SATELITNEWS.COM, TANGERANG – Tragedi tak terduga menyelimuti keluarga Zainal Arifin, warga Desa Teluknaga, Kecamatan Teluknaga. Sebuah pohon kedondong berukuran besar yang akarnya telah keropos dan digerogoti rayap tumbang menimpa rumah pada Senin (31/8) lalu.
Musibah itu merenggut nyawa seorang anak bernama Halijah (11). Sementara dua anak lainnya, Silvia dan Sadep, mengalami luka-luka.
Menanggapi insiden tersebut, Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid langsung turun tangan. Selasa (1/9/2026), ia mendatangi lokasi kejadian untuk menyampaikan belasungkawa sekaligus memastikan penanganan darurat berjalan maksimal.
Kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Tangerang itu menjadi wujud nyata respons cepat pemerintah daerah dalam merangkul sekaligus membantu memulihkan mental warga yang terdampak musibah.
Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid mengatakan, dirinya turut berduka cita mendalam atas musibah yang menimpa keluarga Zainal Arifin. Pemerintah Kabupaten Tangerang, kata dia, hadir untuk memberikan dukungan kepada Zainal, baik secara moril maupun materiil, agar dapat meringankan beban yang dipikulnya.
“Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Tangerang menyampaikan rasa duka cita mendalam atas musibah pohon tumbang yang merenggut korban jiwa serta menyebabkan sejumlah warga luka-luka di Desa Teluknaga, Kecamatan Teluknaga. Mudah-mudahan anak yang meninggal mendapatkan tempat yang mulia di sisi Allah SWT,” ujar Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid saat mengunjungi korban musibah pohon tumbang, Selasa (1/9/2026).
Baca Juga: Gaji ASN Lewat Kopdes, BPKAD Kabupaten Tangerang Tunggu Arahan Pusat
Ia juga menginstruksikan OPD terkait, kecamatan, dan desa untuk segera melakukan pembersihan di lokasi serta mengambil langkah-langkah preventif agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
Untuk korban luka-luka, lanjut dia, pihaknya telah meminta Kepala Puskesmas memberikan perawatan medis secara maksimal. Apabila korban membutuhkan penanganan lanjutan, mereka diminta segera dirujuk ke RSUD atau rumah sakit lainnya yang lebih lengkap dan memadai.
“Saya minta Kepala Puskesmas untuk memberikan perawatan medis maksimal kepada para korban luka. Semuanya diperiksa yang ada di sini. Hari ini korban diperiksa dulu semuanya, apabila perlu rujukan segera dirujuk ke RSUD atau rumah sakit lainnya,” tegasnya.
Selain pembersihan dan penanganan medis, pemerintah daerah juga memberikan bantuan logistik berupa sembako dan kasur. Pemkab Tangerang juga akan mendirikan bangunan sementara nonpermanen bagi warga terdampak.
Bupati juga mengimbau warga yang terdampak untuk sementara waktu mengungsi ke tempat kerabat atau mengontrak di tempat yang lebih aman selama proses pembersihan dan pengecekan kondisi tanah. Dengan demikian, pembangunan tempat sementara dapat segera dilakukan.
“Langkah penanganan jangka pendek bagi keluarga yang terdampak, selain bantuan logistik, kami akan dirikan bangunan sementara nonpermanen. Di sekitar lokasi terdapat kurang lebih 50 rumah warga,” katanya.
Baca Juga: Bupati Tangerang Dorong UMKM Naik Kelas, Tak Cukup Hanya Modal
Sementara itu, ayah almarhum Halijah (11), Zainal Arifin, mengucapkan terima kasih atas kepedulian dan respons cepat Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam membantu serta memberikan dukungan moril dan spiritual kepadanya dan warga terdampak.
“Alhamdulillah, terima kasih kepada Bapak Bupati yang telah membantu kami. Istri saya malah terharu, sampai menangis, begitu cepat pemerintah peduli dan hadir. Mudah-mudahan semuanya yang sudah peduli, sudah membantu, dibalas kebaikan, dibalas ganjaran sama Allah SWT,” ucapnya haru.
Sebelumnya, diberitakan Satelit News, seorang remaja putri bernama Halijah (11), asal Kampung Kebon Nangka RT 03/RW 01, Desa Teluknaga, Kecamatan Teluknaga, tewas seketika setelah tertimpa pohon pada Senin (31/8) sore sekitar pukul 15.59 WIB.
Sementara dua temannya, Silvi (14) dan Sadep (10), mengalami luka-luka.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik, mengatakan berdasarkan laporan yang diterima, sebuah pohon kedondong tumbang di Kampung Kebon Nangka, Kelurahan Teluknaga, Kecamatan Teluknaga, pada Senin (31/8).
Akibat peristiwa itu, kata Taufik, terdapat tiga anak yang menjadi korban. Satu di antaranya meninggal dunia, sedangkan dua anak lainnya mengalami luka-luka.
“Ada tiga anak yang menjadi korban tertimpa pohon, yaitu Halijah (11), Silvi (14), dan Sadep (10),” kata Achmad Taufik kepada Satelit News, Senin (31/8). (alfian/aditya)

















