SATELITNEWS,COM, CHENGDU—Harapan besar pecinta bulutangkis untuk menyaksikan Indonesia mengawinkan gelar juara turnamen beregu Piala Thomas-Uber kandas.
Tim Thomas dan Uber Indonesia harus puas memperoleh peringkat kedua atau runner up setelah dikalahkan China pada partai final.
Tim Uber Indonesia menelan kekalahan terlebih dahulu. Tuan rumah mengalahkan Indonesia dengan skor 3-0 pada partai final di Chengdu Hi Tech Zone Sports Center Gymnasium, Chengdu, China, Minggu (5/5).
Tunggal putri Gregoria Mariska Tunjung yang turun di pertandingan pertama final Piala Uber kalah dari Chen Yu Fei. Gregoria harus mengakui keunggulan Chen setelah takluk melalui dua gim langsung dengan skor 7-21, 16-21 dalam tempo 37 menit.
Di pertandingan kedua, giliran ganda putri Siti Fadia Silva Ramadhanti/Ribka Sugiarto yang kalah dari Chen Qing Chen/Jia Yi Fan. Keduanya takluk melalui dua gim langsung, 11-21, 8-21.
Pada laga ketiga, tunggal putri Indonesia Ester Nurumi Tri Wardoyo harus mengakui keunggulan wakil tuan tuan He Bing Jao. Ester tumbang melalui rubber game ketat 10-21, 21-15, 17-21 dalam tempo 68 menit.
Hasil ini memastikan China menang 3-0 atas Indonesia dan membawa pulang trofi Piala Uber 2024. Ini sekaligus menandai final ke-20 bagi China, serta memperpanjang rekor 16 kemenangan mereka, sebagai tim putri tersukses sepanjang masa pada ajang beregu putri ini.
Pada rangkaian Piala Uber 2024, China adalah tim putri yang tidak pernah menelan satu pun kekalahan. Tim Negeri Bambu ini menang 5-0 atas Singapura, Kanada dan India. China juga menang 3-0 atas tim Denmark, Jepang, dan Indonesia, masing-masing di babak perempat final, semifinal, dan final.
Sementara bagi Indonesia, ini merupakan final pertama bagi tim putri di Piala Uber sejak edisi 2008, dimana Maria Kristin, Lilyana Natsir dan kawan-kawan menantang tim China di kandang sendiri, dan kalah 0-3.
“Pertama saya mau meminta maaf kepada semua tim karena saya tidak menujukkan permainan yang bagus hari ini. Bisa dilihat gim pertama sangat tidak nyaman dan tidak yakin dengan apa yang mau saya tampilkan,” jelas Gregoria Mariska Tunjung seusai laga.
Namun Gregoria mengaku bersyukur bisa menjadi bagian tim Indonesia menembus ke final.
“Di luar itu, saya mau ucap syukur untuk tim Uber tahun ini. Saya berada di tim yang kompak, yang bisa membangun kerjasama yang bagus. Saya yakin kekompakan itu yang membuat kami hari ini ada di sini. Di final Piala Uber 2024,” katanya.
Kalah di Piala Uber, Indonesia berharap mampu merebut juara Piala Thomas. Apalagi, ini adalah final ketiga Indonesia sejak tahun 2020 lalu.
Namun apalah daya. Indonesia tak bisa lepas dari tekanan tuan rumah China sejak pertandingan pertama digelar.
Anthony Sinisuka Ginting menyerah dengan skor 17-21, 6-21 dari Shi Yu Qi. Ginting mengaku tak bisa mencari pola permainan yang tepat untuk mengatasi serangan-serangan dan tekanan Shi Yu Qi.
“Memang dari awal sampai selesai tidak bisa keluar dari tekanan yang Shi Yu Qi kasih. Mulai dari cara bermain, cara mengatasi kondisi dan situasi di lapangan, bagaimana mencari cara yang tepat,” kata Ginting kepada wartawan seusai pertandingan.
Kekalahan Ginting kemudian menular ketika ganda putra Indonesia Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto tumbang di tangan Liang Wei Keng/Wang Chang. Fajar/Rian takluk 18-21, 21-17, 17-21.
Kemenangan China kemudian terputus ketika Jonatan Christie menghadapi Li Shi Feng. Jonatan mengalahkan Li Shifeng 21-16, 15-21, 21-17.
Meski sempat memperpanjang peluang, Indonesia akhirnya benar-benar kandas setelah Bagas Maulana/Muhammad Shohibul Fikri kalah 11-21, 15-21 saat menghadapi He Ji Ting/Ren Xiang Xu. Bakri, julukan ganda putra ini, tak bisa keluar dari tekanan dan dalam tempo 38 menit.
Dengan hasil ini, Indonesia pun harus puas finis sebagai runner-up. China memenangi lagi Piala Thomas setelah 2018. Mereka kini mengoleksi 11 gelar tertinggal tiga dari Indonesia yang masih jadi penguasa. (gatot)