SATELITNEWS.COM, TANGERANG — Suasana sepi pada dini hari diduga dimanfaatkan pencuri untuk membobol toko handphone Erafone di Jalan Raya Ki Mas Laeng atau jalur Citeras-Tigaraksa, Kampung Mampelem RT 02/RW 04, Desa Matagara, Kecamatan Tigaraksa, Kamis (15/10) dini hari. Sebanyak 41 unit handphone (HP), tablet, dan tiga unit televisi dilaporkan hilang dari toko tersebut.
Kapolsek Tigaraksa, AKP Iwan Wahyudi, membenarkan peristiwa pencurian tersebut. Berdasarkan keterangan saksi yang merupakan pegawai Erafone, aksi pencurian diperkirakan terjadi pada dini hari dan baru diketahui saat pegawai masuk kerja pada pagi harinya.
” Kemungkinan pelaku melancarkan aksinya dini hari. Karena, saksi atau pegawai yang bekerja mengetahui adanya 41 handphone dan 3 TV yang hilang, saat dia masuk kerja, yaitu pagi hari,” kata AKP Iwan Wahyudi kepada Satelit News, Minggu (18/10).
Menindaklanjuti kejadian tersebut, polisi telah mendatangi lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Lokasi pencurian berada di Erafone, Jalan Raya Ki Mas Laeng, Kampung Mampelem, Desa Matagara, Kecamatan Tigaraksa.
Iwan mengatakan, petugas juga telah mengumpulkan barang bukti dan meminta keterangan sejumlah saksi untuk mengungkap kasus tersebut.
“Laporan sudah kami terima dan saat ini sedang dilakukan penyelidikan,” katanya.
Baca Juga: Wabup Intan Tekankan Peran Perempuan Cetak Generasi Unggul dan Cegah Stunting
Dari hasil pemeriksaan awal, para pelaku diketahui berhasil membawa kabur 41 unit handphone dan tablet serta tiga unit televisi. Polisi masih mendalami kasus tersebut untuk mengungkap pelaku pencurian.
Iwan mengatakan, pihaknya akan menyampaikan perkembangan lebih lanjut apabila sudah ada informasi terbaru mengenai penyelidikan.
“Kalau sudah ada perkembangan akan kami infokan kembali,” pungkasnya.
Warga Sebut Suasana Malam Itu Tak Biasa
Sementara itu, salah seorang warga sekitar, Bagus Sutiono, yang akrab disapa Black, mengatakan wilayah tersebut biasanya ramai hingga pagi hari. Namun, pada Kamis (15/10) dini hari, suasana di sekitar lokasi justru terbilang sangat sepi.
Menurutnya, kondisi tersebut diduga membuat pelaku lebih leluasa menjalankan aksinya. Warga sekitar bahkan awalnya tidak mengetahui adanya pencurian hingga melihat kedatangan polisi di lokasi.
Baca Juga: Tanggul Cadas-Kukun Jebol Akibat Longsor, Jalan di Kutabumi II Terendam
“Kita yang tinggal di sini malah awalnya tidak tahu ada pencurian. Tahu-tahu setelah ada polisi. Tetapi memang pada malam itu di sini tidak seperti biasanya, sangat sepi juga. Biasanya kan ramai saja sampai pagi,” katanya. (alfian/aditya)

















