SATELITNEWS.COM, SERANG – Stasiun Meteorologi Maritim (Stamar) Kelas I Merak mencatat, berdasarkan citra satelit Himawari-9, asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Sumatera dan Kalimantan, mulai memasuki wilayah Provinsi Banten sejak beberapa hari terakhir.
Akibat kondisi itu, masyarakat yang tinggal di wilayah tertentu di Provinsi Banten, diminta waspada dan tetap menggunakan masker saat melakukan aktivitas.
Ketua Pokja Data dan Informasi Stamar Kelas I Merak pada Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Banten, Akhmad Fadholi, membenarkan asap karhutla di wilayah Sumatera dan Kalimantan, mulai memasuki beberapa wilayah di Provinsi Banten.
“Iya benar sudah mulai masuk. Untuk sebaran asap karhutla sementara menjangkau Serang bagian Utara dan Cilegon, mas,” katanya, Senin (19/10/2026).
Dia mengatakan, kualitas udara di Provinsi Banten bisa menurun dan berbahaya bagi masyarakat yang menghirupnya. Oleh karena itu, dia meminta kepada masyarakat agar tetap hati-hati.
“Tentunya jika asap karhutla sampai ke permukaan tanah, dan bergabung dengan polusi yang ada di wilayah Banten, itu dapat memperburuk kualitas udara,” ujarnya.
Baca Juga: Kebakaran Hutan dan Lahan Jerat 138 Tersangka
Dia berpesan kepada masyarakat Banten, yang biasa melakukan aktivitas atau bekerja diluar ruangan, agar selalu menggunakan masker. Tindakan itu harus dilakukan, karena asap karhutla tersebut bida baik bagi kesehatan dan bisa menyebabkan nafas terganggu.
“Jadi untuk masyarakat tetap waspada, usahakan memakai masker dalam beraktifitas di luar ruangan karna kondisi Banten juga belum masuk musim hujan sehingga paparan debu dan polusi masih tinggi. Demikian mas,” tambahnya.
Ditanya terkait intensitas asap karhutla yang masuk ke beberapa wilayah di Provinsi Banten, dia mengaku kondisinya masih dalam tahap normal dan cenderung mengalami penurunan dibandingkan hari sebelumnya.
“Seperti yang diupdate oleh BMKG pusat, sementara intensitas menurun, mas,” tandasnya.
“ini kami kurang tau ya, tentunya ini sangat bergantung dari kondisi di area karhutla apakah menurun/tetap/meningkat, namun demikian harapan kami ini akan cepat selesai,” timpalnya.
Kasubag TU Stamar Kelas I Merak Trian Asmarahadi, mengatakan hal senada. Dia mengajak kepada masyarakat Banten, agar bisa melakukan antisipasi dan tidak memperparah kondisi yang ada.
Baca Juga: Perkuat Pencegahan dan Pengendalian Karhutla, Polda Banten Libatkan Banyak Stakeholder
“Walaupun titik panas atau kebakaran di Provinsi Banten ini sangat minim, tetapi masyarakat harus tetap berhati-hati. Jangan sampai membakar ilalang, atau sampah di kebun, harus dikontrol,” imbuhnya. (adib)

















