SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Dewan Pimpinan Wilayah Partai Nasdem Provinsi Banten menggelar tahapan pemaparan visi dan misi bakal calon Bupati-Wakil Bupati Tangerang, Rabu (15/5). Moch. Maesal Rasyid dan Mad Romli hadir sebagai bakal calon bupati. Sedangkan Intan Nurul Hikmah datang sebagai bakal calon bupati sekaligus bakal calon wakil bupati. Sementara Cris Indra Wijaya hadir sebagai calon wakil bupati.
Tiga dari empat kandidat yang hadir memaparkan visi misi serta gagasannya di hadapan para pengurus DPW Partai Nasdem. Ketiganya adalah Maesal Rasyid, Intan Nurul Hikmah dan Cris Indra Wijaya. Sedangkan Mad Romli meninggalkan arena pemaparan visi misi di Hotel Aston Anyer, Kabupaten Serang tersebut. Dengan demikian dia tidak membeberkan gagasannya membangun Kabupaten Tangerang di forum partai Nasdem.
Ketua Tim Penjaringan DPW Nasdem Banten, Furtasan Ali Yusuf mengatakan melalui tahapan penyampaian atau pemaparan visi misi para calon kepala dan wakil kepala daerah tersebut, partainya memperlihatkan transparansi. Dia menyatakan pemaparan tersebut menjadi penilaian kemampuan para bakal calon dari segi mental, public peaking, gesture, dan gagasan ketika nantinya memimpin suatu daerah.
“Kita juga bisa melihat kemampuan masing-masing. Tujuannya adalah secara gesture, publik speaking, dan secara mental pemimpin harus kuat,” kata Furtasan, Rabu (15/5).
Furtasan menjelaskan pemaparan dan penyampaian visi misi serta ide dan gagasan akan dikompilasi dan disampaikan kepada DPP Partai Nasdem dalam waktu durasi 17 hari sejak Rabu (15/5). Pihaknya juga akan menimbang hasil survei sebagai pertimbangan diantaranya popularitas dan elektabilitas.
Saat disinggung terkait Mad Romli yang tidak hadir dalam kegiatan penyampaian dan pemaparan visi misi serta ide dan gagasan, Future mengaku tidak faham dan tidak tahu alasannya. Padahal kata dia, Mad Romli sempat hadir dalam acara namun tidak terlihat saat penyampaian visi misi.
Baca Juga: NasDem Pandeglang Optimistis Nambah Raihan Kursi di DPRD
Furtasan menegaskan, semua yang mendaftar dan melamar harus hadir dan datang menyampaikan visi misi. Kalau tidak, terpaksa dicoret dan tidak mendapatkan rekomendasi karena dianggap tidak serius dan menyepelekan partai Nasdem.
“Artinya tidak mementingkan kita, padahal sudah kita siapkan gelaran ini, selama dua hari dan ini berbiaya loh tidak gratis. Mereka tinggal datang doang, tinggal tampil sampaikan gagasan. Alasannya apa dia tidak datang, saya gak paham. Tapi kita sudah sepakat dari awal bahwa semua yang melamar yang mendaftar harus datang hari ini kalau enggak, resikonya kita tidak rekom,” ungkap dia.
Direktur Eksekutif Kajian Politik Nasionl, Adib Miftahul menyayangkan Mad Romli yang tidak ikut dalam pemaparan visi misi di DPW Nasdem Banten. Pasalnya, itu salah satu kesempatan yang baik untuk menyampaikan ide dan gagasan ketika nantinya terpilih menjadi Bupati Tangerang periode 2024-2029 nanti.
“Ketika ada ajang yang bagus, untuk menyampaikan visi dan misi di DPW Nasdem Banten, kenapa tidak dimanfaatkan dengan baik. Itu menunjukan dia tidak Mad Romli tidak siap menyampaikan gagasan, ” tandas Adib.
Padahal ini hanya penyampaian visi dan misi, bukan debat calon. Tetapi, Mad Romli sudah pulang terlebih dahulu. Padahal ini merupakan momen yang sangat baik untuk menyampaikan ide dan gagasan kepada publik Kabupaten Tangerang. Selain itu, komunikasi politik harus dibangun saat ini, oleh Mad Romli karena, Golkar sendiri tidak mampu mengusung secara mandiri, karena kursinya hanya 9.
“Padahal ini bukan debat ya. Ini ajang yang bagus untuk menyampaikan sebuah gagasan yang ditawarkan kepada publik Tangerang. Apa problem solver yang harus dia kerjakan nanti ketika terpilih. Kedua komunikasi politik ini kan harus dibangun karena Golkar itu kan tidak bisa mengusung calon bupati dan calon wakil bupati sendiri, harus membuka ruang koalisi kepada yang lain, ” tukasnya.
Baca Juga: Sahroni dan Nafa Urbach Resmi Dinonaktifkan Sebagai Anggota DPR RI Per 1 September 2025
Katanya, apabila pulang terlebih dahulu sebelum acara dimulai. Sama saja Mad Romli tidak menghargai Nasdem dan menutup ruang koalisi dengan Nasdem. Tentunya, akan merugikan Mad Romli sendiri. Airin saja, kata Adib, yang popularitasnya audah tinggi tetap membuka ruang untuk siapapun dan kepada partai sekecil apapun, dalam koalisi.
“Ini kan tidak menghargai juga, jadi seolah-olah dia menutup pintu untuk Nasdem. Saya kira malah akan merugikan Mad Romli sendiri, sekelas Airin yang popularitasnya bagus tetap membuka ruang koalisi sampai ke partai yang kecil sekalipun, nah Mad Romli ini kan tidak bagus-bagus amat,” tandasnya.
Sementara itu, dalam sesi pemaparan visi misi, Maesyal Rasyid membawa tema Tangerang Sejahtera dan Berdaya Saing Tahun 2029. Tangerang Sejahtera didefinisikan dengan adanya pemerataan pembangunan, meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi dan pendapatan per kapita, meningkatkan angka harapan hidup, tumbuh dan kembangnya produk lokal, tingginya indeks pembangunan manusia, menurunnya angka kemiskinan, menurunnya angka pengangguran, menipisnya angka gini rasio, tingginya kerukunan umat beragama, tingginya akses masyarakat terhadap sarana dan prasarana keagamaan, serta adanya stimulan/dukungan pemda terhadap kelompok masyarakat yang berfokus didunia keagamaan.
Sementara Berdaya Saing didefinisikan dan diindikasikan dengan menurunnya angka stunting, dan gizi buruk, kemudahan berivestasi, meningkatkan rata-rata lama sekolah, infrastruktur yang merata, tata kelola pemerintahan yang inovatif, serta lingkungan hidup yang berkelanjutan.
“Misi tahun 2024-2029, kesehatan sejahtera, pendidikan sejahtera, pendidikan sejahtera, perekonomian sejahtera, infrastruktur sejahtera, lingkungan hidup sejahtera, dan tata kelola pemerintahan sejahtera, ” katanya.
Bakal calon bupati-wakil bupati Intan Nurul Hikmah, dalam pemaparannya menyampaikan, dirinya memiliki visi dan misi untuk mewujudkan Kabupaten Tangerang yang religius, sejahtera, inklusif, dan berwawasan lingkungan. Dalam misinya, Intan berjanji akan meningkatkan akses pendidikan yang merata dan inklusif bagi seluruh masyarakat. Meningkatkan ekonomi kerakyatan dengan mendukung dan memberikan ruang lebih luas kepada UMKM.
Dia juga berjanji, akan melanjutkan program peningkatan pelayanan dan fasilitas kesehatan berkualitas di 29 kecamatan. Menguatkan tatakelola lingkungan hidup, meningkatkan pelayanan publik melalui teknologi informasi, dan meningkatkan konektivitas warga, serta menciptakan tata ruang dan inklusif.
Sedangkan bakal calon Wakil Bupati Tangerang, Cris Indra Wijaya menyampaikan, bahwa persoalan di Kabupaten Tangerang kompleks. Selain pendidikan fundamental juga ada permasalahan kesehatan. Dia akan mendorong program UHC yang sudah berjalan akan dimaksimalkan.
“Untuk visi misi kita harus menyesuaikan yang ada di Kabupaten Tangerang. Periode pak Zaki sudah sangat luar biasa, tinggal penyempurnaan dan perbaikan baik di bidang keamanan sosial, kesehatan, dan pendidikan, ” pungkasnya. (alfian)
























