SATELITNEWS.COM, TANGERANG — Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Tangerang memperkuat transparansi rekrutmen tenaga kerja melalui mekanisme rekrutmen terbuka open recruitment yang memungkinkan pencari kerja (pencaker) mengikuti tes seleksi secara langsung dan mengetahui hasilnya pada hari yang sama. Mekanisme ini juga diklaim bisa menekan peran “orang dalam” alias ordal untuk bermain-main.
Dari sekitar 7.900 pelamar yang tercatat, sebanyak 3.880 orang dipanggil untuk mengikuti tahapan seleksi. Kegiatan tersebut melibatkan 25 perusahaan yang menyediakan lebih dari 1.200 lowongan kerja untuk 99 jabatan. Mekanisme rekrutmen ini menjadi salah satu upaya Pemerintah Kota Tangerang mempertemukan kebutuhan tenaga kerja perusahaan dengan pencari kerja melalui program Gampang Kerja dalam konsep 3G.
Wali kota Tangerang Sachrudin mengatakan, perluasan kesempatan kerja menjadi salah satu langkah pemerintah daerah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, pemerintah terus membangun kolaborasi dengan dunia usaha agar kebutuhan tenaga kerja perusahaan dapat terpenuhi sekaligus membuka peluang bagi masyarakat untuk memperoleh pekerjaan.
“Pemerintah terus melakukan langkah-langkah dan upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program. Salah satunya dengan membuka lapangan kerja melalui kegiatan open recruitment,” ujar Sachrudin usai membuka Gebyar Rekrutmen 2026 di Tangerang Convention Center, Cimone, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, Rabu (21/10/2026) .
Menurut Sachrudin, open recruitment memiliki mekanisme berbeda dengan bursa kerja atau job fair. Dalam job fair, pencari kerja umumnya mengajukan lamaran kepada perusahaan yang membuka lowongan. Sementara melalui open recruitment, pelamar yang memenuhi persyaratan dipanggil untuk mengikuti tes seleksi secara langsung, bahkan hasilnya dapat diumumkan pada hari yang sama.
Sachrudin mengatakan mayoritas peserta kegiatan berasal dari Kota Tangerang. Berdasarkan pengamatannya, sekitar 75 persen peserta merupakan warga setempat, meskipun kesempatan melamar tetap terbuka bagi pencari kerja dari luar daerah.
Baca Juga: 3.450 Pekerja Rentan di Lebak Dapat Jaminan
Ia berharap perusahaan dapat memberikan perhatian kepada pencari kerja dari wilayah sekitar selama mereka memiliki kompetensi sesuai kebutuhan. Menurut Sachrudin, hubungan antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat perlu dibangun secara timbal balik.
Perusahaan membutuhkan lingkungan usaha yang aman dan nyaman, sedangkan masyarakat membutuhkan kesempatan kerja serta kontribusi nyata dari dunia usaha. “Kalau memang masih mempunyai kompetensi yang layak, saya pikir tenaga kerja dari wilayah terdekat perlu diberikan kesempatan,” katanya.
Kepala Disnaker Kota Tangerang Ujang Hendra Gunawan menjelaskan, tidak semua pelamar dapat melanjutkan ke tahap seleksi. Dari sekitar 7.900 lamaran yang masuk, hanya sekitar 3.880 pelamar yang dipanggil karena memenuhi persyaratan awal. “Kalau lamarannya belum dipanggil, biasanya ada persyaratan administrasi yang belum terpenuhi atau lowongan tersebut tidak sesuai dengan latar belakang pendidikan yang dimiliki,” kata Ujang.
Ia menegaskan, proses seleksi dilakukan berdasarkan persyaratan dan kebutuhan masing-masing perusahaan. Melalui mekanisme tersebut, pencari kerja diharapkan dapat memantau proses rekrutmen secara lebih terbuka.
Mekanisme seleksi juga dirancang agar pencari kerja memperoleh kepastian mengenai status lamaran mereka. Pelamar yang telah mendaftar dipanggil untuk mengikuti tes, kemudian hasil seleksi diumumkan pada hari yang sama. “Silakan teman-teman bisa dicek bahwasanya tidak ada ordal-ordal begitu. Mereka mudah-mudahan bisa melihat langsung prosesnya,” ujar Ujang.
Salah satu perusahaan peserta, Indomaret, bahkan telah menyelesaikan tes dan menetapkan hasil penerimaan pelamar.
Baca Juga: Festival Cisadane, 2.552 Lowongan Kerja Tersedia di Stand Disnaker Kota Tangerang
Disnaker Kota Tangerang juga mendorong rekrutmen yang lebih inklusif dengan membuka kesempatan bagi penyandang disabilitas. Dalam kegiatan tersebut, Alfamart menyediakan lowongan bagi penyandang disabilitas, khususnya tunarungu. Namun, partisipasi pelamar dari kelompok tersebut masih terbatas. Berdasarkan data yang disampaikan Ujang, baru empat orang yang melamar dan dipanggil untuk mengikuti seleksi.
Dari sisi penyerapan tenaga kerja, Ujang menyebut rata-rata pelamar yang diterima melalui berbagai kegiatan rekrutmen yang difasilitasi Disnaker Kota Tangerang berkisar 25 persen. Tingkat penerimaan tersebut dipengaruhi kesesuaian kompetensi dan latar belakang pendidikan pelamar dengan kualifikasi yang dibutuhkan perusahaan. “Kompetensi dan latar belakang pendidikan harus sesuai dengan lowongan pekerjaan yang disediakan masing-masing perusahaan,” ujarnya.
Sedangkan untuk memperluas akses informasi dan meningkatkan keterbukaan proses rekrutmen, Disnaker Kota Tangerang memperkenalkan Sistem Informasi Open Recruitment (SIOR). Sistem ini memungkinkan pencari kerja memantau status lamaran, mulai dari dipanggil, ditolak, hingga diterima melalui dasbor informasi secara waktu nyata (real-time).
Ujang menjelaskan, SIOR dapat diakses melalui aplikasi Jakarta Life pada fitur Cakap Kerja. Dengan sistem tersebut, pencari kerja diharapkan lebih mudah mengetahui perkembangan lamaran tanpa harus mencari informasi secara terpisah.
Selain SIOR, Disnaker Kota Tangerang berencana meluncurkan Pojok Lowongan Kerja (JOKER) pada 23 Oktober 2026. Berbeda dengan job fair yang selama ini digelar setiap bulan, JOKER dirancang menjadi layanan informasi lowongan kerja yang dibuka setiap Jumat.
Melalui layanan tersebut, pencari kerja dapat mendatangi lokasi layanan dan memindai kode batang (barcode) untuk memperoleh informasi mengenai kebutuhan tenaga kerja dari perusahaan yang membuka lowongan. Ujang mengatakan, upaya memperluas kesempatan kerja tidak hanya dilakukan melalui bursa kerja.
Disnaker juga memfasilitasi pelatihan kewirausahaan, pelatihan berbasis kompetensi, kerja sama rekrutmen antara sekolah menengah kejuruan (SMK) dan perusahaan, serta pelatihan kerja langsung di tempat kerja atau on-the-job training.
Secara kumulatif, Ujang menyebut jumlah tenaga kerja yang terserap melalui berbagai kegiatan dan program ketenagakerjaan yang difasilitasi Disnaker Kota Tangerang mendekati 80.000 orang. Angka tersebut merupakan akumulasi dari sejumlah program, bukan hanya hasil pelaksanaan job fair.
Melalui penguatan sistem informasi, perluasan akses rekrutmen, dan kolaborasi dengan dunia usaha, Pemkot Tangerang berharap kesempatan kerja semakin terbuka bagi masyarakat. Namun, keberhasilan program tersebut juga ditentukan oleh kesesuaian kompetensi pencari kerja dengan kebutuhan perusahaan serta efektivitas penempatan tenaga kerja. (made)

















