SATELITNEWS.COM, TANGERANG–Selebritas Olla Ramlan memilih melakukan freeze egg atau pembekuan sel telur setelah bercerai dari Aufar Hutapea. Dia melakukan hal tersebut karena menyadari usianya sudah tidak muda lagi.
Menurut Olla, freeze egg dilakukan guna menjaga kemampuan dan peluang wanita untuk hamil di usia lanjut. Olla Ramlan kini sudah berusia 43 tahun.
“Kalau aku nikah sama yang lebih muda dan mungkin masih pengin punya anak lagi,” ujar Olla Ramlan, dikutip pada Rabu (13/12).
Ibu tiga anak ini tak menampik jika dirinya menyukai menjalin asmara dengan berondong alias pria muda. Dia mengungkapkan bahwa usia mantan suaminya, Aufar Hutapea terpaut enam tahun dengannya.
“Makanya, itu gosip-gosip gue sama jenderal di mana?” kata Olla Ramlan, lantas tertawa.
Meski belum mendapatkan jodoh dan tak lagi muda, Olla mengakui masih ingin hamil. Sehingga ia berseloroh untuk mencarikan jodoh.
“Umur sudah nggak muda lagi, siapa tahu masih mau hamil lagi ya sudah. Buat semua netizen cariin jodoh buat aku,” ungkapnya.
Sementara itu Olla Ramlan dikabarkan dekat dengan pria yang lebih muda. Namun, Olla Ramlan masih malu-malu menjawab dan mengungkap tipe pria idamannya.
“Nggak ada. Tipe pria baik, nyambung, bekerja dengan baik, karismatik, satu frekuensi,” ungkapnya.
Olla Ramlan juga belum fokus mencari pasangan. 2024 Olla Ramlan masih fokus mengurus anak dan rajin menabung.
“Belum sekarang lagi fokus ngurus anak, kerja, nabung, di 2024 mau makin sukses dan berkah,” pungkasnya.
Pembekuan sel telur merupakan hal yang biasa dilakukan oleh wanita yang ingin menunda kehamilan, atau ingin mengatur aspek kehidupan terlebih dahulu sampai siap untuk hamil.
Pembekuan sel telur akan mempertahankan kesuburan dengan memanen telur di usia yang lebih mudah. Maka dari itu, sel telur bisa digunakan di kemudian hari saat sudah siap untuk hamil.
Biaya dari freeze egg sendiri tergantung dari tempat dan fasilitas kesehatan yang dipilih. Namun, untuk melakukan prosedur medis ini, memang memerlukan biaya yang banyak.
Apabila melakukan pembekuan sel telur di Indonesia, biaya terendah yang bisa dijadikan sebagai acuan yaitu sekitar Rp44 juta. Namun, acuan tersebut kemungkinan akan berubah sewaktu-waktu. Perlu diingat, biaya tersebut belum termasuk biaya penyimpanan sel telur per bulannya.(bbs)