SATELITNEWS.COM, JAKARTA—Presiden Prabowo Subianto melantik Jenderal TNI Maruli Simanjuntak sebagai Wakil Panglima TNI dalam perombakan jabatan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (15/10/2026). Maruli menggantikan Jenderal TNI Tandyo Budi Revita yang bertukar posisi menjadi Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD).
Pelantikan tersebut menempatkan Maruli sebagai orang nomor dua di lingkungan TNI, di bawah Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto. Maruli juga disebut merangkap jabatan sebagai Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan dan Daerah Terpencil.
Penunjukan Maruli memiliki catatan tersendiri. Jauh sebelum menduduki jabatan strategis tersebut, dia pernah mendapat pujian langsung dari Prabowo saat keduanya masih berada di lingkungan Komando Pasukan Khusus (Kopassus). Pada 1994, Maruli meraih medali emas kelas 70 kilogram dan medali perak kelas bebas dalam ajang Pangab Cup. Setahun kemudian, dia menjuarai kejuaraan judo Asia Tenggara.
Saat itu, Prabowo menjabat Komandan Jenderal Kopassus. Prabowo dikisahkan begitu bangga atas prestasi anak buahnya tersebut hingga menggendong Maruli sebagai bentuk apresiasi.Prabowo kemudian menceritakan kembali pengalaman tersebut di hadapan para menteri dan pejabat negara dalam sebuah kesempatan resmi.
Pengangkatan Maruli sebagai Wakil Panglima TNI didasarkan pada keputusan presiden yang dibacakan dalam prosesi pelantikan. “Keppres Nomor 105 dan 106 TNI Tahun 2026 tentang pemberhentian dan pengangkatan Wakil Panglima TNI merangkap Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan dan Daerah Terpencil serta pemberhentian dan pengangkatan Kepala Staf Angkatan Darat,” kata Sekretaris Militer Presiden Mayjen TNI Wahyu Yudhayana.
Maruli merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) 1992. Dia memiliki latar belakang pasukan khusus dan meniti karier melalui sejumlah jabatan operasional maupun komando di lingkungan TNI AD. Kariernya mulai menanjak ketika dipercaya menjadi Komandan Detasemen Tempur Cakra pada 2002. Selanjutnya, pada 2005–2008, dia bertugas sebagai Perwira Pembantu Madya Operasi Kopassus TNI AD.
Baca Juga: Presiden Reshuffle Kabinet, 16 Pejabat Dilantik di Sejumlah Posisi Strategis
Pada 2008–2009, Maruli menjabat Komandan Batalyon 21 Grup 2 Kopassus. Dia kemudian dipercaya menjadi Komandan Sekolah Komando di Pusat Pendidikan dan Latihan Pasukan Khusus TNI AD pada 2009–2010.
Pada 2010, Maruli mendapat penugasan sebagai Wakil Komandan Grup 1 Kopassus. Tiga tahun kemudian, dia menjabat Komandan Grup 2 Kopassus. Pada 2014, dia dipercaya menjadi Asisten Operasi Komandan Jenderal Kopassus.
Maruli selanjutnya bertugas di Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres). Sejak 2016, dia menjabat Komandan Grup A Paspampres, satuan yang bertugas melaksanakan pengamanan presiden dan keluarga sesuai ketentuan yang berlaku. Pelantikan pada Kamis (15/10/2026) tersebut merupakan bagian dari perombakan jabatan di lingkungan pemerintahan. Reshuffle sebelumnya disebut berlangsung pada 1 Oktober 2026.
Selain Maruli, delapan pejabat lain disebut dilantik dalam kesempatan tersebut, yakni:
- Jenderal TNI Tandyo Budi Revita sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD).
- Marsekal TNI Yusuf Jauhari sebagai Wakil Menteri Pertahanan bidang Logistik Industri Pertahanan dan Teknologi.
- Jenderal TNI Richard Taruli Horja Tampubolon sebagai Wakil Menteri Pertahanan bidang Strategi, Doktrin, dan Pembangunan Kekuatan.
- Alim Setiawan Slamet, S.TP., M.Si., sebagai Wakil Menteri Pertanian.
- Maulana Bungaran, S.H., M.H., sebagai Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.
- Letnan Jenderal TNI Kristomei Sianturi sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)
- Dr. Satyawan Pudyatmoko sebagai Kepala Badan Pengelolaan Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN).
- Mayor Jenderal TNI Sriyanto sebagai Wakil Kepala Badan Pengelolaan Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN).
















