Bawa Semangat dan Gagasan Baru
“Jadi, dari total realisasi investasi itu berasal dari dalam negeri dan asing atau PMDN dan PMA,” katanya.
Untuk investasi asing, Kabupaten Tangerang masih menjadi tujuan investor dari sejumlah negara Asia. Haerudin menyebut, PMA didominasi lima negara, yakni China, Singapura, Jepang, Hong Kong, dan Korea Selatan. Selain itu, terdapat pula penanaman modal asing dari Taiwan.
Namun, derasnya investasi tersebut tak berhenti pada angka statistik makroekonomi. Di balik nilai triliunan rupiah itu, terdapat dampak langsung terhadap masyarakat melalui terbukanya lapangan pekerjaan.
“Dari realisasi investasi ini, terdapat 40.149 lapangan kerja untuk masyarakat Kabupaten Tangerang,” katanya.
Haerudin menilai capaian tersebut menjadi salah satu indikator, bahwa investasi memberikan dampak terhadap perekonomian, sekaligus membuka lapangan pekerjaan baru secara luas. Serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Tangerang secara berkelanjutan.
Sementara itu, Kepala Bidang Penanaman Modal pada DPMPTSP Kabupaten Tangerang, Mudji Widodo, menambahkan, capaian Rp29,04 triliun tersebut membuat realisasi investasi telah mencapai 74,4 persen dari target Rp39,03 triliun.
Baca Juga: Pria di Sepatan Ditemukan Tewas Bersimbah Darah, Polisi Buru Pelaku Pembunuhan
“Target investasi di Kabupaten Tangerang sebesar Rp39,03 triliun, dan saat ini sudah mencapai Rp29,04 triliun, atau 74,4 persen. Sehingga di semester II, sisa target yang harus dikejar kurang lebih sekitar 9,9 persen lagi,” ucapnya. (alfian/aditya)




















