SATELITNEWS.COM, SERANG – Pemprov Banten menambah anggaran untuk pembiayaan sekolah gratis, bagi tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) atau sederajat dan Madrasah Aliyah (MA) swasta, di tahun 2027, hingga Rp220 Miliar.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten, Jamaludin mengakui, adanya penambahan anggaran untuk program sekolah gratis di tahun 2027 mendatang. Seiring dengan bertambahnya jumlah penerima bantuan, di tahun yang sama.
“Di tahun 2027 nanti, sementara ini kita usulkan penambahan anggaran sampai Rp520 Miliaran, tetapi usulan itu masih belum final. Kalau untuk anggaran tahun 2026 ini, jumlahnya Rp340 Miliaran,” katanya, Minggu (18/10/2026).
Jamaludin menerangkan, jumlah peserta didik penerima bantuan untuk tahun ajaran 2026/2027, sekira 130 ribu peserta.
Jumlah itu berasal dari Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Sekolah Khusus (SKh), serta sekolah swasta atau Madrasah Aliyah (MA).
“Jadi terkait sekolah gratis tahun ajaran ini, ada 120 ribu dari SMA, SMK, dan SKh ditambah Aliyah 10 ribu, jadi kurang lebih 130 ribu. Jadi anggaran yang tadi itu, khusus untuk membiayai pendidikan anak-anak kita,” ujarnya.
Baca Juga: Refleksi HSN, Andra: Santri Garda Terdepan Pembangunan di Banten
Ditanya terkait jumlah sekolah penerima bantuan itu, Jamaludin mengakui, pihaknya masih melakukan penghitungan. Namun, kata dia, secara keseluruhan ada sekira 130 ribu lebih penerima bantuan sekolah gratis.
“Kalau untuk Aliyah, nama sekolahnya sudah masuk tapi kita data dulu. Sekolah Aliyah masih menyebar, angkanya aja yang kita kasih, kuotanya kita kunci 10 ribu. Lagi proses verifikasi,” ujarnya.
Jamaludin menerangkan, pembayaran operasioan sekolah gratis tersebut dilakukan sekira tiga bulan sekali, dengan syarat dan ketentuan yang berlaku dan berdasarkan Anggaran Belanja Tambahan (ABT).
“Pembayarannya nanti tiga bulan sekali, harusnya September nih, tapi ABT belum paling kena Oktober nanti. Angkanya Rp150 ribuan per siswa per bulan,” tukasnya.
“Bagi sekolah yang mengundurkan diri, bagi siswa yang sebelumnya masuk program gratis tetap ditanggung Pemprov Banten, sampai anak yang terdaftar program itu lulus sekolah,” ujarnya lagi.
Gubernur Banten Andra Soni mengatakan, Pemprov Banten berupaya memperluas akses sekaligus meningkatkan kualitas layanan. Langkah ini diwujudkan melalui pembangunan Unit Sekolah Baru (USB), Program Sekolah Gratis, pengembangan sekolah unggul, hingga penyelenggaraan Sekolah Rakyat (SR).
Baca Juga: Pengamat Dukung Gaji PPPK Paruh Waktu Dianggarkan Pemprov Banten pada 2027
Sepanjang tahun 2026, Pemprov Banten telah meresmikan tujuh unit sekolah baru yang terdiri dari, dua SMA, empat SMK, dan satu Sekolah Khusus (SKh), dengan total daya tampung 1.356 peserta didik.
Selain itu, Program Sekolah Gratis bagi siswa SMA, SMK, dan SKh swasta terus digulirkan guna memastikan keterbatasan ekonomi, tidak menjadi penghalang bagi anak-anak untuk mengakses pendidikan menengah.
“Pada tahun ajaran 2025/2026, program ini menjangkau 60.705 siswa di 801 sekolah. Sementara pada tahun ajaran 2026/2027, program ini mencakup 59.697 siswa dari 782 sekolah penerima manfaat,” tuturnya
Andra menerangkan, Pemprov Banten juga menaruh perhatian pada pendidikan unggul dengan menetapkan empat satuan pendidikan, sebagai Sekolah Menengah Atas Unggul Garuda Transformasi.
Keempatnya meliputi SMA Labschool – Cirendeu, dan SMA Swasta Kharisma Bangsa di Kota Tangerang Selatan, serta SMAN CMBBS dan MAS Ibad Ar Rahman di Kabupaten Pandeglang.
”Pemerataan akses bagi masyarakat prasejahtera, diperkuat melalui tujuh Sekolah Rakyat di Banten, yang mencakup SRMA 33 di Kota Tangerang Selatan, SRMA 34 di Kabupaten Lebak, serta lima Sekolah Rakyat Terintegrasi yang tersebar di Kabupaten Lebak, Serang, Pandeglang, dan Tangerang,” terangnya. (adib)

















