SATELITNEWS COM, PANDEGLANG — Walau sebagian wilayah di Kabupaten Pandeglang sudah diguyur hujan, namun ribuan masyarakat korban terdampak kekeringan dan krisis air bersih, masih terjadi.
Informasi yang dihimpun, hal itu terjadi karena sumur bor atau sumur timba milik warga airnya belum dapat dikonsumsi sebagaimana mestinya, alias masih anta. Ditambah lagi, hujan masih belum merata di Kabupaten Pandeglang.
Pembina Boedak Saung Rescue (BSR) Ade Mulyana menyatakan, beberapa daerah yang masih mengalami krisis air bersih diantaranya, Kecamatan Patia, Sukaresmi, Bojong, Munjul, serta beberapa kecamatan lainnya di wilayah selatan.
“Belum lama ini, sebanyak 6.000 liter air bersih disalurkan untuk masyarakat di Kampung Tajur, Desa Idaman, Kecamatan Patia. Penerima manfaat sebanyak 160 Kepala Keluarga (KK), atau 600 jiwa,” kata Ade, Minggu (18/10/2026).
Katanya, permintaan bantuan air bersih juga kerap masih dimohon oleh ratusan KK di sejumlah wilayah lainnya. Hanya saja, kendala paling dirasakan adalah, keterbatasan armada tangki air, jarak tempuh, serta operasional/akomodasinya.
Dengan demikian, untuk memenuhi permintaan dan kebutuhan masyarakat soal air bersih, harus melibatkan banyak pihak. Artinya, tidak hanya cukup dihandle oleh Pemerintah Daerah (Pemda), atau relawan kemanusiaan saja.
Baca Juga: Desa Bandung Pandeglang Siap Export Ikan Mas Sinyonya dan Udang Sawah ke Papua Nugini
“Dibutuhkan kolaborasi dan sinergi yang tinggi, baik dari Pemda, relawan kemanusiaan, lembaga legislatif, yudikatif, serta komponen lainnya, termasuk donatur atau pihak ketiga,” tambahnya.
Untuk BSR katanya, sejauh ini kerap berkolaborasi dengan Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Pandeglang, serta sejumlah donatur.
Kepala Desa (Kades) Idaman, Kecamatan Patia Kabupaten Pandeglang, Ilman mengaku, permasalahan kekeringan dan krisis air bersih di wilayahnya, hingga kini masih melanda.
Itu artinya, sudah hampir 6 bulan lebih masyarakat kerap merasakan kekhawatiran, sulitnya mendapatkan air bersih setiap hari. Padahal, air merupakan sumber kehidupan.
“Dibutuhkan penanganan yang lebih serius dan komprehensif, terkait krisis air bersih di daerah kami. Memang penanganannya tidak sama dengan daerah lain,” pungkasnya.
Selain kesulitan air bersih, dampak lain yang dirasakan masyarakat adalah kesulitan menggarap lahan pertanian dan persawahan. Karena, tidak ada aliran irigasi untuk mengaliri air ke persawahan warga.
Baca Juga: Istighosah Qubro hingga Murak Liwet Siap Memeriahkan Hari Santri Nasional di Pandeglang
Ditegaskannya, sudah sering kami sampaikan bahwa Desa Idaman, Kecamatan Patia, merupakan daerah yang unik. Dikala diguyur hujan berlebihan, juga akan terjadi banjir. Lalu, ketika musim kemarau maka krisis air bersih menjadi persoalan.
“Diharapkan perhatian khusus dari pemerintah, agar hal tersebut tak terus berulang-ulang di tahun berikutnya,” imbuhnya. (mardiana)

















