SATELITNEWS.COM, SERANG – PT Agrobisnis Banten Mandiri (ABM), yang merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemprov Banten, menyatakan menunda rencana membangun Rice Milling Unit (RMU) atau mesin penggilingan padi.
Semula, pendirian mesin penggilingan padi itu direncanakan akan dilakukan pada tahun 2024.i Namun, kemudian dibatalkan oleh Pemprov Banten.
Direktur Utama (Dirut) PT ABM Saiful Wijaya mengatakan, sebelumnya berdasarkan rencana pada tahun 2024 ini PT ABM akan membangun mesin penggilingan padi di Kecamatan Pontang, Kabupaten Serang.
Namun karena Pemprov Banten selaku pemilik saham PT ABM tidak menyetujuinya, maka rencana itu batal.
“RMU di tahun 2024 memang kita rencanakan pembangunannya, tapi pemegang saham (Pemerintah Provinsi Banten-red) minta ditunda dulu,” kata Saiful, Selasa (5/3/2024).
Pembatalan itu, kata Saiful, juga sejalan dengan kondisi saat ini di mana penggilingan-penggilingan padi dalam skala kecil dan menengah yang ada di Provinsi Banten sedang kesusahan dalam mendapatkan gabah.
Baca Juga: Pemprov Banten Terapkan Pembelajaran Jarak Jauh
Sebab, para petani lebih suka menjual gabah mereka ke perusahaan penggilingan padi skala besar, seperti PT Wilmar Padi Indonesia.
“Penggilingan banyak yang tidak dapat pasokan gabah,” ujarnya.
Apalagi, berdasarkan keterangan dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI, bahwa saat ini penggilingan padi sudah tidak efektif dan efisien.
Karena itu, untuk sementara rencana membangun pabrik penggilingan padi akan ditunda untuk sementara waktu, sampai kondisi sudah memungkinkan untuk melakukannya kembali.
Saat ini, ujar Saiful, PT ABM sedang fokus menata pasar untuk menyerap beras dengan mendirikan warung-warung yang disebut dengan Warung Banten atau Wanten.
Warung-warung inilah, yang akan menjadi mitra PT ABM dalam menyerap beras yang disalurkan oleh perusahaan BUMD tersebut. Dia mengklaim saat ini PT APN memiliki mitra warung Banten sebanyak 700 lebih Wanten, yang tersebar di sejumlah wilayah di Provinsi Banten.
Baca Juga: Waspada Sebaran Abu Vulkanik GAK, Masyarakat Diminta Gunakan Masker
Untuk pengadaan berasnya sendiri, PT ABM bekerja sama dengan perusahaan pemasok beras yang merupakan pemain lama pengadaan beras. Adapun rencana ke depan PT ABM tetap akan mencoba menjadi perusahaan yang fokus pada produksi beras di wilayah Provinsi Banten.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Banten Babar Suharso mengatakan, harga beras saat ini sedang naik karena harga gabah sedang tinggi. Sementara harga gabah sendiri menyumbang 50 persen dari harga beras nantinya.
Karena itu, PT ABM harus memainkan peran sebagai perusahaan yang memproduksi beras sehingga bisa memainkan peran sebagai penstabil harga beras. (luthfi)
























