SATELITNEWS.COM, SERANG--Sebanyak 2.121 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten terdata sebagai undangan program asesmen. Kegiatan tersebut digelar secara resmi selama 11 hari yang dimulai dari hari ini 20 Januari hingga 30 Januari 2025 mendatang.
Dalam prosesnya, Pelaksana Harian Tugas (Plh) Sekertaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten, Nana Supiana meminta agar setiap ASN bisa menjaga etika dalam bekerja dan tak perlu kasak-kusuk mendekati oknum-oknum pejabat untuk meminta posisi yang diinginkan.
Ia juga menjelaskan asesmen merupakan program yang wajib diikuti oleh ASN , menurutnya asesmen ini harusnya digelar setiap dua tahun sekali demi menentukan passion atau formasi yang tepat sesuai hasil tes.
“Kita ingin jaga integritas, jangan kasak-kusuk, disini (asesmen, red) semua di potret dengan potret saintifik dan aturan,” tegasnya, Senin (20/1).
“Jabatan itu suatu penghargaan, apresiasi. Jadi nggak perlu kasak-kusuk, kita akan potret semua potensinya dari yang bersangkutan layak atau tidak. Ujungnya jaga etika, bisa menjaga rahasia jabatan termasuk jangan minta-minta jabatan,” jelasnya.
Nana menuturkan bahwa peserta asesmen bakal menjawab sebanyak 400 soal. Sebanyak 2.091 orang merupakan staff hingga Eselon III menjalankan tes di Asesmen Center Pemprov Banten yang dibagi menjadi dua sesi, pagi dan siang selama 11 hari.
Baca Juga: Pemprov Banten Terapkan Pembelajaran Jarak Jauh
Ia mengatakan, melalui program asesmen, pemprov Banten akan mendapatkan rekomendasi dari BKN setelah hasil tes keluar.
“Nah rekomendasi ini bisa digunakan dalam menentukan posisi apa yang isi harusnya orang seperti apa. Atau bisa juga dibalik, Si A seharusnya di Instasi B dan seterusnya,” ujarnya.
Nana menerangkan, jika ditemukan adanya ASN yang kompetensinya mengalami penurunan, maka yang bersangkutan akan diberikan pengarahan untuk mengikuti program peningkatan kompetensi.
“Kalau kurang, standar kepotensinya di-diklatkan. Didiklatkan, dimagangkan, di-mentor, di-coaching. Biar kepotensinya naik,” terangnya.
Sementara, Pj Gubernur Banten, A. Damenta meminta kepada jajarannya agar tidak mempercayai kepada siapapun yang mengaku bisa meloloskan seseorang menjadi pejabat maupun jabatan tertentu.
“Buat saya agar lembaga ini bagus dan profesional ikuti asessmen tidak perlu kasak kusuk, dan data sudah ada semua, dan kita sudah tahu misalnya si A sudah berapa lama di OPD tertentu,” katanya.
A. Damenta juga menjelaskan, asessmen ini memiliki tujuan yang sangat baik, sehingga pegawai jangan hanya merasa nyaman di satu titik tertentu.
“Dan jangan sampai itu jadi zona nyaman. Oleh karenanya, kita akan benar-benar wujudkan birokrasi birokrasi masyarakat yang profesional dan nggak usah kasak kusuk. Allah sudah menentukan si A dimana si B dimana si C dimana, nasibnya. Jangan percaya (oknum tertentu, red). Yang ada orang pemprov dan siap melayani masyarakat,” ungkapnya. (mpd/rmg)
Baca Juga: Waspada Sebaran Abu Vulkanik GAK, Masyarakat Diminta Gunakan Masker
























