SATELITNEWS.COM, SERANG – Dalam waktu dekat, Pemprov Banten berencana akan melakukan uji coba operasional Bus Trans Banten, yaitu sekitar bulan Juli 2024 dan berlangsung selama lima bulan, dengan anggaran yang dialokasikan sebesar Rp1 Miliar.
Setelah melakukan uji coba, Pemprov akan melakukan evaluasi bersama, setelah itu baru kemudian akan dilakukan penunjukkan operator pelaksanannya, dengan menggunakan skema kerjasama Buy The Service (BTS).
Skema ini sudah banyak diterapkan di beberapa daerah lainnya, yang mengoperasikan angkutan masal.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Banten Tri Nurtopo mengatakan, pada tahapan uji coba ini akan menggunakan dua unit bus milik Dishub Banten, dengan jalur trayek yang difungsikan hanya terfokus pada koridor tiga dari jalan raya Pakupatan, Kota Serang hingga kampus Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Sindang Sari.
“Awalnya kita rencanakan sembilan bulan untuk uji coba itu, tapi karena melihat waktu yang tidak memungkinkan akhirnya kita persingkat menjadi lima bulan saja,” kata Tri, Senin (6/5/2024).
Besaran anggaran itu, lanjut Tri, akan digunakan untuk biaya operasional seperti BBM, honor driver sampai perawatan bus. Kedepan, setelah uji cob aini selesai, pihaknya Bersama stackholder terkait akan melakukan evaluasi sebagai upaya untuk penyempurnaan pada aspek mana saja yang harus diperbaiki.
Baca Juga: Pemasangan Lampu PJU Diruas Jalan Provinsi Terhambat Evaluasi Anggaran
“Nanti kita akan lakukan rapat lanjutan Bersama Kabupaten dan Kota serta Organda,” ucapnya.
Setelah melakukan evaluasi, lanjut Tri, baru kemudian akan dilakukan kajian terkait besaran potensi nilai investasinya.
Setelah itu, dilakukan penawaran kepada pihak swasta. Sistem yang digunakan sama dengan yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam mengoperasikan bus Transjakarta.
“Sistem yang akan dibuat dalam pengoperasian bus Trans Banten ini adalah kerja sama antara Pemerintah Provinsi Banten dengan pihak swasta yang memiliki bus,” tuturnya.
Terkait tarif, dia mengatakan belum membahas sejauh itu. Namun dia menjelaskan bahwa untuk sistem pembayaran paling memungkinkan adalah dengan menggunakan sistem bayar manual namun petugas dibekali alat sehingga setoran ke kas daerah bisa langsung dilakukan.
Guna melengkapi sarana prasarana penunjang angkutan massal tersebut, pihaknya terus menambah jumlah halte bus setiap tahunnya.
Baca Juga: Didukung Anggaran Rp4,1 Miliar, Trans Banten Masih Gratis
Pada tahun 2024 ini, Dinas Perhubungan Provinsi Banten berencana akan membangun dua halte bus. Sementara pada tahun 2023, pihaknya sudah membangun 10 halte bus. (luthfi)



















