SATELITNEWS.COM, CIPUTAT–Dua korban ledakan di kawasan ruko Pasar Cimanggis, Ciputat, yang sebelumnya dirawat di Rumah Sakit Umum (RSU) Kota Tangerang Selatan (Tangsel), telah dirujuk ke rumah sakit lain. Sementara itu, dua korban luka ringan telah diperbolehkan pulang.
Kepala Bidang Pelayanan Medis RSU Kota Tangerang Selatan, Lanna Marita, mengatakan bahwa dua korban dengan luka bakar berat tersebut dirujuk ke rumah sakit yang memiliki fasilitas penanganan lebih lanjut sesuai dengan kondisi masing-masing. Korban atas nama Andre Ahmad, yang mengalami luka bakar di atas 50 persen, dirujuk ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) pada Kamis malam.
“Kalau yang luka bakarnya di atas 50 persen itu dirujuk ke RSCM atas nama Andre,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui telepon, Minggu (18/10).
Sementara itu, korban atas nama Andri, yang mengalami luka bakar di atas 80 persen, dirujuk ke RS Tarakan pada Jumat.
“Sudah dirujuk. Saat ini sudah tidak ada yang dirawat di RSUD Tangsel. Yang lukanya lebih dari 80 persen itu dirujuk ke RS Tarakan atas nama Andri,” kata Lanna.
Lanna menjelaskan, dengan dirujuknya kedua korban tersebut serta dipulangkannya dua korban luka ringan, saat ini sudah tidak ada lagi korban ledakan Pasar Cimanggis yang menjalani perawatan di RSU Kota Tangerang Selatan.
“Dirujuknya Kamis malam. Malam itu Andre Ahmad langsung mendapat rujukan ke RSCM, nah yang Andri besoknya ke RS Tarakan. Sementara itu, dua orang yang mengalami luka ringan sudah dipulangkan,” sebutnya.
Baca Juga: Polisi Temukan Gudang Miras di Pasar Cimanggis, Pemkot Tangsel Diminta Tegas
Ledakan yang terjadi di kawasan ruko Pasar Cimanggis pada Rabu (15/10/2026) tersebut menyebabkan dua orang tewas dan 11 orang lainnya mengalami luka-luka. Dua korban meninggal dunia tercatat atas nama Achmad Tri Prasetyo dan Riko Eka Putra. Adapun para korban luka mendapatkan perawatan medis di tiga rumah sakit, yakni Rumah Sakit Sari Asih, RS Fatmawati, dan RSU Kota Tangerang Selatan.
Secara keseluruhan, korban luka terdiri atas lima orang dengan kategori berat dan enam orang dengan kategori ringan. Di RS Fatmawati, tiga korban dirawat akibat luka berat, yakni Suryanto, Bahtiar, dan Mudyawati. Rumah sakit ini juga menjadi tempat perawatan bagi salah satu korban meninggal dunia, yakni Achmad Tri Prasetyo. Sementara itu, RS Sari Asih merawat empat korban luka yang terdiri atas tiga korban luka ringan—yakni Anasyah, Sarmin, dan Wahyu Muhammadinno—serta satu korban luka berat bernama Darham Effendi.
Adapun di RSU Kota Tangerang Selatan, empat korban luka sempat mendapatkan perawatan, yaitu Andre dan Andri yang mengalami luka berat, serta Maman dan Ade yang mengalami luka ringan. RSU Kota Tangerang Selatan juga menjadi lokasi penanganan korban meninggal dunia atas nama Riko Eka Putra.
Dengan demikian, berdasarkan data sementara tersebut, total korban tercatat sebanyak 13 orang, yang terdiri atas 11 korban luka dan dua korban meninggal dunia. Para korban terdampak terdiri atas para pekerja serta warga yang berada di sekitar lokasi ruko. Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, sejumlah korban ditemukan di bagian depan bangunan.
Sementara itu Wakil Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Pilar Saga Ichsan memastikan Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel mengawal penanganan medis dan pembiayaan perawatan korban ledakan ruko di kawasan Pasar Cimanggis yang terjadi pada Rabu (14/10/2026) malam.
Hal tersebut disampaikan Pilar saat menjenguk para korban yang dirawat di RSU Kota Tangerang Selatan pada Kamis malam (15/10/2026).
Baca Juga: Dijenguk Pilar, Pasien Luka Bakar Berat Butuh Dirujuk
Pilar menyebutkan, korban yang dirawat di RSU Kota Tangsel maupun RS Sari Asih akan didampingi dalam pemanfaatan jaminan kesehatan yang dimiliki, termasuk BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan, sesuai dengan kepesertaan dan ketentuan yang berlaku.
“Kami dari Pemerintah Kota Tangerang Selatan mengawal korban yang sekarang sedang dirawat supaya bisa sembuh segera ditangani untuk pulih dan kita mengawal supaya semua korban luka ini bisa ditangani secara maksimal, gratis agar tidak membebani biaya bagi keluarga,” kata dia. (eko)

















