SATELITNEWS.COM, TANGERANG--Cobweb menjadi salah satu rekomendasi buat pencinta film bergenre horror thriller. Film yang baru tayang di bioskop ini merupakan garapan sutradara Samuel Bodin.
Sebelum menggarap Cobweb, beberapa garapan film Samuel Bodin yang menarik banyak penonton di antaranya T.A.N.K dan Batman: Ashes to Ashes.
Selain hantu dan makhluk aneh, anak kecil adalah subyek (atau bahkan obyek) yang paling sering dieksploitasi. Anak kecil adalah alat yang sangat efektif untuk membuat penonton emosional. Ia bisa menjadi alat yang sangat powerful untuk memanipulasi penonton.
Dalam Cobweb, film karya Samuel Bodin, anak kecilnya adalah point of view penonton. Peter (Woody Norman) adalah seorang bocah berusia 8 tahun yang malang. Di sekolah teman-temannya kerap mengganggunya.
Peter lebih memilih untuk istirahat di dalam kelas bersama Miss Devine (Cleopatra Coleman) daripada di luar dan menjadi mainan anak-anak jahat. Ini keputusan yang cerdas mengingat teman-teman sekelas Peter luar biasa menyebalkannya. Mereka jenis siswa yang akan merusak mainan Anda tanpa alasan yang jelas.
Film Cobweb dimulai dengan cerita satu minggu sebelum pesta halloween. Peter antusias untuk menyambut acara yang datang satu tahun sekali bersama teman-temannya.
Tetapi, keluarganya melarang Peter untuk mengikuti pesta Halloween karena adanya sebuah urban legend tentang seorang gadis yang menghilang tepat pada malam halloween.
Malam itu, Peter mendengar suara ketukan misterius yang datang dari dinding kamarnya. Suara itu terus menerus bermunculan dan terdengar seperti ada sesuatu yang terperangkap di dalamnya.
Meski Peter merasa ketakutan, tetapi orang tuanya (Lizzy Caplan dan Antony Starr) bersikeras bahwa suara itu hanya berasal dari imajinasi Peter. Reaksi aneh dari kedua orang tuanya membuatnya merasa curiga.
Peter juga memperhatikan bahwa orang tuanya bertingkah tidak normal, tidak seperti orang tua lain. Misteri apa yang disimpan oleh orang tuanya? Apakah ketukan dari balik tembok itu ada hubungannya dengan kedua orang tuanya?
Dia percaya orang tuanya menyembunyikan suatu rahasia yang mengerikan dan berbahaya.
Seiring berlalunya hari, benda yang mengetuk dinding mulai berbisik, meminta bantuan Peter. Peter dan suara seram itu pun mulai mengobrol.
Skrip yang ditulis oleh Chris Thomas Devlin memang sengaja mempermainkan penonton (sekaligus karakter utamanya). Apakah kedua orang tua Peter jahat? Apakah mereka alasan kenapa ada suara di balik pintu? Keambiguan motivasi kedua orang tua Peter ini-lah yang menjadikan Cobweb seru.(bbs/san)