SATELITNEWS.COM, JAKARTA–Pelita Jaya Bakrie Jakarta resmi menjadi raja basket di Indonesia pada tahun ini. Setelah menjuarai Indonesia Basketball League (IBL) 2024, mereka juga merengkuh gelar Oasis+ IBL All Indonesian 2024.
Pelita Jaya menjuarai Oasis+ IBL All Indonesian 2024 seusai mengalahkan Satria Muda Pertamina Jakarta, 75-70 di Hall Basket Senayan, Minggu (6/10). Mereka harus berjuang hingga detik terakhir karena pertandingan berlangsung sengit sejak awal.
Dalam laga tersebut, kedua tim sudah langsung terlibat kejar mengejar dari kuarter pertama. Brandon Jawato jadi motor serangan Pelita Jaya, sementara Satria Muda mengandalkan Abraham Damar Grahita. Kedudukan 19-19 pun jadi skor akhir 10 menit pertama.
Tempo pertandingan di kuarter kedua tak jauh berbeda. Pelita Jaya memegang kendali di awal dengan unggul 21-26, lalu 31-37. Tapi Satria Muda tak tinggal diam dan berhasil menyamakan kedudukan jadi 39-39, serta 41-41 untuk menutup paro awal.
Tensi dan intensitas permainan semakin tinggi di kuarter ketiga. Abraham yang dikunci pada game kedua, aksinya kali ini benar-benar liar lagi dan sulit untuk dihentikan. Dia membawa SM unggul 46-41.
Pelita Jaya langsung merespons dengan cepat dan memangkas ketertinggalan menjadi 46-45, dan menyamakan jadi 49-49 berkat Jawato dan Andakara Prastawa. Tim besutan Johannis Winar itu bahkan berhasil membalikkan keadaan jadi 52-54 saat menutup kuarter ketiga.
Pada kuarter penentuan, Satria Muda tampil menggila dalam lima menit awal. Anak asuhan Youbel Sondakh mendominasi untuk membuat kedudukan jadi 59-56, lalu 67-60 saat pertandingan tersisa tiga menit.
Perolehan Satria Muda seketika terhenti setelahnya. Pelita Jaya secara mengejutkan mampu bangkit. Arighi Hadran Noor, Hendrick Xavi Yonga, dan Jawato sukses membuat Abraham dan kolega kerepotan.
Kedudukan saat waktu di bawah semenit pun berbalik jadi 67-71. Hingga akhirnya Pelita Jaya berhasil mengunci pertandingan dengan kemenangan 70-75 atas Satria Muda sekaligus menjuarai IBL All Indonesian 2024.
Kemenangan pada game pamungkas itu membuat kedudukan akhir jadi 2-1 untuk Pelita Jaya. Mereka sebelumnya sempat tertinggal dari Satria Muda karena kalah di game pertama (76-80), untuk kemudian merebut game kedua (72-55).
“Saya Puji Tuhan pasti senang, saya merasa diberkati. Ini semua karena effort semuanya, ini bukan gara-gara saya, bukan,” kata Johannis Winar, pelatih Pelita Jaya usai pertandingan dikutip dari jawapos.com.
Bagi Pelita Jaya, kemenangan ini terasa kian istimewa karena mereka benar-benar tercatat lebih baik dari Satria Muda yang merupakan rival bebuyutan. Kedua tim sebelumnya juga bentrok di final IBL 2024, dan Peliya Jaya keluar sebagai juara dengan skor 2-1.
“Kemenangan ini berarti segalanya. Kami bermain untuk menang dan kami melakukannya (juara) secara berturut-turut, adalah pencapaian yang luar biasa,” ucap Brandon Jawato, yanh terpilih sebagai MVP final Oasis+ IBL All Indonesian 2024. (jpc)