SATELITNEWS.COM, TANGERANG—AC Milan menelan kekalahan 0-2 saat menjamu Benfica dalam matchday pertama fase grup Liga Europa musim ini. Rossoneri gagal menuntaskan peluang meski tampil dominan.
Berlaga di San Siro, Kamis (17/9/2026) dini hari WIB, Milan mengancam lebih dulu lewat Goncalo Ramos di menit ke-11, namun tandukan penyerang asal Portugal itu melebar di sisi kanan gawang Benfica. Lima menit kemudian, tim tamu justru membuka skor.
Dodi Lukebakio melakukan cut-inside dari sisi kanan usai menerima umpan dari Jakub Kaminski kemudian melepaskan tembakan ke sudut kiri gawang Milan tanpa bisa dihalau kiper Mike Maignan. 1-0 untuk Benfica.
Usai turun minum, Benfica berhasil menggandakan keunggulan di menit ke-53. Kaminski berhasil menuntaskan umpan silang rendah Souffian El Karouani dari sisi kiri dengan tembakan keras yang melesat kencang melewati Maignan. Skor menjadi 2-0.
Tertinggal dua gol, Milan terus berupaya mengejar. Namun tak ada peluang yang membuahkan hasil. Tembakan Christian Pulisic di menit ke-62 bisa ditepis Trubin, sedangkan long shoot Diego Moreira di menit ke-70 melenceng ke sisi kanan.
Adrien Rabiot juga mencoba peruntungan dengan sebuah tembakan jarak jauh di menit ke-74, namun melambung di atas gawang. Peluang berikutnya dari Pulisic di menit ke-81 juga kembali digagalkan Trubin. Skor 2-0 bertahan hingga usai.
Baca Juga: Jay Idzes dkk Menang Dramatis
Ini menjadi kekalahan pertama Milan musim ini di bawah arahan Ruben Amorim. Mereka juga gagal meraih kemenangan di tiga laga beruntun.
Winger Milan Alexis Saelemaekers mengakui timnya main kurang determinasi. “Saya kira kami sudah mempersiapkan diri dengan baik untuk pertandingan ini, tapi kami kurang determinasi dan kegigihan. Sekarang kami harus duduk bareng pelatih untuk memahami di mana salahnya dan memastikan kami tidak mengulang kesalahan yang sama,” ujar Saelemaekers kepada Sky Sport Italia.
Kekalahan ini melanjutkan satu statistik mengkhawatirkan Milan musim ini. Sejauh ini, pasukan Ruben Amorim itu belum pernah mencetak gol di babak pertama dalam lima pertandingan yang sudah dijalani.
”Banyak tim sekarang yang saling mempelajari satu sama lain di babak pertama untuk melihat bagaimana setelan mereka, tapi itu tidak terlalu berhasil buat kami dalam beberapa pertandingan terakhir,” ucap Saelemaekers.
”Kami tidak punya alasan, kami Milan dan kami harus mencetak gol. Kami harus bekerja lebih keras dan memastikan kami tidak mengulang kesalahan-kesalahan ini,” katanya.
Pelatih Milan Ruben Amorim menyadari taktiknya tak berjalan baik di laga ini. ”Inti dari gagasan saya adalah bermain sepak bola,” ujar Amorim kepada Sky Sport Italia usai laga.
Baca Juga: Derby Manchester Diwarnai Drama Kekeliruan VAR
”Untuk mewujudkannya, kami perlu memainkan bola, namun kami justru lebih sering menciptakan masalah bagi diri sendiri saat menguasai bola dibandingkan saat lawan yang menguasainya.”
”Kami sedang berupaya membangun pola permainan agar bisa lebih banyak menguasai bola di area kotak penalti lawan-kami sempat melakukannya di babak kedua-tetapi kami gagal menciptakan peluang; kami kurang kreativitas saat berada di dekat kotak penalti.”
”Di babak pertama, saat kami kebobolan, kami benar-benar kehilangan kendali atas rencana permainan kami; kami ingin melakukan segalanya dengan terburu-buru namun tanpa kualitas yang memadai.”
“Jika melihat jalannya pertandingan, justru saat menguasai bola itulah kami harus waspada terhadap bahaya, karena kami sering kehilangan bola dalam situasi yang mengancam gawang kami sendiri.”
Milan sudah melalui tiga laga tanpa kemenangan. Mereka dituntut segera bangkit saat menjamu Lecce pada Senin (21/9) pukul 01.45 WIB, yang akan menjadi laga terakhir sebelum jeda internasional. (dm)
























