SATELITNEWS.ID, SERANG–Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang memastikan, akan kembali gencar melaksanakan safari ramadhan pada bulan puasa tahun 2021 ini. Kegiatan tersebut akan dilaksanakan dengan protokol kesehatan (prokes) ketat, di lima zona.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Setda Kabupaten Serang, Febriyanto mengatakan, sejak pandemi Covid-19 kegiatan safari ramadhan yang biasanya rutin dilaksanakan, sempat terhenti. Namun tertanggal 22 Maret 2021, Biro Kesra Provinsi Banten mengundang semua kabupaten/kota untuk membahas tentang tarawih berkunjung (tarjung) tingkat Provinsi Banten.
“Atas dasar itu, kita dari kabupaten/kota merumuskan untuk mencanangkan safari ramadhan, yang sudah satu tahun tidak dilaksanakan,” kata Febriyanto, Rabu (7/4).
Katanya, safari ramadhan tahun ini akan dilaksanakan di lima zona dengan prokes ketat diantaranya, di Kecamatan Lebakwangi, Kramatwatu, Cikeusal, Kibin dan Pabuaran. Adapun waktunya, sejak ba’da Ashar sampai buka puasa bersama.
“Intinya, Pemkab Serang silaturahami ke tokoh-tokoh masyarakat (Tokmas) di masing – masing zona. Kegiatan ini, salah satu bentuk pengawasan dan pembinaan terhadap penanganan Covid-19,” tuturnya.
Selain itu, ada juga penyerahan bantuan dari Pemkab Serang kepada lembaga. Bantuan yang diberikan untuk sarana keagamaan tersebut, besarannya masih akan dirapatkan.
Baca Juga: Catat Tanggalnya Dan Hadiri, Berbagai Kegiatan Siap Meriahkan Festival Ciomas Ngabring
Ia juga mengatakan, dalam pelaksanaannya karena saat ini masih suasana pandemi, maka yang diundang dari masing-masing kecamatan hanya lima tokoh untuk satu titik. Tiap titik dibatasi, hanya 50 orang kecuali untuk tingkat provinsi menjadi 100 orang.
Untuk memastikan prokes tetap dijalankan selama kegiatan, pihaknya akan bekerjasama dengan Dinkes dan Badan Penanggulangan Bencana DAerah (BPBD). “Kalau Kesra, hanya kegiatan safari ramadan saja,” tuturnya.
Sementara, Asda II Setda Kabupaten Serang, Adjat Gunawan mengatakan, pelaksanaan safari ramadhan nantinya tergantung dari kondisi Covid-19. “Ya rencananya ada, tapi tergantung dari kondisi Covid-19 terakhir nanti, untuk teknis pelaksanaannya. Karena supaya tetap tidak bertentangan dengan prokes Covid-19,” paparnya.
Menurutnya, jika nanti jadi dilaksanakan, maka akan disusun dulu jadwal dan siapa saja yang akan menghadiri. “Yang pasti, sangat tergantung dari kondisi Covid. Kita juga akan tunggu arahan dari pusat maupun provinsi, bagaimana menyikapi kegiatan keagamaan di bulan ramadhan. Jangan sampai, kegiatan dengan niat baik tapi menjadi kontraproduktif dengan pencegahan penyebaran Covid-19,” terangnya. (sidik/mardiana)



















