SATELITNEWS.ID, TANGERANG–Kegiatan rapat paripurna dan kunjungan kerja (Kunker) di Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tangerag dihentikan sementara. Penghentian aktivitas ini sebagai antisipasi awal penyebaran Covid-19 di lingkungan kantor Sekretariat DPRD (Setwan).
Sekretaris DPRD Kabupaten Tangerang Asep Suherman mengatakan, kegiatan di Sekretariat DPRD Kabupaten Tangerang akan berjalan normal pada 1 Februari mendatang. Namun, untuk pelayanan administrasi masih tetap berjalan dengan komposisi 25 persen pegawai yang bekerja di kantor.
“Sisanya 75 persen pegawai menjalani bekerja dari rumah. Sesuai protokol kesehatan (Prokes), di mana penghentian kegiatan dilakukan sebagai antisipasi penyebaran Covid-19,” kata Asep kepada Satelit News, Selasa (26/1) melalui sambungan seluler.
Asep menerangkan, penghentian aktivitas rapat maupun kunjungan kerja anggota DPRD, berkaitan dengan masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).
Kegiatan Rapat Anggota DPRD Kabupaten Tangerang kata Asep, akan dilakukan penjadwalan ulang. Mengingat adanya pembatalan beberapa kegiatan pada tanggal 25 hingga 30 Januari. Selain itu, ada sejumlah kekhawatiran karena adanya tiga staff yang dinyatakan reaktif.
“Penghentian sementara kegiatan yang berkaitan dewan saja. Pegawai masih ada yang masuk kantor namun bergantian ada yang bekerja dari rumah dan masuk kantor,” jelasnya.
Baca Juga: Rekomendasi DPRD Kabupaten Tangerang: Tagih Piutang Pajak hingga Tambah Ruang Kelas
Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Tangerang Kholid Ismail membenarkan, adanya beberapa orang staf yang dinyatakan reaktif. Sebagai antisipasi awal, dia menuturkan, akan ada swab terhadap pegawai di sekretariat DPRD. Menurutnya, jika ada kegiatan dewan yang mendesak, akan dilakukan secara virtual.
“Kalaupun ada kegiatan dewan yang mendesak bisa dilakukan secara virtual. Iya memang benar ada beberapa staf yang dinyatakan reaktif hasil rapid test,” jelasnya.
Perihal adanya anggota dewan yang dinyatakan positif, Kholid membantah kabar tersebut. Menurut Kholid, kemungkinan hanya reaktif.
“Tidak ada itu (anggota dewan positif). Semuanya diam di rumah karena ada beberapa staf yang reaktif. Kemungkinan, ada salah satu anggota komisi yang dinyatakan reaktif,” pungkasnya. (alfian/aditya)
























