SATELITNEWS.COM, LEBAK–Pelaksanaan tradisi Bedolan Pamarayan 2026 di Bendungan Pamarayan, Kabupaten Serang membawa dampak terhadap layanan distribusi air bersih Perumdam Tirta Kalimaya Lebak. Sedikitnya 10 ribu pelanggan dari tiga sistem penyediaan air minum (SPAM) sempat mengalami gangguan pasokan akibat kondisi sumber air yang surut.
Direktur Perumdam Tirta Kalimaya Lebak, Ni’matullah, mengatakan tiga SPAM yang terdampak meliputi SPAM Pabuaran, Kalanganyar dan Cibadak. Kondisi tersebut membuat pelayanan kepada pelanggan belum dapat berjalan secara maksimal. “Hari ini sudah berjalan, tapi belum optimal,” kata Ni’matullah, melalui sambungan teleponnya, Senin (19/10/2026).
Menurutnya, gangguan terjadi karena kegiatan Bedolan Pamarayan membuat kondisi air di sumber pengambilan mengalami perubahan. Perumdam sebelumnya telah melakukan antisipasi dengan berkoordinasi agar pelaksanaan tradisi tahunan tersebut dapat diinformasikan lebih awal. “Kita sudah antisipasi adanya bedolan ini, karena sudah melakukan koordinasi agar acara bedolan itu tidak dadakan,” ujarnya.
Ni’matullah menyebutkan, dampak gangguan layanan dirasakan oleh sekitar 10 ribu pelanggan yang berada dalam cakupan tiga SPAM tersebut. Pasokan air sempat terhenti karena kondisi air yang belum memungkinkan untuk kembali didistribusikan secara normal. “Tiga SPAM sekitar 10 ribuan pelanggan tidak mendapat pasokan air,” katanya.
Meski demikian, kondisi layanan saat ini mulai berangsur pulih. Air sudah kembali masuk dalam sistem pengelolaan Perumdam, meski tekanan dan distribusinya belum sepenuhnya normal ke seluruh pelanggan. “Kalau normal belum, tapi sudah masuk ke pengelolaan,” ujar Ni’matullah.
Ia menjelaskan, gangguan pelayanan berlangsung lebih dari 24 jam pada saat kondisi air terdampak kegiatan Bedolan Pamarayan. Perumdam terus melakukan pemantauan sekaligus menunggu kondisi sumber air kembali stabil “Gangguan lebih dari 24 jam, pada hari itu,” katanya.
Baca Juga: Imbas Kekeringan, Warga Setu Tangsel Minta Pengiriman Air Terus Dilakukan
Bedolan Pamarayan merupakan tradisi tahunan masyarakat yang dilaksanakan dengan mengeringkan atau membuka aliran tertentu di Bendungan Pamarayan untuk menangkap ikan bersama. Pada 2026, kegiatan tersebut digelar Sabtu, 17 Oktober. Perumdam berharap kondisi sumber air segera kembali stabil sehingga distribusi kepada pelanggan di tiga wilayah terdampak dapat kembali normal. “Ya, mudah-mudahan besok lancar dan normal sepenuhnya,” tutur Ni’matullah.
Sementara, salah seorang pelanggan Perumdam Tirta Kalimaya Lebak, Enjang Rojali, mengaku sempat kesulitan mendapatkan air bersih ketika pasokan dari Perumdam terganggu. Kondisi tersebut membuat kebutuhan air sehari-hari harus disiasati dengan persediaan yang ada. “Memang sempat kesulitan karena air dari Perumdam tidak mengalir. Untuk kebutuhan sehari-hari jadi harus mencari cara lain,” ujarnya.(mulyana)

















