SATELITNEWS.COM, LEBAK–Setelah 6 tahun terlunta-lunta di kawasan hunian sementara (huntara) nasib warga terdampak banjir bandang dan longsor di Lebakgedong, Kabupaten Lebak akhirnya menemui titik terang. Sebab hunian tetap (huntap) yang selama ini mereka idam-idamkan mulai dibangun dan ditargetkan selesai akhir Desember 2026.
Bupati Lebak Hasbi Asyidiki Jayabaya mengatakan, pembangunan tahap pertama kini sudah dimulai. Sejumlah material bangunan telah dimobilisasi ke lokasi pembangunan di Desa Banjarsari, Kecamatan Lebakgedong.
“Kick off-nya sudah berjalan. Artinya material sudah mobilisasi, dilakukan melalui Balai,” kata Hasbi, usai menerima kunjungan sekaligus penyerahan berita acara Kick Off pembangunan Huntap Lebakgedong dari Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman (BP3KP) Jawa I, di Pendopo Pemkab Lebak, Rabu (14/10/2026).
Ia berharap proses pembangunan berlangsung cepat sehingga warga yang selama ini menunggu hunian permanen dapat segera menempatinya. “Sekarang per tanggal 14 Oktober, sebelum tanggal 31 Desember, 104 unit ini bisa terbangun,” ujarnya.
Hasbi mengatakan, pembangunan tersebut menjadi kabar penting bagi warga terdampak bencana yang selama enam tahun harus bertahan di huntara. “Artinya masyarakat yang sudah menunggu atau mereka yang terdampak bencana sudah menunggu enam tahun tidak memiliki hunian layak, segera mendapatkan hunian layak,” katanya.
Dari total 221 warga penerima manfaat, tahap pertama baru mencakup 104 unit. Sementara 117 warga lainnya akan masuk pembangunan tahap berikutnya setelah seluruh persyaratan kesiapan lahan terpenuhi.
Baca Juga: DPUPR Kabupaten Serang Targetkan 100 Tenaga Kerja Konstruksi Bersertifikat per Tahun
Hasbi menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Lebak telah menyiapkan lahan seluas 5,4 hektare untuk mendukung pembangunan huntap. Pemprov Banten juga telah membangun akses jalan sepanjang dua kilometer menuju kawasan tersebut. “Dua kilometer akses jalan sudah dibangun oleh Pemerintah Provinsi Banten. Ini andilnya bentuk kolaborasi,” jelasnya.
Menurutnya, pembangunan Huntap merupakan kerja bersama pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten. Sejumlah lembaga juga ikut mengawal agar program yang telah lama dinantikan warga tersebut berjalan sesuai target. “Tidak hanya Pemerintah Daerah Kabupaten Lebak, artinya melalui tidak hanya Kementerian PKP, Kemenko PMK, tapi juga Kejaksaan Tinggi Banten, Kejaksaan Negeri Lebak, DPRD Kabupaten Lebak, ini kita ikut mengawal bersama,” ujar Hasbi.
Untuk tahap pertama, pemerintah memprioritaskan warga yang masih berada di kawasan terdampak. Penentuan penerima dilakukan berdasarkan data by name by address. “Kalau bicara hak, mereka memiliki hak. Tapi yang menjadi prioritas yang existing dulu,” katanya.
Hasbi berharap pembangunan 104 unit huntap tahap pertama tidak kembali terkendala sehingga target penyelesaian sebelum akhir tahun dapat tercapai. “Semua material hampir beberapa material sudah berada di lapangan,” katanya.
Ia pun meminta dukungan masyarakat agar pembangunan Huntap tersebut benar-benar menjadi akhir dari penantian panjang warga terdampak bencana. “Kita tahu enam tahun ini bukan waktu yang sebentar untuk memiliki hunian yang layak,” pungkasnya.
Sementara, Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Permukiman Jawa 1, Elias Wijaya, mengatakan kesiapan lahan menjadi syarat utama sebelum pembangunan dilaksanakan. “Kalau kita membangun itu harus clean dulu lahannya. Lahan itu sebagai tanggung jawab dari pemerintah daerah, dalam hal ini Kabupaten Lebak,” kata Elias.
Baca Juga: Kunjungi DPRD Banten, Kapolda Berkomitmen Tingkatkan Sinergi dan Kolaborasi
Untuk pembangunan tahap pertama, kata dia, lahan sudah dinyatakan siap. Pihak Balai juga telah menerima sertifikat lahan sehingga pembangunan 104 unit dapat langsung dilaksanakan. “Untuk tahap pertama lahan sudah clean and clear. Kita sudah terima sertifikatnya juga, Pak Bupati. Jadi kita sudah langsung eksekusi tahap pertama 104,” ujarnya.
Sedangkan 117 unit lainnya masih menunggu penyelesaian proses kesiapan lahan. Setelah seluruh persyaratan terpenuhi, Balai akan mengusulkan anggaran untuk pembangunan tahap kedua. “Nanti kalau itu sudah clean and clear, nanti tahap kedua akan dilanjutkan. Kami akan mengusulkan ke pimpinan untuk pengalokasian anggarannya untuk 117 dan langsung dieksekusi,” tutur Elias.(mulyana)

















