SATELITNEWS.COM, TANGERANG–Peristiwa kecelakaan yang menimpa 23 santri yayasan Rumah Yatim & Dhuafa Al Umm menimbulkan luka yang mendalam bagi korban, keluarga serta kerabat. Kecelakaan maut yang terjadi di Ciloto, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Selasa (24/10/2023) dini hari itu, mengakibatkan 5 santri tewas dan santri lainnya mengalami luka-luka.
Lima santri yang meninggal telah dikebumikan dan santri lainnya yang mengalami luka-luka, saat ini masih dirawat di RSU Kota Tangerang. Adapun tiga santri yang selamat sudah kembali pulang lantaran kesehatannya berangsur membaik. Salah satunya ialah Ahmad Roberth Ilhami (14). Dari 23 santri yang terlibat kecelakaan, dirinya satu-satunya korban yang tak dirawat di rumah sakit lantaran hanya mengalami luka ringan. SatelitNews.Com, mencoba mewawancarai perihal kronologis peristiwa tersebut kepadanya.
Ahmad menuturkan, para santri pergi ke Puncak dalam rangka memperingati Maulid Nabi sekaligus liburan setelah para santri melakukan ujian sekolah. Pada hari Selasa (24/10/2023) tepatnya malam hari, 23 santri serta 2 sopir berangkat menggunakan mobil elf menuju Puncak. Lalu pada pukul 01.00 WIB di daerah Ciloto, kecelakaan yang tak diinginkan itu pun terjadi.
Menurutnya, awalnya mobil yang ditumpanginya itu melaju dengan kencang di jalur yang menurun. Kemudian laju kendaraan seperti tak terkendali. “Terus di depan itu ada tikungan, sehingga sopir banting setir lalu mobilnya itu terguling dan menabrak tebing,”ungkapnya Kamis (26/10/2023).
Setelah menabrak tebing, mobil itu masih terguling dan kemudian mobil berhenti dalam posisi terbalik. Dirinya yang masih sadar lalu berusaha keluar mobil melalui kaca belakang. “Saya langsung keluar mobil, karena takut nanti mobilnya meledak,”ucapnya.
Saat masih di dalam mobil, Ahmad melihat beberapa temannya itu sudah tak berdaya. Dirinya juga melihat salah satu teman dekatnya yang telah meninggal di tempat yakni Ferdi (12) dengan kondisi tak bergerak dan muncul darah di kepalanya.
Baca Juga: 2 Truk di Lebak Terlibat Kecelakaan Maut, Seorang Sopir Tewas
“Dia itu teman dekat saya, saya sering ngobrol, bercanda dan bermain bersamanya. Namun saya tidak menyangka kalau peristiwa kemarin itu menjadi pertemuan terakhir saya dengannya,”tuturnya.
Setelah dirinya berhasil keluar mobil, lanjut Ahmad, banyak warga yang melintas ikut membantu mengeluarkan para santri. Para korban lalu dibawa ke RSU Cimacan menggunakan mobil losbak yang hendak melintas.
Ahmad pun ikut ke RSU Cimacan namun tak dirawat. Saat itu ia belum mengetahui ada temannya yang sudah meninggal di tempat. Ia masih menunggu teman-temannya di RS tersebut. Beberapa jam kemudian, ia baru mendapatkan kabar bahwa ada 4 temannya yang telah meninggal dunia dan sehari setelah kejadian itu, satu temannya juga meninggal dunia di Rumah Sakit Tangerang. “Semoga teman-teman saya diterima di tempat yang terbaik, dan untuk teman-teman saya yang luka-luka semoga cepat pulih dan bisa berkumpul bersama lagi,”pungkasnya. (mg05)
























