SATELITNEWS.COM, SERANG–Laboratorium penelitian kesejarahan Bantenologi UIN SHM Banten menggencarkan kegiatan kemasyarakatan. Kegiatan itu dinilai penting dilakukan karena dampaknya bisa langsung dirasakan, terutama kalangan masayarakat yang kurang mampu.
Salah satu kegiatan yang digencarkan itu yakni santunan anak yatim, guru ngaji serta pendampingan dan pengembangan terhadap Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).
Direktur Laboratorium Bantenologi Rohman, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan upaya Bantenologi untuk lebih menyelami kondisi nyata masyarakat. Menurutnya, dunia kampus selalu berkutat dengan kegiatan-kegiatan akademik seperti diskusi, seminar, workshop.
“Hal ini harus diimbangi dengan kegiatan-kegiatan yang langsung berhubungan dengan masyarakat dan berupaya untuk mencari solusi terbaik bagi masyarakat,” katanya, seusai kegiatan Santunan Guru Ngaji dan Yatim di aula PKBM Insan Utama Mandiri Sawah Luhur, Kasemen, Kota Serang, Senin (8/4/2024).
Rohman menilai, komponen masyarakat yang dalam pandangan Bantenologi cukup rentan adalah guru ngaji dan yatim piatu. Padahal guru ngaji memiliki peran strategis dalam menghapus buta literasi Al Qur’an yang menurut salah satu penelitian jumlahnya masih cukup tinggi di Banten.
“Mereka bekerja tanpa pamrih agar generasi muda Islam dapat membaca dan memahami kitab sucinya tanpa penghasilan yang memadai. Untuk itulah kegiatan ini mengambil segmen guru ngaji,” ujarnya.
Baca Juga: Santuni 1.500 Anak Yatim dan Dhuafa, Pemkab Dan Baznas Serang Gelontorkan Rp675 Juta
Sedangkan yatim dan piatu merupakan generasi harapan bangsa ke depan yang harus dipersiapkan kebutuhan-kebutuhannya agar cita-cita dan harapannya tetap terpelihara.
“Maka dari itu kami fokus dalam hal ini,” imbuhnya.
Ketua PKBM Insan Utama Mandiri Hikmatullah yang bekerjasama dengan Laboratorium Bantenologi mengatakan, acara ini merupakan kegiatan rutin PKBM yang dalam dua tahun terakhir bekerjasama dengan Laboratorium Bantenologi UIN Banten untuk menyalurkan santunan bagi guru ngaji dan yatim.
Sebagai lembaga pendidikan non formal, PKBM Insan Utama Mandiri telah berdiri selama lebih dari dua belas tahun dan berkontribusi untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia kota Serang dan provinsi Banten.
“Kami menyelenggarakan program paket A bagi warga belajar yang putus sekolah di level SD, paket B bagi yang putus sekolah di level SMP, dan paket C bagi warga belajar yang putus sekolah di level pendidikan menengah. Selain itu PKBM Insan Utama Mandiri juga mengelola tiga buah PAUD yang ada di kecamatan Kasemen,” katanya.
Selain itu PKBM Insan Utama Mandiri Sawah Luhur juga menyelenggarakan Taman Bacaan Masyarakat dan pelatihan-pelatihan kecakapan hidup (life skills) seperti pelatihan servis AC, menjahit, membuat sate bandeng, dll dengan jumlah alumni mencapai lebih dari seribu orang.
Baca Juga: Tangcity Superblock Gelar Buka Puasa dan Santuni 1.000 Anak Yatim
“Kerjasama dengan Bantenologi ini merupakan upaya PKBM untuk menjalin sinergi dengan kampus dan perguruan tinggi di Banten tambahnya,” ucapnya. (luthfi)
























