SATELITNEWS.COM, SERANG – Pj Gubernur Banten Al Muktabar, memberikan warning kepada para Auditor Aparatur Pemeriksa Internal Pemerintah (APIP), agar tidak melakukan kompromi-kompromi dengan para pihak yang tengah menjadi objek pemeriksaaan.
Godaan kompromi itu, pasti akan ditemukan baik dalam proses investigasi maupun pada saat melakukan pemeriksaan, dengan tujuan tertentu.
Untuk itu, Al Muktabar menekankan agar para auditor APIP memiliki integritas yang tinggi, serta asas profesionalitas.
Karena sejatinya, profesi auditor itu merupakan tugas luhur nan mulia, sehingga trush itu harus dipegang teguh.
“Jangan ada kompromi-kompromi, dalam kertas – kerja dari proses audit yang dilakukan terhadap objek-objek yang menjadi sasaran,” kata Al Muktabar, usai menghadiri Rapat Kerja AAIPI Rapat Kerja Asosiasi Auditor Intern Pemerintah Indonesia (AAIPI) Provinsi Banten tahun 2024 di Aula Inspektorat Provinsi Banten, KP3B Curug, Kota Serang, Kamis (22/2/2024).
Selain itu, lanjut Al Muktabar, Auditor APIP secara individu juga harus memiliki pengetahuan yang luas serta memahami perkembangan teknologi saat ini.
Baca Juga: Damenta Kosongkan Posisi Pj Sekda Banten
Hal itu mengingat, di era kemajuan teknologi sekarang ini, modus peluang-peluang penyimpangan itu lebih canggih dan terstruktur dengan rapih.
“Saat ini modus-modus yang terjadi itu luar biasa, dengan daya dukung rekayasa dan teknologi tinggi. Makanya dalam proses investigasi kemampuan auditor dalam memandang atau melihat itu harus benar-benar memiliki dasar-dasar dan prediksi yang kuat,” pungkasnya.
Dengan pengetahuan yang luas itu, auditor akan memahami dan mengetahui lebih dahulu pola-pola penyimpangan yang kerap dilakukan oleh objek sasaran.
Makanya, diantara ilmu auditor yang harus dimiliki adalah kecurigaan.
“Dari situ maka akan muncul hipotesis dugaan sementara bahwa akan terjadi sesuatu baik dalam fase pembinaan maupun pada fase terakhir berupa pemberian sanksi,” ujarnya.
Diungkapkan Al Muktabar, APIP dalam menjalankan tugasnya kedepan harus lebih banyak terkonsentrasi pada hal pengendalian yang intensitasnya harus lebih tinggi. Karena dari pengendalian itu, akan dapat membangun kesadaran bersama.
Baca Juga: Pj Gubernur Soroti Kinerja Plt Kadis, Dianggap Kurang Efektif
“Dan itu jika dilakukan secara terus-menerus akan menjadi sebuah sistem kerja. Itu yang kita harapkan. Sebagai seorang manusia pada dasarnya kita semua mungkin sekali untuk melakukan kesalahan atau berubah pikiran. Makanya saling mengingatkan itu penting sekali,” jelasnya.
Sementara, Kepala Kantor Perwakilan BPKP Provinsi Banten, Suyarsih Fifi Herwati mengatakan, pihaknya terus mendorong peningkatan profesionalitas auditor, hal itu dilakukan untuk mendukung pelaksanaan program pemerintahan dapat berjalan.
“Kami mengawal akuntabilitas keuangannya dan juga akuntabilitas pembangunan, serta programnya benar-benar tepat, sesuai yang direncanakan dan harapkan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
“Dengan meningkatkan kapasitas dan kapabilitas dari Sumber Daya Manusia dan organisasinya, saya yakin APIP dapat memberikan kontribusi dalam pembangunan khusunya di Provinsi Banten,” sambungnya.
Sedangkan, Plt Inspektur Daerah Provinsi Banten, Usman Asshiddiqi Qohara menyampaikan, adapun tujuan dari diselenggarakan Rapat Kerja AAIPI Provinsi Banten untuk melakukan evaluasi pelaksanaan program kerja tahun 2023.
“Serta menyusun dan menetapkan program kerja tahun 2024 dan membahas isu-isu strategis pengawasan di wilayah Provinsi Banten,” pungkasnya. (luthfi)























