SATELITNEWS.COM, SERPONG—Dalam rangka memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk memperluas wawasan dan memahami materi anatomi secara lebih nyata, sebanyak 139 siswa dan siswi SMK Kesehatan Riksa Indrya, Serpong, Kota Tangerang Selatan, mengikuti kegiatan kunjungan edukatif ke Museum Anatomi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Penjaringan, jakarta Utara, pada Selasa dan Rabu (29-30/9).
Ketua Panitia Kegiatan, Ririn Munawarah, mengatakan kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pembelajaran di luar kelas untuk memberikan kesempatan kepada siswa agar bisa memperluas wawasan dan memahami materi anatomi secara lebih nyata.
Dalam kunjungan tersebut, lanjut Ririn menerangkan, para siswa mendapatkan pengalaman belajar dengan mengamati berbagai koleksi dan media pembelajaran anatomi yang tersedia di museum. Materi yang diperoleh di kelas dapat dikaitkan secara langsung dengan objek dan informasi yang dipelajari selama kunjungan.

“Jadi kalau di sekolah guru hanya memberikan pembelajaran secara teoritis, namun lewat kegiatan ini seluruh siswa diberikan pengetahuan secara lebih nyata,” ujarnya kedapa satelitnews.com
Ririn menjelaskan, kunjungan edukatif ini diharapkan dapat memberikan pengalaman belajar yang bermakna sekaligus memperkuat pemahaman siswa terhadap materi yang telah dipelajari di sekolah.
“Bagi siswa SMK Kesehatan Riksa Indrya, pembelajaran tidak hanya berlangsung di dalam kelas, tetapi juga melalui pengalaman langsung di lingkungan pendidikan dan kesehatan,” imbuh Ririn.
Baca Juga: Ratusan Siswa Baru SMK Kesehatan Riksa Indrya, Ikuti Rangkaian MPLS 2026 Bersama PMI Tangsel

Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Shandy kusuma wardani, menyampaikan sekolah akan terus berupaya menghadirkan pembelajaran yang kontekstual, aplikatif, dan relevan dengan kompetensi siswa sebagai calon tenaga profesional di bidang kesehatan.
“Semoga kedepannya, SMK Kesehatan Riksa Indrya akan terus mencetak tenaga-tenaga kesehatan yang handal, berkompeten serta profesional sehingga bisa membantu memajukan dunia kesehatan yang ada di Banten khususnya,” pungkasnya.
Sebagai bahan informasi, pada kegiatan kunjungan edukatif ini dibagi menjadi dua sesi, yakni untuk kunjungan di hari Selasa (29/9), diikuti sebanyak 70 siswa dan siswi dari Jurusan Farmasi dan Keperawatan, sedangkan untuk hari Rabu (30/9), diikuti sebanyak 69 siswa dan siswi dari dua jurusan yang sama. (evi)



















