SATELITNEWS.COM, SERANG — Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Banten, terus memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM), untuk meningkatkan pelayanan kemanusiaan kepada masyarakat.
Salah satunya, melalui Training of Trainer (ToT) Pertolongan Pertama Tahun 2026, yang ditargetkan mampu mencetak pelatih kompeten dan memperluas kemampuan pertolongan pertama di seluruh kabupaten/kota di Banten.
Kegiatan yang berlangsung pada 19–23 Oktober 2026, di Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) PMI Provinsi Banten, Jalan Raya Serang–Jakarta Km 5, Kalodran, Kota Serang, tersebut diikuti 18 peserta dari delapan kabupaten/kota serta perwakilan Markas PMI Provinsi Banten.
Pelatihan dibuka secara resmi oleh Wakil Ketua PMI Provinsi Banten, Jaenudin, S.H., M.Si. Kegiatan itu turut dihadiri Sekretaris PMI Provinsi Banten, drg. Agus Sukmayadi, Ketua Bidang Pelayanan Kesehatan, Sosial, dan Unit Donor Darah, dr. Dendi; serta Anggota Bidang Pendidikan dan Pelatihan, dr. Novitrian Eka Putra.
Jaenudin mengatakan, peningkatan kompetensi pelatih menjadi bagian penting dalam memperkuat kualitas pelayanan PMI.
Melalui pelatihan ini, para peserta diharapkan tidak hanya menguasai teknik pertolongan pertama, tetapi juga mampu mentransfer pengetahuan dan keterampilan tersebut kepada relawan di daerah masing-masing.
Baca Juga: PMI Banten Beri Penghargaan Terhadap Pendonor 50 Hingga 75 Kali
Menurutnya, keberadaan pelatih yang kompeten diperlukan agar pengetahuan pertolongan pertama dapat menjangkau lebih banyak relawan. Dengan demikian, kemampuan memberikan pertolongan secara cepat, tepat, dan sesuai prosedur dapat semakin merata di seluruh wilayah Banten.
“Pertolongan pertama menjadi keterampilan mendasar dalam pelayanan kemanusiaan, terutama ketika menghadapi kecelakaan, kondisi kegawatdaruratan, maupun situasi lain yang membutuhkan penanganan awal,” ujarnya.
Kata Jaenudin, Respons yang tepat dapat membantu menyelamatkan korban sekaligus mencegah cedera atau kondisi kesehatan menjadi lebih buruk sebelum mendapatkan penanganan lanjutan.
Melalui skema Training of Trainer, PMI Banten berupaya membangun efek berkelanjutan. Para peserta tidak hanya dibekali pengetahuan dan keterampilan teknis, tetapi juga kemampuan menyampaikan materi, mengelola proses pembelajaran, serta mengevaluasi hasil pelatihan.
Dengan pola tersebut, hasil pelatihan diharapkan tidak berhenti pada 18 peserta. Mereka diproyeksikan menjadi penggerak peningkatan kapasitas relawan melalui penyelenggaraan pelatihan lanjutan di kabupaten/kota masing-masing.
“Program ini juga menjadi bagian dari pelaksanaan tugas PMI sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2018 tentang Kepalangmerahan. Dalam Pasal 22, PMI memiliki tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan yang berkaitan dengan kegiatan kepalangmerahan,” pungkasnya.
Baca Juga: PMI Banten Perkuat Relawan SIBAT di Setiap Desa
Selain meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, kegiatan ini bertujuan memperkuat komunikasi dan jejaring antar relawan, menambah jumlah pelatih pertolongan pertama, memfasilitasi penyelenggaraan pelatihan, serta mendukung sertifikasi relawan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Selama pelatihan, peserta diharapkan mampu mengembangkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap dalam memberikan pertolongan pertama. Mereka juga ditargetkan dapat menjadi pelatih yang kompeten, melakukan evaluasi pembelajaran, serta mendukung peningkatan mutu pelayanan dan kesiapsiagaan PMI dalam menghadapi situasi kegawatdaruratan,” ujarnya.
PMI Provinsi Banten berharap kegiatan ini dapat memperluas jangkauan pendidikan pertolongan pertama hingga ke tingkat daerah. Dengan semakin banyaknya pelatih dan relawan yang memiliki kompetensi sesuai standar, pelayanan kemanusiaan diharapkan semakin profesional, responsif, dan berkualitas.
Upaya tersebut sekaligus menegaskan pentingnya penguatan sumber daya manusia sebagai fondasi pelayanan PMI. Sebab, dalam situasi darurat, kemampuan memberikan pertolongan awal secara cepat dan tepat dapat menjadi langkah penting untuk melindungi keselamatan jiwa. (sidik)

















