Senin, 7 September 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang

Gubernur Wahidin Bongkar Persoalan Bank Banten

Sebut Penyertaan Modal Tak Dapat Menolong

Oleh Gatot Riswandi Prasetyo
Selasa, 30 Jun 2020 14:34 WIB
Rubrik Banten Region, Headline, Pemprov Banten
Gubernur Wahidin Bongkar Persoalan Bank Banten

BLAK-BLAKAN; Gubernur Banten Wahidin Halim saat konferensi pers terkait permasalahan Bank Banten di rumah dinasnya, Senin (29/6). (ISTIMEWA)

FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

SATELITNEWS.ID, SERANG—Setelah dihantam berbagai isu terkait Bank Banten, Gubernur Wahidin Halim (WH) akhirnya membongkar permasalahan yang terjadi di bank plat merah tersebut, Senin (29/6). Wahidin menyatakan Bank Banten sudah penuh dengan permasalahan sejak pertama kali dibentuk.

Dalam konferensi pers di rumah dinasnya, WH menegaskan sejak awal memang Bank Banten merupakan bank yang penuh dengan persoalan, bahkan hingga saat ini beberapa pihak masih ada yang diperiksa Kejaksaan maupun KPK berkaitan dengan akuisisinya.

“Ada segumpal persoalan yang kalau kami lampirkan itu cukup banyak. Tapi begitu saya jadi gubernur, itu saya tidak pernah mengungkit-ungkit proses yang terjadi dan saya tidak mau terbawa dalam putaran ataupun dalam lingkaran. Makanya saya tidak banyak bicara,” ujar Wahidin, kemarin.

Wahidin menambahkan pihaknya telah merapatkan skema dan agenda dalam menyehatkan Bank Banten.  Menurutnya, sejak 2017 yang lalu dia terus berupaya untuk menyehatkan Bank Banten dengan menyetorkan bantuan sebesar Rp10 miliar, lalu melakukan restukturisasi direksi PT Banten Global Development (BGD) yang pejabat lamanya ditangkap karena kasus suap dan gratifikasi.

“Dari awal OJK juga sudah melakukan kajian due diligent bahwa Bank Banten itu prosesnya itu tidak normal. Namun otoritas diserahkan kepada lembaga hukum. Hasil kajian dari OJK itu memang Bank Banten membutuhkan Rp2,8 triliun, sementara modal dari pemerintah itu sudah nggak ada. Kalau mau buka-buka sekarang ini saya buka, supaya pers mencatat secara objektif,” terangnya.

Menurutnya, penyertaan modal yang dijadikan sebagai tuntutan oleh para penggugat, telah dipertimbangkan oleh pihaknya. Akan tetapi WH mengaku bahwa berdasarkan kajian dan perhitungan bersama dengan OJK, Bank Banten serta PT BGD, diketahui penyertaan modal tersebut hanya bertahan pada tahun yang sama.

Baca Juga: Pemprov Banten Terapkan Pembelajaran Jarak Jauh

“Lalu kami cari jalan keluar, yaitu melalui BRI. Ada kesepakatan melalui MoU dari Rp1,8 triliun, BRI sanggup menyertakan Rp1 triliun. Dengan skema pembayaran pembiayaan selama 5 tahun, itu sudah kami sepakati. Tapi BRI meminta waktu untuk due diligent dan ternyata bank ini sudah makin gawat. BRI juga mundur,” katanya.

Menurut WH, pihaknya juga terus melakukan konsultasi dengan KPK terkait dengan upaya penyertaan modal pada saat adanya kasus yang menjerat direksi BGD. Berdasarkan konsultasi tersebut, KPK menyarankan agar tidak menggelontorkan dana terlebih dahulu.

BeritaTerbaru

Imbas Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Pemkot Tangerang Terapkan PJJ Mulai Hari Ini

Imbas Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Pemkot Tangerang Terapkan PJJ Mulai Hari Ini

Senin, 7 Sep 2026 08:13 WIB
BAGIKAN MASKER -- Personel TNI dan petugas Puskesmas Pagadungan, Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang, bagikan masker, Minggu (6/9/2026). (ISTIMEWA)

Bagikan 1.000 Masker, Personel Koramil 0102/Cadasari Pandeglang Minta Masyarakat Tak Panik

Minggu, 6 Sep 2026 21:36 WIB
Gubernur Banten Andra Soni, meninjau aktivitas GAK di PVMBG, Minggu (6/9/2026). (ISTIMEWA)

Pemprov Banten Terapkan Pembelajaran Jarak Jauh

Minggu, 6 Sep 2026 21:14 WIB
SELFI : Gubernur Banten Andra Soni bersama dengan generasi muda pencari kerja, selfi di BBPVP, beberapa waktu lalu. Program pemagangan kerja yang digagas Pemerintah Pusat, untuk mengatasi TPT minim peminat. (ISTIMEWA)

Program Magang ke Jepang Minim Peminat, Di Banten Baru 73 Pendaftar

Minggu, 6 Sep 2026 20:21 WIB

“Kami juga konsultasi ke KPK bahwa dalam kondisi seperti ini kami jangan menggelontorkan dana dulu. Itu kami bisa bawa orangnya. Bahwa dengan penggelontoran dana itu tidak akan menolong. Itu yang menjadi persoalannya,” ucapnya.

Pada saat Covid-19, WH mengatakan bahwa terjadi penarikan kas sebesar Rp1,8 triliun dari para nasabah. Sehingga, ia membantah bahwa sakitnya Bank Banten dikarenakan pemindahan RKUD. Sebab berdasarkan hasil hearing OJK dengan DPR RI, kejadian yang sama juga dirasakan oleh tiga bank lainnya.

Selain itu, ia menjelaskan bahwa Bank Banten beberapa kali kesulitan membayarkan bagi hasil yang diberikan oleh pusat sebesar Rp300 miliar. Begitu pula dengan pembayaran hasil pemasukan dari Bapenda Provinsi Banten, tidak pernah dibayarkan oleh Bank Banten hingga 21 Mei lalu.

Dengan kondisi tersebut, WH pun memanggil Bank Indonesia (BI). BI memberikan pernyataan dalam rapatnya bahwa Bank Banten tidak bisa melakukan kliring dengan kondisi demikian. WH pun membantah bahwa pemanggilan BI untuk menilai kondisi Bank Banten merupakan hal yang salah.

Baca Juga: Waspada Sebaran Abu Vulkanik GAK, Masyarakat Diminta Gunakan Masker

“Saya tahu, saya punya ilmu, saya juga tau aturan bahwa Bi itu tidak punya kapasitas apakah bank itu sehat atau tidak sehat. Tapi BI yang menentukan apakah bank itu bisa kliring atau tidak. OJK merupakan lembaga tertinggi untuk mengatakan bank itu sehat atau tidak sehat,” ungkapnya.

Pemindahan RKUD menurut WH, juga memiliki dasarnya. Karena apabila RKUD tidak segera dipindahkan, WH menilai bukan hanya Rp1,4 triliun atau Rp1,9 triliun saja yang hilang, mungkin setoran pendapatan daerah yang mengalir tidak akan kembali lagi karena membayar nasabah lainnya.

“Pemindahan RKUD dari Bank Banten itu temanya adalah menyelamatkan duit kita, menyelamatkan setoran pendapatan sekaligus menyehatkan. Itu merupakan konsep saya dari awal seperti itu, bukan karena didorong-dorong oleh orang lain,” tegasnya.

WH juga menegaskan bahwa Gubernur Banten dalam hal ini mewakili Pemprov Banten, hanyalah pemegang saham pengendali akhir saja. Dalam urusan Bank Banten, terpisah daripada campur tangan pihaknya dalam pemerintahan. Sebab, Bank Banten murni bisnis dan berada di bawah kendali PT BGD.

“Kalau mau nanya kenapa Bank Banten prosesnya pasang surut, tanyakan kepada BGD. Karena sudah kami pisahkan aset itu. Jadi tolong teman-teman pahami struktur perbankan kita. Gubernur itu tidak berbisnis. Kalau hasil keuntungan itu bisa jadi deviden, bisa menjadi kemaslahatan masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, apabila kedepannya Bank Banten itu jatuh, maka jangan menyalahkan gubernur. Sebab, tidak ada yang menyalahkan Presiden apabila ada bank milik BUMN yang jatuh, karena itu merupakan murni bisnis.

“Jadi harus dipisahkan. Apakah kalau Bank Bukopin jatuh, presiden yang disalahkan? Tentu tidak. Karena itu merupakan bank BUMN. Terlalu cepat dan emosional orang-orang melihat kepentingan. Mungkin ada persoalan politik, yah biarin itu tidak ada persoalan,” katanya.

Yang pasti, WH menerangkan bahwa saat ini pihaknya sudah meminta dukungan kepada DPRD Provinsi Banten. Apabila dalam upaya penyehatannya masih kekurangan uang, WH memerintahkan agar segera mencari modal tambahan.

“Namun jika dalam skema ternyata tidak bisa berjalan, maka arah satu-satunya itu merger. Kalau merger, maka kami minta apakah itu bentuknya bank syariah atau lainnya. Tapi itu nanti, sekarang itu upaya penyehatan,” tuturnya.

WH pun menyindir terkait dengan gugatan yang dilayangkan kepada pihaknya. Menurutnya, gugatan tersebut biarlah berjalan, sebab tidak akan membuat dirinya masuk neraka. Ia juga menuding bahwa para penggugat hanya mencari panggung dalam persoalan Bank Banten.

“Kalau ada gugatan, biarlah ada gugatan itu. Gak masalah gak membuat saya masuk neraka itu. Biar saja itu. Mereka mau mencari panggung, mereka pengen. Gak ada masalah itu, saya hormati itu apapun mereka di pengadilan,” ucapnya.

Moch Ojat Sudrajat yang melakukan gugatan kepada WH terkait perbuatan melawan hukum (PMH) sebelum pemindahan rekening kas umum daerah (RKUD) dari Bank Banten ke Bank Jabar Banten (BJB) sebelum pemindahan, pada saat pemindahan dan setelah pemindahan RKUD, mengungkapkan, pihaknya membantah tuduhan mencari panggung dalam proses pengadilan tersebut.

“Dalam hal ini saya tidak mencari panggung. Kami hanya ingin menyampaikan bahwa apa yang dilakukan oleh Pak Gubernur Banten (WH) itu tidak sesuai. Bukan kali ini saja saya melakukan gugatan kepada pejabat publik. Saya pernah mengajukan gugatan ke MK (Mahkamah Konstitusi) atas kebijakan Pak Presiden. Dan beberapa waktu lalu juga upaya kami ke MA dikabulkan terkait dengan biaya penunjang operasional (BPO) kepala daerah,” ujarnya.

Ojat mengaku, gerakan yang dilakukannya adalah hak sebagai warga negara dilindungi oleh Undang-undang (UU). “Semua masyarakat bisa melakukan seperti kami lakukan. Saya konsen dengan kebijakan publik. Jadi ketika ada pejabat publik seperti pemimpin negara, kepala daerah atau dibawahnya melakukan kebijakan yang tidak sesuai ketentuan. Tentunya kami bisa mempertanyakan hal itu, dan meminta kepastian secara hukum. Jadi dugaan saya Pak Gubernur Banten ini adalah kepala daerah yang anti kritik,” jelasnya.

Adapun menanggapi pernyataan WH yang menyebut dirinya tak akan masuk neraka, Ojat enggan berkomentar. “Kalau soal neraka, saya sih no coment,” imbuhnya. (dzh/rus/bnn/gatot)

Tags: bank bantengubernur bantenpemprov bantenpenyertaan modalWahidin Halimwh
ShareTweetKirimShareShareKirim

BeritaTerkait

Galang Donasi dari Lebak untuk Korban Gempa NTT
Banten Region

Galang Donasi dari Lebak untuk Korban Gempa NTT

Minggu, 6 Sep 2026 20:17 WIB
Kepala Dindikpora Kabupaten Pandeglang, Sutoto. (ISTIMEWA)
Banten Region

Erupsi GAK Terus Meningkat, Sekolah di Pandeglang Berlakukan BDR

Minggu, 6 Sep 2026 20:14 WIB
BERSIHKAN ABU -- Seorang warga di Kelurahan Pandeglang, Kecamatan Pandeglang, sedang membersihkan sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau, Minggu (6/9/2026). (MARDIANA/SATELITNEWS.COM)
Banten Region

Abu Vulkanik Erupsi GAK Hujani Pandeglang, Bupati Dewi: Gunakan Masker dan Kacamata

Minggu, 6 Sep 2026 20:10 WIB
TPS Liar Cirabit Lebak Dibersihkan
Banten Region

TPS Liar Cirabit Lebak Dibersihkan

Minggu, 6 Sep 2026 20:05 WIB
BAGIKAN MASKER - Tim Nakes dan pegawai Puskesmas Labuan bersama relawan, membagikan masker kepada pengendara yang melintas, Minggu (6/9/2026). (ISTIMEWA)
Banten Region

Petugas Puskesmas Labuan Pandeglang Bagikan Masker

Minggu, 6 Sep 2026 20:04 WIB
Truk Fuso Hantam Pengangkut Sapi di Lebak, 2 Ekor Luka Berat, 6 Kabur
Banten Region

Fuso Hantam Truk Pengangkut Sapi di Lebak, 2 Ekor Luka Berat, 6 Kabur

Minggu, 6 Sep 2026 19:20 WIB
Turut Berduka Cita Atas Wafatnya H. Desri Arwen
Pendaftaran Obyek Subyek Pajak Daerah Bapenda Tangsel
HUT RI Ke 81 Dinas perpustakaan dan arsip Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 PT LKM Artha Kerta Raharja
HUT RI Ke 81 Dinsos Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 Bapenda Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang

Berita Pilihan

Warga Banten Mulai Tak Takut Cek Kesehatan

Warga Banten Mulai Tak Takut Cek Kesehatan

Selasa, 1 Sep 2026 08:58 WIB
Wabup Lebak Gagas Bapak-Ibu Asuh di Sekolah Rakyat

Wabup Lebak Gagas Bapak-Ibu Asuh di Sekolah Rakyat

Rabu, 2 Sep 2026 17:56 WIB
80 Persen Rekomendasi BPK Perwakilan Banten Ditindaklanjuti

80 Persen Rekomendasi BPK Perwakilan Banten Ditindaklanjuti

Sabtu, 5 Sep 2026 08:04 WIB
Gelar Konsolidasi, PKB Kota Tangerang Bidik Minimal 7 Kursi di Pemilu 2029

Gelar Konsolidasi, PKB Kota Tangerang Bidik Minimal 7 Kursi di Pemilu 2029

Minggu, 6 Sep 2026 15:50 WIB
SIM Keliling Kota Tangerang Selasa 1 September, Cek Lokasinya

Layanan SIM Keliling Kota Tangerang Jumat 4 September, Cek Lokasinya

Jumat, 4 Sep 2026 07:24 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.