SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Marc Marquez bukan cuma memperketat persaingan gelar MotoGP 2026. Kemenangan di MotoGP Jepang juga membuatnya semakin dekat dengan rekor Valentino Rossi sebagai pembalap dengan kemenangan terbanyak di kelas premier.
Marc Marquez menjadi pemenang MotoGP Jepang 2026 di Sirkuit Motegi, Minggu (4/10/2026). Rider Ducati itu mengalahkan Jorge Martin dan Marco Bezzecchi untuk naik podium teratas.
Kemenangan tersebut merupakan yang ke-79 bagi Marc Marquez di kelas premier. Dengan demikian, rider asal Spanyol itu kini hanya terpaut 10 kemenangan dari rekor Valentino Rossi yang mengoleksi 89 kemenangan kelas premier.
Marc sebelumnya sudah menempati posisi kedua dalam daftar kemenangan terbanyak kelas premier. Kini, jaraknya dengan Rossi semakin terpangkas. Rossi mengoleksi 89 kemenangan kelas premier sepanjang kariernya. Mantan rider Yamaha itu meraih kemenangan pertamanya pada 2000 dan kemenangan terakhirnya pada 2017.
Sementara itu, Marc meraih kemenangan kelas premier pertamanya pada musim debutnya di MotoGP pada 2013. Sejak saat itu, ia terus mendekati rekor Rossi.
Di bawah Rossi dan Marc, posisi ketiga ditempati legenda Italia Giacomo Agostini dengan 68 kemenangan. Agostini disusul Mick Doohan dengan 54 kemenangan dan Jorge Lorenzo dengan 47 kemenangan.
Baca Juga: Tekuk Rep Ceko 3-1, Spanyol Kokoh di Puncak Grup
Marc Marquez sendiri tampil sempurna di MotoGP Jepang 2026. Rider Ducati itu menyapu bersih Sprint dan Race di Motegi, sekaligus memangkas jaraknya dengan Jorge Martin di klasemen menjadi hanya dua poin.
Marc meraih 37 poin maksimal dari seri MotoGP Jepang setelah memenangi Sprint Race pada hari Sabtu (3/10/2026) dan kemudian Race utama, Minggu (4/10). Martin yang finis kedua pada balapan utama kini memimpin klasemen dengan 333 poin, sementara Marc mengoleksi 331 poin.
Kemenangan di Race Jepang tidak didapat Marc dengan mudah. Martin yang start dari pole sempat memimpin balapan. Marc kemudian mengambil alih posisi terdepan sebelum pertengahan balapan dan mampu mempertahankannya hingga finis.
Usai balapan, Marc menjelaskan pendekatannya kepada DAZN. Ia mengaku akan terus menyerang di setiap balapan, meski hasilnya tidak selalu sama.
”Saya akan mencoba menyerang di setiap balapan, tetapi tentu saja ada balapan yang berjalan lebih baik daripada yang lain. Saya merasa nyaman kemarin di sprint, dan pagi ini juga saat pemanasan. Ban belakang keras ini yang sempat membuat kami sedikit ragu karena casing-nya sama seperti di Austria. Namun, saya bekerja dengan sangat baik di sini dan kami berhasil menjalani akhir pekan yang bagus,” kata Marc.
Dalam sesi tersebut, Dani Pedrosa yang bertugas sebagai komentator lebih dulu memberikan pujian kepada Marc. Pedrosa menyoroti kecepatan balapan di Motegi yang jauh lebih cepat dibanding tahun sebelumnya, sekaligus bagaimana Marc mampu mengelola ban, bahan bakar, serta tekanan dari Martin.
Baca Juga: Spanyol vs Kroasia, Amankan Poin Kandang
Marc kemudian menjelaskan bahwa kunci utamanya adalah mengambil posisi terdepan sesegera mungkin. ”Seperti yang Anda tahu, sulit untuk berada di belakang di Motegi. Ketika mendapatkan slipstream saat pengereman, jauh lebih sulit untuk mendapatkan waktu. Target saya adalah memimpin balapan sesegera mungkin.” (dm)




















